Perawat Malang yang Dibakar di Mata Kakak Iparnya

  • Whatsapp
Kakak ipar korban, Didik Porwidianto. Foto Rizal Adhi.
Kakak ipar korban, Didik Porwidianto. Foto Rizal Adhi.

MALANG – Kejadian pembakaran terhadap perawat kecantikan Klinik Bunga Husada Desa Arjowinangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, menyisakan duka tersendiri bagi sanak keluarga korban Eva Sofiana Wijayanti (32) Warga Dusun Ngembul, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare.

Kakak ipar korban, Didik Porwidianto (50), mengatakan bahwa saat kejadian dirinya berada di rumahnya di Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Tapi biasanya Didik datang ke rumah Eva untuk menjemur gabah (padi).

Bacaan Lainnya

“Waktu kejadian itu aku dikabari om itu saat di rumah Bululawang, jadi sehari sebelum kejadian di hari Minggu pagi ini saya ke sini jemur padi dan sorenya pulang. Senin pagi sudah di rumah Bululawang, baru Senin sore habis Maghrib dikabari om katanya Eva kena musibah saya langsung kaget,” terangnya saat ditemui di rumah Eva di Dusun Ngembul pada Rabu (05/05/2021).

Setelah mengetahui hal tersebut, Didik langsung mencoba menelpon suami Eva yang juga adik kandungnya, Adit.

“Terus aku langsung telepon adik saya gak diangkat, terus aku WA gak dibalas dan gal dibaca, tapi dia online. Mungkin adik saya lagi bingung waktu itu,” bebernya.

Terakhir kali Adit bisa dihubungi adalah saat membawa Eva ke IGD RS Hasta Husada untuk dilakukan operasi.

“Terakhir itu saya tidai bisa menghubungi suaminya yang ikut ke rumah sakit, saya terakhir komunikasi itu waktu di IGD katanya mau di ronsen. Kayanya mau di operasi, dan sampai sekarang kalau saya WA adik saya otu cuma centang satu dan kalau saya telepon gak diangkat,” tuturnya.

Baca Juga  SMA Islam Sabilillah Gelar Super Trip Virtual

Lebih lanjut, pria yang berprofesi sebagai petani ini bercerita jika Eva dan Adit sudah menikah selama 10 tahun dan sudah dikaruniai 2 putra. Di rumah, Eva tinggal bersama suami, 2 anak dan ayah mertuanya.

“Di rumah ini Eva tinggal sama ayah mertua, suami dan anak-anaknya. Eva sendiri kalau tidak salah 3 bersaudara, dan anaknya usia sekitar 5 tahun dan 10 tahun,” bebernya.

Pria ramah senyum ini juga mengatakan jika rumah tangga kedua adiknya ini terlihat baik-baik saja seperti tidak ada masalah. Bahkan keduanya sering terlihat berduaan setiap hari.

“Saya kalau singgah di rumah ini saya anggap tidak ada apa-apa, bahkan keduanya sering keluar berdua, ngabuburit juga selalu berdua setiap sore. Bahkan kalau update story itu selaku jalan-jalan setiap sore ke warung-warung. Jadi, ada masalah atau apa saya tidak tahu apa-apa,” tandasnya.

Didik sendiri mengakui tidak pernah pernah ingin tahu rumah tangga korban yang juga lulusan kebidanan di Poltekkes RS dr Soepraoen dan kini bekerja di Klinik Kecantikan Bunga Husada Kalipare ini.

“Kalau ada masalah keluarga atau pekerjaan juga gak pernah cerita apa-apa. Saya bahkan kalau sama bapak (ayah Didik dan Adin) kalau gak masalah penting itu gak pernah omong-omongan. Apalagi sama Eva juga hampir gak pernah tanya-tanya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *