Malang, Tugumalang.id – Bisnis pakaian bekas atau thrifting memiliki potensi yang menjanjikan di Kota Malang. Pebisnis muda bernama Mustofa (23) membongkar potensi bisnis thrifting di Kota Malang. Tak main main, omzet bulannya mencapai angka Rp 40 juta.
Mustofa telah memulai usaha thrifting itu sejak 3 tahun terakhir. Saat ini, dia mengambil stok barang yang juga dikenal sebagai dalboan itu dari suplayer di Bali. Barang barang itu menurutnya juga berasal dari luar negeri.
Ketika beruntung, dia pernah mendapat jekpot atau menemukan pakaian branded. Seperti Gucci hingga Stone Island. “Paling mahal pernah laku Rp 1,5 juta,” kata Mustofa.
Dia membuka tokonya yang bernama Hokkydos Store Second di Jalan KH Hasyim Ashari, Kota Malang. Di toko ini, dia menjual pakaian hingga sepatu. Dalam sepekan, toko ini membuka stok pakaian second terbaru sebanyak 2 hingga 4 kali.
Baca Juga: 20 Merek Pakaian Thrifting Paling Diburu Pembeli
“Harga pakaian disini mulai Rp 5 ribu, kalau yang branded bisa sampai Rp 500 ribu. Ada juga yang gratis, tentu bonus untuk yang beli sekian ribu,” tuturnya.
Meski menjual pakaian bekas, Mustofa mengatakan bahwa barang barangnya tak kalah dari barang barang baru. Sebab, pembeli bisa menemukan barang branded jika beruntung.

“Pakaian yang paling banyak dibeli atau paling laku disini biasanya hody sama celana jeans. Kalau kemeja baru baru ini aja,” ujarnya.
Toko milik Mustofa terbilang ramai pembeli. Dari bisnis ini, dia menyampaikan bahwa mendapat omzet mencapai angka antara Rp 40-50 juta per bulan.
Memasuki bulan Ramadan 2024 ini, Mustofa mengaku juga mendapat berkahnya. Di tokonya banyak dikunjungi pembeli sejak awal Ramadan. Terlebih, awal Ramadan tahun ini bertepatan di awal bulan.
“Di awal puasa ini lumayan meningkat. Kemarin kan puasanya awal bulan. Jadi masih lumayan banyak yang datang, pembelinya,” kata dia.
Baca Juga: 5 Thrifting Shop di Malang, Cocok Buat Penyuka Fashion dengan Harga Terjangkau
Menurutnya, masa panen bisnis thrifting akan tiba jelang lebaran, tepatnya H-10 lebaran. Dikatakan, omzet saat masa panen ini bisa berlipat lipat dari omzet bulan lain.
“Tahun lalu, saat lebaran bisa 2-3 kali omzetnya, tergantung stok juga. Mudah mudahan lebaran ini semakin ramai dan habis semua satu toko,” ucapnya.
Jelang lebaran nanti, dia mengatakan akan membuka lebih banyak stok dari hari biasanya. Dikatakan, stok 10 bal yang biasanya dibuka 2 tahap, akan dibuka langsung sepanjang H-10 lebaran.
“H-10 kami juga menerapkan potongan harga 50 persen all item. Lalu untuk yang branded, ada potongan Rp 20-30 ribu,” imbuhnya.
Mustofa mengatakan bahwa calon pembeli tak perlu takut dengan barang barang second. Sebab di tokonya, pakaian akan dicuci dan disetrika setelah stok dibuka.
Meski begitu, dia juga menyarankan agar pembeli tetap mencuci pakaian second yang dibeli. Sebab, pakaian pakaian yang dipajang ditokonya ini juga dicoba pengunjung lain.
“Intinya meski second, kualitasnya gak kalah sama barang baru,” tandasnya.
BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News
*Program ini adalah program liputan untuk mendukung wirausaha lokal tumbuh dan berkembang. Supported by Paragon Corp (Wardah, Emina, Make Over, Kahf, Puteri, Biodef dll).
Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko