Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Pemkot Batu Pulihkan Hutan Penyangga, 650 Hektare Lahan Miring Ditanami Tanaman Kera

Redaksi by Redaksi
April 10, 2026 6:14 pm
in Pemerintahan
Pemkot Batu

Wali Kota Batu Nurochman saat memaparkan komitmennya terhadap lingkungan. Foto: Prokopim KWB

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu mulai merealisasikan komitmen menjaga kelestarian hutan penyangga di wilayahnya. Dalam waktu dekat, berbagai pohon dan tanaman keras akan ditanam di kawasan hulu hingga lereng miring seluas sekitar 650 hektare sebagai bagian dari program pemulihan ekosistem.

Langkah ini tidak hanya difokuskan pada konservasi lingkungan, tetapi juga dirancang untuk tetap memperhatikan kesejahteraan petani yang selama ini menggantungkan hidup dari kawasan hutan penyangga tersebut. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap upaya pelestarian dapat berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

READ ALSO

DLH Siapkan Pengelolaan Sampah Kota Malang dari Hulu hingga Hilir

Bapenda Kabupaten Malang Menyapa Warga di Pendopo Catat Ratusan Transaksi dari ASN

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Batu, Nurochman, di hadapan perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur di Kota Batu, Jumat (10/4/2026). Turut hadir perwakilan enam desa kawasan penyangga, yakni Tulungrejo, Sumberbrantas, Sumberjo, Tlekung, Gunungsari, dan Punten.

Pertemuan tersebut membahas rencana program pemulihan ekosistem hutan berbasis pemberdayaan masyarakat yang dijadwalkan berlangsung pada periode 2026 hingga 2028. Program ini menyasar kawasan penyangga di sekitar Tahura Raden Soerjo, yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di Kota Batu.

Baca juga: Komunitas BatuSkate Arena Skate Park di Taman Hutan Kota Bondas Tak Representatif

Pemkot Batu Dorong Perubahan Pola Tanam Petani

Nurochman menjelaskan, salah satu fokus utama program adalah mendorong perubahan pola tanam petani dari sistem tradisional menuju konsep agroforestri yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, menjaga hutan tidak dapat dilakukan hanya dengan pelarangan, tetapi harus diiringi dengan solusi ekonomi bagi masyarakat.

“Kota juga harus memastikan masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar hutan tetap memiliki sumber penghasilan yang layak. Kita tidak bisa bicara menjaga alam kalau urusan perut masyarakat tidak terpikirkan. Jadi kesejahteraan petani dan fungsi ekologi berjalan beriringan,” ungkapnya.

Politisi PKB yang akrab disapa Cak Nur itu menjelaskan, skema yang disiapkan mengusung keseimbangan antara ekonomi dan konservasi. Sekitar 60 persen fokus program diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat, sedangkan 40 persen lainnya difokuskan untuk menjaga fungsi ekologis hutan secara murni.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap kawasan hutan penyangga tetap terjaga sekaligus mampu mengurangi risiko bencana lingkungan.

“Kalau ekosistemnya sehat, saat hujan tidak banjir dan saat kemarau tidak terjadi kebakaran,” tambahnya.

Baca juga: Alih Fungsi Hutan di Kawasan Hulu Diduga Jadi Biang Banjir di Bumiaji Kota Batu

Reboisasi 650 Hektare dengan Tanaman Bernilai Ekonomi

Program pemulihan hutan ini akan dijalankan melalui tiga langkah utama. Pertama, reboisasi strategis dengan menanam komoditas bernilai ekonomi seperti alpukat, kopi, dan sukun di lahan miring seluas sekitar 650 hektare.

“Pemilihan komoditas tersebut bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai ekonomi bagi petani, tanaman keras juga berfungsi sebagai tegakan pelindung yang mampu menahan erosi dan mengurangi potensi longsor,” jelasnya.

Langkah kedua adalah penguatan sektor produktif petani. Pemkot Batu berencana memberikan dukungan alat pasca-panen seperti mesin pemecah biji dan grinder kopi. Selain itu, pemerintah juga akan membuka akses pasar yang lebih stabil bagi komoditas hasil petani hutan.

Langkah ketiga adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui sosialisasi dan pendampingan kepada sekitar 327 petani agar memiliki pemahaman yang sama dalam menjaga kawasan hutan.

Libatkan Belasan Desa dan 327 Petani

Cak Nur menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh kelompok tani yang terlibat. Ia bahkan membuka kemungkinan menerbitkan regulasi atau instruksi resmi untuk memastikan program konservasi berjalan sesuai kesepakatan.

“Saya butuh garansi. Jika pemerintah hadir memberikan dukungan alat dan jaminan pasar, apakah masyarakat siap patuh pada aturan konservasi?” tegasnya.

Program ini diperkirakan melibatkan lebih dari 12 desa di kawasan penyangga hutan Kota Batu. Nurochman juga menegaskan akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan implementasi program berjalan sesuai rencana.

“Saya sendiri akan mengecek ke lokasi. Kita harus tahu siapa saja yang benar-benar berkontribusi menjaga hutan,” katanya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: hulu kota batuhutan penyangga kota batukonservasi lingkungan kota batupemkot batutanaman keras

Related Posts

Pengelolaan sampah kota Malang
Pemerintahan

DLH Siapkan Pengelolaan Sampah Kota Malang dari Hulu hingga Hilir

Kamis, 28 Mei 2026
Jatim Park Group Siapkan Pengalaman Konser Spektakuler di Partilibur Caravan 2026
Advertorial

Bapenda Kabupaten Malang Menyapa Warga di Pendopo Catat Ratusan Transaksi dari ASN

Senin, 25 Mei 2026
Suasana santai antrean para CPNS yang mengakses layanan MCU di RSUD Karsa Husada. Foto: Azmy
Pemerintahan

Dilengkapi Fasilitas Medical Tourism, Layanan MCU RSUD Karsa Husada Diserbu CPNS di Malang

Senin, 25 Mei 2026
Pemkot Malang
Advertorial

Pemkot Malang Tegaskan Perlindungan Cagar Budaya dan Warisan Sejarah

Minggu, 24 Mei 2026
Koperasi Merah Putih
Pemerintahan

Diresmikan Presiden Prabowo, 4 Koperasi Merah Putih di Kota Batu Masih Terkendala Lahan

Jumat, 22 Mei 2026
Bupati Malang, Sanusi berdialog dengan penggiat sampah di TPA Talangagung Kepanjen. Foto: Pemkab Malang
Pemerintahan

Bupati Malang Apresiasi Penggiat Sampah, Beri Bantuan Sembako dan PBID BPJS Kesehatan

Kamis, 21 Mei 2026
Next Post
Batu Ekonomis Park.

Liburan 'Tipis-Tipis', Rasakan Sensasi Sambaran Ikan Predator di Feeding Arapaima Batu Ekonomis Park

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.