Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Perjuangan Hanan dan Ira Bangkitkan Batik Tulis Celaket Selama 25 Tahun

Redaksi by Redaksi
Januari 2, 2023 2:18 pm
in Budaya
Batik dengan motif kepala singa.

Batik dengan motif kepala singa. Foto/dok. Batik Tulis Celaket

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Nama Batik Tulis Celaket kini mulai naik daun. Ini tak lepas dari usaha sepasang suami istri, A Hanan Jalil dan Ira Hartanti. Selama lebih dari dua dekade mereka bekerja tak kenal lelah untuk memperkenalkan batik asli Malang itu ke berbagai kalangan.

Batik Tulis Celaket ini dilestarikan di Kampung Celaket, tepatnya Jalan Jaksa Agung Suprapto Gang II, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, yang memang dikenal kental akan budayanya.

READ ALSO

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Kini, siapa pun yang datang ke kampung itu bisa melihat sendiri warga yang tengah membatik menggunakan malam (lilin khusus untuk batik).

Pada tahun 1996, Hanan dan Ira mencoba membangkitkan kembali budaya membatik yang ada di kampung tersebut. Ira mengatakan bahwa budaya membatik di sana sempat redup. Padahal, dulu sewaktu kecil ia sering melihat neneknya dan warga sekitar membatik untuk pasokan batik di Pasar Besar.

“Sebagai orang Celaket, saya pun ingin kembali menghidupkan batik yang dulu pernah ada di kampung saya ini. Akhirnya, di tahun 1996, saya beserta keluarga besar saya, generasi di bawah saya, keponakan-keponakan saya itu belajar lagi membatik,” ujar Ira.

Batik Tulis Celaket dalam peragaan busana. Foto/dok. Batik Tulis Celaket

Keputusan ini tak langsung mendapat persetujuan dari keluarganya. Banyak yang meragukan keinginan Ira untuk membatik. Namun, lambat laun Ira berhasil meyakinkan mereka untuk melestarikan budaya ini. Mereka bahkan setuju untuk ikut belajar membatik di Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Ira juga mengajak ibu-ibu yang tinggal di kampung tersebut untuk membatik. Ia berharap hal ini bisa membantu perekonomian mereka.

“Di tahun pertama, tahun kedua, tahun ketiga, itu kami hanya menghasilkan batik, tanpa tahu mau ke mana. Pada saat itu, ibu-ibu yang datang hanya membuat aja. Kami sampaikan kami belum bisa menjual, jadi hanya membuat saja,” kenang Ira.

Di tahun-tahun awal, upaya Ira dalam membangkitkan Batik Tulis Celaket masih belum terlihat hasilnya. Hingga di tahun 2000-an usahanya sempat bangkrut. Akan tetapi, ia tidak menyerah. Di tahun 2003 ia kembali membuka usaha setelah mengumpulkan modal dari gaji suaminya.

Pada tahun 2006, ia dan ibu-ibu di Kampung Celaket mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Batiknya mendapat atensi dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang pada masa itu, Heri Utami Peni Suparto.

“Alhamdulillah jalan terbuka ketika saya bertemu dengan Ibu Peni dan diperkenalkan kepada banyak PNS Pemkot. Dari situlah kemudian batik dikenal. Alhamdulillah-nya dikenalnya itu justru malah mulai dari tingkat atas dulu, baru ke bawah,” tutur Ira.

Kini, Batik Tulis Celaket sudah mulai dikenal khalayak luas. Motifnya yang unik menjadi ciri khas dari batik ini. Biasanya, motif-motif tersebut terinspirasi dari ikon lanskap yang ada di Malang.

Ragam motif Batik Tulis Celaket. Foto/dok. Batik Tulis Celaket

Pemkot Malang kemudian mengklasifikasikan motif batik ini menjadi tujuh, yaitu motif tugu, kali brantas (motif cor), bunga teratai, singo, topeng, bunga puring, dan abstrak.

“Kalau batik dari Solo dan Jogja itu punya pakem-pakem tersendiri, ya. Nah, sementara di Malang ini nggak. Saya lebih membuat motif-motif baru dari apa yang saya lihat dan dengar disekitar rumah,” jelas Ira.
Bagi Ira, membatik itu bagaikan menceritakan sebuah kisah. Melalui batik, ia ingin menyampaikan tentang Celaket dan Malang, khususnya budaya-budaya adiluhung.
“Saya ingin bercerita dari batik. Ketika saya membuat batik, saya menggambarkan ini lho Malang tempo dulu, ini lho Celaket dengan berbagai jenis floranya, dengan berbagai jenis faunanya,” kata Ira.

Seiring dengan tenarnya Batik Tulis Celaket, Ira melakukan pengembangan produk dengan membuat batik cap. Dari situ ia juga memproduksi pakaian batik untuk laki-laki dan perempuan.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Herlianto. A

Tags: Batik Asli MalangBatik TulisBatik Tulis CelaketKampung Celaket MalangPelestasi Batik Malang

Related Posts

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Budaya

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Senin, 20 Jul 2026
Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Next Post
Sejumlah wisatawan saat berjalan-jalan di pusat kuliner dan jajanan Alun-Alun Kota Batu. Diprediksi, perputaran uang selama momen Nataru di Kota Apel ini menembus Rp 350 miliar.

Fantastis! Perputaran Uang Selama Libur Nataru di Kota Batu Tembus Rp350 Miliar

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.