Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Bisnis

Perjalanan Eva Maria Bangun Rumah Ceria, Sulap Perca Menjadi Kreasi Menawan

Redaksi by Redaksi
Maret 30, 2025 10:00 am
in Bisnis
Eva menunjukkan produk tas yang terbuat dari kain perca dengan aksen bordir. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Eva menunjukkan produk tas yang terbuat dari kain perca dengan aksen bordir. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Kain perca atau kain sisa membuat baju bisa dikreasikan kembali menjadi produk yang tak kalah cantik. Melalui kreativitas, sesuatu yang awalnya terlihat seperti tak berguna ternyata bisa memberikan manfaat yang luar biasa.

Menyulap kain perca menjadi produk-produk baru sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Eva Maria Yuli Astuti sejak tahun 2017 lalu. Di tangannya, kain perca bisa berubah menjadi sarung bantal, tas, daster, tempat tisu, dan lain sebagainya.

READ ALSO

Apa Manfaat Live Streaming bagi Pelaku UMKM?

Masuk Tahun Ajaran Baru, Ini 7 Toko Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kota Malang

Selama delapan tahun terakhir ini, ia membangun bisnis yang produknya banyak memanfaatkan kain perca. Usaha tersebut ia beri nama Rumah Ceria dengan harapan produk-produknya bisa menciptakan keceriaan di rumah pelanggannya.

Baca Juga: LinkUMKM BRI Bantu UMKM Malang Selatan Jangkau Pelanggan Luar Kota

Seperti kebanyakan usaha kecil, Rumah Ceria diawali dengan niat yang sangat sederhana. Eva, yang saat itu sedang mencari cara untuk memanfaatkan sisa kain perca, mulai menciptakan berbagai kerajinan tangan.

Sarung bantal yang merupakan kombinasi antara patchwork dengan bordir. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Sarung bantal yang merupakan kombinasi antara patchwork dengan bordir. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Awalnya bikin kerajinan seperti sarung bantal, tutup kulkas, tutup magic com, taplak meja, semua memang orientasinya dari bahan perca,” ujar Eva saat ditemui di galerinya yang berada di Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu.

Seiring berjalannya waktu, Eva mulai bereksperimen dengan produk baru. Ia mulai membuat daster malang dengan ciri khas bordir. Dari produksi daster tersebut, kain perca pun semakin menumpuk. Dari kain perca itu, Eva mengolahnya menjadi berbagai produk baru.

Baca Juga: Griya Madukara, UMKM Malang yang Mendunia dengan Ecoprint

Saat ini, Rumah Ceria sudah memberdayakan empat ibu-ibu muda untuk menjahit. Dengan cara ini, Eva tidak hanya menciptakan produk berkualitas, tetapi juga memberikan kesempatan bagi ibu rumah tangga untuk menambah penghasilan.

Daster malang, salah satu produk Rumah Ceria yang banyak diminati pelanggan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Daster malang, salah satu produk Rumah Ceria yang banyak diminati pelanggan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Eva yang juga berprofesi sebagai pengajar tersebut kini lebih banyak menghabiskan waktu untuk mendesain produk saja. Desain yang sudah rampung kemudian dikerjakan menjadi produk oleh para mitra di rumah mereka masing-masing.

“Kebanyakan di sini ibu-ibu yang dikerjakan di rumah. Jadi saya tetap memberdayakan ibu rumah tangga yang muda-muda, tapi dibawa pulang,”

Setiap produk Rumah Ceria tak hanya memikat mata, tapi juga penuh dengan sentuhan etnik yang kental. Salah satu keunikan rumah produksi ini adalah menggunakan motif batik dan aksen bordir.

“Ada yang tanpa bordir, tapi berbentuk patchwork. Ada yang menggabungkan antara bordir dan patchwork,” kata Eva.

Seperti banyak usaha lainnya, perjalanan Rumah Ceria juga sempat terhambat oleh pandemi COVID-19. Namun, Eva tidak menyerah. Ia berinovasi dengan memproduksi masker yang memiliki aksen bordir.

Rupanya, produk tersebut sangat laris. Daster malang yang ia produksi juga banyak diminati saat pandemi COVID-19 karena masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu mereka di rumah.

