Rabu, November 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Pentingnya Kurikulum Jaminan Sosial di Indonesia untuk Pendidikan Menengah dan Tinggi

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan

Redaksi by Redaksi
Juni 4, 2022 6:24 am
in Pendidikan
kurikulum jaminan sosial

Suasana webinar "Pentingnya Kurikulum Jaminan Sosial di Indonesia untuk Pendidikan Menengah dan Tinggi". Foto: dok BPJS Ketenagakerjaan

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK bersama dengan BPJS Kesehatan dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menggelar webinar bertajuk “Pentingnya Kurikulum Jaminan Sosial di Indonesia untuk Pendidikan Menengah dan Tinggi”.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional itu, dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy dan diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari beragam perguruan tinggi di Indonesia.

READ ALSO

Cetak Lulusan Siap Kerja, ITN Malang Jadi Perguruan Tinggi Pertama yang Hadir di Portal HR Way

Unikama Latih 80 Guru Bahasa Inggris SMK Malang Manfaatkan AI

Dalam sambutannya, Muhadjir Effendy menekankan bahwa Undang-Undang Dasar (UUD) telah mengamanatkan negara untuk mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat. Berangkat dari semangat tersebut, terbitlah Undang-undang 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang bertujuan untuk menjamin terpenuhinya Kebutuhan Dasar Hidup Layak (KDHL) bagi setiap peserta dan atau anggota keluarganya.

Implementasi SJSN tersebut dilaksanakan melalui dua program yaitu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan dan program jaminan sosial ketanagakerjaan oleh BPJS Ketenagakerjaan melalui mekanisme asuransi sosial dan tabungan dengan prinsip gotong-royong.

“Implementasi prinsip gotong royong ini sejalan dengan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan selaras pula dengan salah satu nilai strategis instrumental dari gerakan nasional revolusi mental,” imbuh Muhadjir.

Pihaknya juga menyoroti bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya jaminan sosial sebagai bentuk perlindungan sosial dari risiko yang bisa menimpa dirinya dan keluarganya setiap saat.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019, literasi asuransi penduduk Indonesia hanya sebesar 19,40 persen. Oleh karena itu, Muhadjir berharap kegiatan kampanye, sosialisasi, edukasi, dan literasi harus dilakukan lebih gencar lagi oleh kedua BPJS, bersama kementerian lembaga terkait dengan melibatkan segenap pemangku kepentingan, termasuk lembaga-lembaga pendidikan melalui penanaman nilai gotong royong dan pentingnya jaminan sosial dalam peningkatan derajat kualitas hidup masyarakat, salah satu cara yang tepat adalah dengan memasukkan jaminan sosial menjadi substansi ajar di dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Senada dengan Muhadjir, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Komarudin memandang bahwa dunia pendidikan memiliki peran yang sangat krusial dalam menanamkan pentingnya jaminan sosial sejak dini sebagai upaya penguatan negara Indonesia ke arah universal welfare.

Menurutnya, kurikulum pendidikan jaminan sosial juga harus dibuat membumi agar nantinya peserta didik dapat memahami secara komprehensif sehingga secara tidak langsung dapat mendukung peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Direktur Umum dan SDM BPJAMSOSTEK, Abdur Rahman Irsyadi dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai lembaga penyelenggara jaminan sosial, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan membutuhkan sebuah strategi perluasan akses jaminan sosial bagi kelompok pelajar dari usia dini hingga perguruan tinggi sebagai calon peserta jaminan sosial di masa depan, salah satunya melalui dibentuknya sebuah kurikulum pendidikan dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi agar literasi mengenai pentingnya jaminan sosial dapat diketahui secara komprehensif dan menyeluruh.

“Hadirnya negara melalui kolaborasi dan sinergi antar stakeholder yang terkait yakni Kemenko PMK, DJSN, Kemendikbud, Kemenaker, dan Kemenag sangat penting dalam merumuskan dan menyinkronkan kebijakan sistem Jaminan Sosial melalui kurikulum pendidikan, sehingga literasi jaminan sosial ini bisa masuk ke bagian atau bab mata pelajaran dari kurikulum resmi pendidikan di Indonesia, khususnya untuk mata pelajaran PPKN atau Kewarganegaraan,” terang Abdur.

Webinar yang juga diharapkan mampu meningkatkan literasi para tenaga pendidik tersebut, menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya seperti Ketua Komisi Kebijakan Umum DJSN, Iene Muliati; Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek, Yogi Anggraena; Rektor Universitas Negeri Jakarta Komarudin; serta Associate Professor Bidang Politik Ekonomi Internasional, Dinna Wisnu.

Seluruh diskusi tersebut dimoderatori oleh Guru Besar Universitas Jendral Achmad Yani, Riant Nugroho.

Turut hadir juga dalam webinar tersebut Direktur Umum dan SDM BPJS Kesehatan, Andi Afdal untuk memberikan closing speech.

“Semoga pembangunan literasi jaminan sosial yang dimulai dari pelajar ini dapat menjadi awal untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan sumber daya manusia di Indonesia di waktu yang akan datang,” tutup Abdur.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Malang, Imam Santoso menyambut baik kurikulum jaminan sosial di pendidikan tingkat menengah dan tinggi.

Baginya, jaminan sosial harus diketahui oleh para pelajar dari usia dini hingga perguruan tinggi, sehingga diharapkan pada masa mendatang edukasi tentang jaminan sosial dapat tersampaikan, apalagi memasukkan jaminan sosial menjadi substansi ajar di dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

“Semoga sinergi dan kolaborasi antar instansi ini dapat menghasilkan suatu momen perubahan agar jaminan sosial di Indonesia lebih dikenal secara komprehensif dan menyeluruh oleh masyarakat,” harapnya.(ads)

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: bogorindonesiakurikulum jaminan sosial

Related Posts

Cetak Lulusan Siap Kerja, ITN Malang Jadi Perguruan Tinggi Pertama yang Hadir di Portal HR Way
Pendidikan

Cetak Lulusan Siap Kerja, ITN Malang Jadi Perguruan Tinggi Pertama yang Hadir di Portal HR Way

Rabu, 4 Nov 2026
Unikama Latih 80 Guru Bahasa Inggris SMK Malang Manfaatkan AI
Advertorial

Unikama Latih 80 Guru Bahasa Inggris SMK Malang Manfaatkan AI

Selasa, 3 Nov 2026
Unikama Dampingi Peternak Lawang Kembangkan Usaha Permen Susu
Advertorial

Unikama Dampingi Peternak Lawang Kembangkan Usaha Permen Susu

Selasa, 3 Nov 2026
Jembatan Jaladhara Vana ITN Malang Masuk 10 Besar KJI XXI 2026
Advertorial

Jembatan Jaladhara Vana ITN Malang Masuk 10 Besar KJI XXI 2026

Selasa, 3 Nov 2026
ITN Malang - ITN Malang Susun RDTR Pulau Morotai untuk Buka Peluang Investasi
Advertorial

ITN Malang Susun RDTR Pulau Morotai untuk Buka Peluang Investasi

Selasa, 3 Nov 2026
Poltekkes Malang,petungsewu,stunting - Poltekkes Malang Latih 37 Kader Petungsewu Deteksi Dini Stunting
Advertorial

Poltekkes Malang Latih 37 Kader Petungsewu Deteksi Dini Stunting

Selasa, 3 Nov 2026
Next Post
grand miami hotel

Grand Miami, Hotel Bintang 4 yang Baru Buka di Kepanjen

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.