Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Politik

Penampakan Baliho Puan dan Airlangga di Malang

Pengamat Politik Bilang Penjajakan Publik

Redaksi by Redaksi
Agustus 6, 2021 1:09 pm
in Politik
Baliho Puan Maharani dan Airlangga Hartarto.

Baliho Puan Maharani dan Airlangga Hartarto terpampang bersebalahan di Jalan MT Haryono. foto/Rizal Adhi Pratama

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Baliho  Puan Maharani, Ketua DPR RI dan Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar, terpasang bersebelahan di lintasan Jalan MT Haryono, Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Pemandangan ini nampak cukup menarik, karena keduanya memang sedang dipromosikan maju dalam kontestasi Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024.

READ ALSO

Gerindra Kota Malang Sembelih 11 Sapi, Aspirasi Warga dan Semangat Pengabdian Digaungkan

Wajah Gen Z dan Perempuan Warnai Pengurus PAC PDI Perjuangan Kota Batu yang Baru

Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr Wahyu Winarjo mengatakan, bahwa hal ini adalah hal biasa terjadi di dunia politik.

“Saya sama apapun argumentasi atau alasan atau penjelasan atau kilah mereka (Puan Maharani dan Airlangga Hartarto), saya kira itu memiliki relevansi untuk penjajakan beliau-beliau untuk peluang menjadi Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia 2024. Jadi, penjajakan lah ini, mengetes respon publik,” terangnya saat dikonfirmasi pada Jumat (06/08/2021).

Wahyu mengatakan bahwa tentu yang memasang baliho Puan dan Airlangga tersebut adalah pendukung masing-masing figur tersebut baik partai politik atau bisa jadi pengurus ranting, pengurus cabang, pengurus daerah, atau pengurus wilayah. Yang tentu mendapatkan restu masing-masing figur tersebut yang dipasang gambarnya.

“Jadi pertimbangannya adalah pertimbangan psycho-politic atau sosio-politic untuk 2024,” ungkapnya.

Baliho Puan dan Airlangga
Baliho Puan dan Airlangga.

Namun, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini mengatakan, akan berat bagi Puan yang disokong Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), maupun bagi Airlangga untuk maju menjadi Calon Presiden.

“Opini kita kan bergantung pada fakta lapangan, dan fakta lapangan ini tersaji atau terhidangkan dalam hasil-hasil survei berbagai lembaga survei. Kalau kita lihat posisi Mbak Puan dan Pak Airlangga saya rasa akan berat menjadi RI1,” bebernya.

“Peluang beliau tetap ada, tapi sebagai RI2, karena ternyata dia (Puan Maharani dan Airlangga Hartanto) masuk juga di daftar nama calon presiden dan wakil presiden 2024. Jadi publik mengarah pada figur Mbak Puan, Pak Airlangga,” sambungnya.

Menurutnya, saat ini publik justru menginginkan sosok Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden Republik Indonesia untuk maju dalam kontestasi 2024.

“Tentang apakah mereka berkawan atau berkontestasi berhadap-hadapan dalam pasangan berbeda. Kalau dilihat dari publik sekarang nampaknya berat kalau untuk berpasangan, karena berdasarkan wacana publik ini kan maunya Pak Prabowo dipasangkan dengan Mbak Puan, sementara Pak Airlangga sedang mencari partner,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan bahwa strategi memasang baliho Puan dan Airlangga ini sangat berdampak pada elektabilitas suatu figur, karena rakyat Indonesia menurutnya cenderung membaca simbol.

“Simbol itu pertanda yang bisa publik diberbagai tempat dan pelosok. Jadi kalau awam itu akan membaca inilah jamannya figur ini atau figur itu,” tandasnya.

“Dulu kalau orang mau memilih presiden itu yang dibaca itu posko-posko (partai politik), orang akan mengatakan oh sekarang jamannya salah satu partai karena ada poskonya dimana-mana,” tambahnya.

Karena itulah, ia mengatakan bahwa pengeluaran untuk kampanye memang sangat besar.

“Oleh karena itu, politik itu memerlukan dana yang besar walau tidak harus melalui money politic. Karena sekarang aja udah mulai (memasang baliho puan dan Airlangga), padahal pilihannya 2024, dan kalau tidak salah agenda pemilihan presiden 2024 baru dimulai pada Bulan Maret 2022. Jadi wajar kalau itu muncul, dan itu boleh,” tandasnya.

“Dan nampaknya publik tidak ada yang resistance atau tidak ada yang melawan atas itu. Walau ada yang kontra pada calon-calon tertentu, itu normal. Tetapi tidak ada yang sangat dahsyat mencemooh, walau ada yang kritis ‘wah itu kok mau jadi calon presiden,'” sambungnya.

Ia juga mencontohkan bahwa di negara barat ada pengusaha yang diam-diam mendukung calon tertentu, memainkan itu, itu juga tidak masalah.

“Saya sering mengatakan bahwa presiden di suatu negara itu bukan hanya orang atau sosok yang diinginkan rakyat negara tersebut saja, tapi mereka adalah orang yang diterima negara-negara lain sahabat kita, tetangga kita, mitra kita,” pungkasnya.

Reporter: Rizal Adhi Pratama
Editor: Sujatmiko

Tags: Airlangga Hartartobaliho AirlanggaBaliho puanPuan Maharani

Related Posts

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo (kiri) dan Ketua Panitia Kurban DPC Partai Gerindra Kota Malang, Abu Bakar (kanan) menunjukkan daging kurban Gerindra Kota Malang di RPH Perumda Tunas Kota Malang untuk dibagikan ke masyarakat (M Sholeh)
Politik

Gerindra Kota Malang Sembelih 11 Sapi, Aspirasi Warga dan Semangat Pengabdian Digaungkan

Kamis, 28 Mei 2026
Pelantikan PAC PDIP Kota Batu. Foto: Dok.
Politik

Wajah Gen Z dan Perempuan Warnai Pengurus PAC PDI Perjuangan Kota Batu yang Baru

Senin, 25 Mei 2026
PSI
Politik

Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

Minggu, 24 Mei 2026
PKB Kota Malang
Politik

Hari Fraksi, PKB Kota Malang Buka Posko Penyampaian Aspirasi Setiap Hari Jumat

Sabtu, 2 Mei 2026
PDI Perjuangan Kota Malang
Politik

PDI Perjuangan Kota Malang Libatkan Anak Muda, Panaskan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

Minggu, 26 Apr 2026
Nasdem
Politik

Kader Nasdem Malang Raya Desak Tempo Minta Maaf dan Klarifikasi Soal Isu Merger Partai

Rabu, 15 Apr 2026
Next Post
Ilustrasi puisi Tuhan Tempat Bersandarmu/tugu malang

Tuhan Tempat Bersandarmu

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.