Malang, Tugumalang.id – Bulan April 2026 menjadi momen yang sangat dinantikan para kolektor kartu di Indonesia. Tepat pada 3 April lalu, AKG Entertainment resmi merilis seri terbaru Pokémon Game Kartu Koleksi bertajuk “Ledakan Peniada”.
Peluncuran ini langsung memicu antusiasme para Trainer – sebutan bagi pemain Pokémon. Seri terbaru ini menghadirkan kembali mekanik legendaris yang telah lama dinantikan, yakni Mega Evolution. Kehadiran fitur ini membuat sejumlah kartu langsung menjadi buruan kolektor, terutama Mega Charizard EX dan Mega Zygarde EX.
Kedua kartu tersebut tidak hanya menarik dari sisi strategi permainan di meja, tetapi juga memiliki potensi nilai koleksi yang fantastis. Fenomena ini semakin mempertegas bahwa Pokémon TCG kini tidak lagi sekadar permainan, melainkan juga bagian dari industri koleksi bernilai tinggi.
Baca juga: Wolverine Kembali! Hugh Jackman Dikonfirmasi Akan Muncul di Deadpool 3 Bersama Ryan Reynolds
Dari Hobi Menjadi Aset Bernilai Tinggi
Dunia Pokémon TCG pada tahun 2026 telah berkembang jauh melampaui sekadar hobi masa kecil. Di pasar global, sejumlah kartu langka bahkan mencatat nilai penjualan yang sangat tinggi. Berikut tiga kartu Pokémon termahal di dunia tahun 2026:
-
Pikachu Illustrator (1998)
Dikenal sebagai “Holy Grail”, kartu ini hanya diberikan kepada pemenang kontes ilustrasi tahun 1998 di Jepang dan hanya satu di dunia. Pada Februari 2026, YouTuber Logan Paul menjual kartu ini di situs Goldin Auctions seharga US$16,492 juta (sekitar Rp260 miliar) kepada kolektor AJ Scaramucci.
-
Charizard Shadowless 1st Edition Holo (1999)
Kartu ikonik ini mencatat nilai pasar sekitar US$550.000 (sekitar Rp8,7 miliar) pada awal tahun 2026 untuk kondisi fisik sempurna (PSA 10).
-
Lugia Neo Genesis 1st Edition Holo (2000)
Kartu ini sangat langka karena hanya ada 45 lembar di dunia dengan kondisi Gem Mint. Nilainya kini mencapai US$45.970 (sekitar Rp720 juta).
Faktor yang Mendorong Harga Kartu Pokémon Melonjak
Setidaknya terdapat tiga faktor utama yang membuat selembar kartu Pokémon dapat dihargai setara mobil sport bahkan rumah mewah:
-
Kelangkaan dan Grading
Kondisi fisik tanpa cacat yang diverifikasi oleh lembaga seperti PSA (Professional Sports Authenticator) sangat menentukan nilai jual kartu.
-
Perayaan Anniversary ke-30
Tahun 2026 menjadi perayaan 30 tahun Pokémon yang memicu gelombang nostalgia besar dan meningkatkan permintaan pasar.
-
Aset Investasi
Banyak investor mulai memandang kartu Pokémon sebagai aset likuid alternatif selain saham atau properti karena nilainya yang terus meningkat.
Nilai kartu Pokémon sendiri bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada kondisi fisik serta status penilaian (grading) dari lembaga profesional seperti PSA. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti tren pasar global.
Fenomena “Ledakan Peniada” di Indonesia menjadi salah satu gambaran dari industri Pokémon yang terus berkembang. Bagi para kolektor, kartu Pokémon bukan sekadar kertas permainan, melainkan bagian dari sejarah yang memiliki nilai koleksi sekaligus potensi investasi tinggi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maura Sampetoding / Magang
redaktur: jatmiko


























