MALANG, Tugumalang.id – Peternakan ayam di Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang habis terbakar pada Selasa (12/8/2025) sekitar pukul 05.30. Sebanyak 30 ribu ayam yang berada di dalam kandang mati terbakar.
Kebakaran ini awalnya diketahui oleh seorang karyawan yang melihat asap mengepul dari dalam kandang. Ia juga melihat kandang-kandang yang ada di dalam kandang mengeluarkan suara ribut.
Saat mengecek ke pintu kandang, ia melihat kobaran api mulai membesar. Asap yang mengepul berasal dari alas sekam ayam yang terbakar di bagian tengah kandang.
Baca Juga: Dosen Fakultas Peternakan Unisma Kembangkan Inovasi Formula Probiotik Ayam Broiler

“Saksi kemudian menghubungi pengelola peternakan yang berada di mess karyawan. Mereka bersama-sama mencoba memadamkan api menggunkan APAR dan air,” terang Kapolsek Wonosari, AKP Mochamad Budiono.
Akan tetapi, api terus membesar dan membakar seluruh kandang ayam dengan luas sekitar 2.000 meter persegi. Api juga menyambar mobil Mitsubishi L300 dan dua unit sepeda motor yang diparkir di samping kandang.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Tumpang Malang, Seorang Perempuan Lansia Tewas Terpanggang
“Kendaraan tersebut milik karyawan yang bekerja di sana,” kata Budiono.
Pada pukul 06.07, peristiwa ini dilaporkan ke Damkar Kabupaten Malang. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Pemadaman berlangsung selama hampir lima jam,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang, Sigit Yuniarto.
Penanggulangan dimulai pada pukul 06.50 begitu petugas tiba di lokasi kejadian. Api berhasil dipadamkan pada pukul 11.40.
Peternakan ini diketahui milik Shohibuttijar (45), warga Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Bangunan kandang terbuat dari tiang beton, namun lantai dan atapnya terbuat dari bambu serta kayu. Bagian samping kandang terbuat dari terpal plastik sehingga mudah terbakar.
Kebakaran ini diduga disebabkan oleh percikan api dari arang kayu yang digunakan sebagai bahan bakar tungku pemanas. Tungku tersebut terbuat dari kaleng cat bekas yang sudah keropos.
Tungku yang tidak tertutup rapat tersebut menyebabkan percikan api dari dalam bisa dengan mudah keluar. Percikan api tersebut tertiup blower di dalam kandang sehingga api mudah membesar.
Pemilik dan pengelola kandang menganggap kejadian kebakaran tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut pihak mana pun. Kerugian yang dialami pemilik diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