Rumah Ceria tidak hanya mengandalkan penjualan di galeri lokal, tetapi juga memanfaatkan platform online seperti media sosial dan e-commerce untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Meski demikian, Eva mengakui bahwa karena kesibukan lain, pemasaran melalui platform digital belum bisa maksimal.

Namun, ia memiliki harapan besar untuk mengembangkan jaringan dan membangun pemasaran ke luar kota. Saat ini, reseller Rumah Ceria sudah tersebar di beberapa kota besar, seperti Surabaya, Jakarta, dan tentunya Malang Raya.

Di saat Eva memikirkan bagaimana cara mengembangkan bisnis, ia menemukan informasi tentang program BRIncubator. Tanpa pikir panjang, ia langsung mendaftar agar bisa mendapatkan pelatihan pengembangan bisnis secara gratis.

Eva mengikuti BRIncubator yang digelar di tahun 2024. Ia berhasil masuk ke 30 besar dari seluruh UMKM di Indonesia yang mendaftar dan berhak mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan intensif selama beberapa bulan.

Ia mengaku mendapatkan banyak insight baru terkait pengembangan bisnis, khususnya di bidang pemasaran. Sebelumnya, Eva tak banyak tahu mengenai marketing online. Namun, setelah mengikuti BRIncubator, ia paham langkah apa saja yang harus ia kerjakan.

“Setelah mengikuti BRIncubator, saya menyadari ada banyak yang harus saya lakukan supaya usaha saya bisa lebih besar lagi,” kata Eva.

Salah satu langkah yang ia lakukan saat ini adalah menggunakan story telling dan story board dalam memasarkan produknya secara online. Sebelumnya, ia tak pernah terpikir untuk melakukan hal tersebut.

BRIncubator merupakan program yang dicanangkan oleh BRI untuk membantu UMKM naik kelas. Saat ini program BRIncubator 2025 tengah dibuka pendaftarannya hingga 31 Mei 2025.

Program ini bisa diikuti oleh UMKM yang masuk dalam kategori food and beverages, fashion and beauty, serta home décor and craft.

Beberapa syarat lainnya adalah usaha milik sendiri dan telah berdiri minimal enam bulan, anggota aktif Rumah BUMN BRI, aktif dalam penjualan di e-commerce, memiliki legalitas usaha NIB, merupakan nasabah BRI, serta berkomitmen mengikuti rangkaian program. Bagi UMKM yang tertarik untuk bergabung, bisa mendaftar di linkumkm.id/brincubator.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: kain percakota malangRumah CeriaUMKM

Related Posts

Apa Manfaat Live Streaming bagi Pelaku UMKM?
Bisnis

Apa Manfaat Live Streaming bagi Pelaku UMKM?

Rabu, 15 Jul 2026
Masuk Tahun Ajaran Baru, Ini 7 Toko Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kota Malang
Bisnis

Masuk Tahun Ajaran Baru, Ini 7 Toko Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kota Malang

Senin, 13 Jul 2026
Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online
Bisnis

Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online

Senin, 13 Jul 2026
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Omzet, Pendapatan dan Laba yang Perlu Diketahui UMKM
Bisnis

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Omzet, Pendapatan dan Laba yang Perlu Diketahui UMKM

Senin, 13 Jul 2026
Mengenal Cara Kerja Iklan Digital untuk Meningkatkan Promosi UMKM
Bisnis

Mengenal Cara Kerja Iklan Digital untuk Meningkatkan Promosi UMKM

Rabu, 8 Jul 2026
Nadia, Salah Satu Penjual Air Minum di Kawasan CFD (Foto: Nathasya Amalia)
Bisnis

Modal Kecil, Untung Ratusan Ribu? Ini Pengalaman Jualan Air Minum di CFD Malang

Senin, 29 Jun 2026
Next Post
Informasi tiket bus Malang-Jakarta lengkap dengan harga dan juga jenis armada bus./Foto: Google Review Terminal Arjosari/Dini Nurdiani.

Nyaman Selama Perjalanan! Informasi Tiket Bus Malang-Jakarta Lengkap dengan Harga dan Jenis Armada

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.