Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung para petani muda agar naik kelas dan berdaya saing. Salah satu langkah nyata adalah penyelenggaraan Demo Day Petani Muda Berjaya (PMB) Season II, yang digelar di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani.
Ajang kolaborasi antara Pemkot Batu dan CooSae ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian kini tak lagi identik dengan cangkul semata. Seiring kemajuan teknologi, dunia pertanian bertransformasi menjadi bidang kreatif yang sarat inovasi, bisnis, dan teknologi digital.

Wali Kota Batu Nurochman (Cak Nur) bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto hadir langsung menyaksikan sepuluh inovasi terbaik karya anak muda dalam program ini. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar hingga wirausahawan muda yang memiliki satu visi: menjadikan pertanian keren, modern, dan berdaya saing global.
Baca juga: Petani Muda Berjaya Resmi Diluncurkan di Kota Batu, Dorong Generasi Muda Jadi Agropreneur
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah inovasi Tim Saezzy dari SMAN 1 Batu yang menciptakan es krim berbahan dasar apel khas Batu. Produk ini tak hanya unik, tetapi juga mengusung konsep pemasaran berkelanjutan yang mendukung pelestarian Apel Batu sebagai ikon kebanggaan daerah.
“Apel Batu ini identitas kota kita. Kalau generasi mudanya peduli dan kreatif, saya yakin apel Batu akan tetap berjaya,” ujar Cak Nur.
Ia menambahkan, upaya pelestarian apel Batu bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi juga generasi muda yang mampu berinovasi lewat karya.
Selain pameran inovasi agrokreatif, kegiatan ini juga menghadirkan stan UMKM binaan CooSae dan sesi diskusi bersama para panelis lintas sektor. Sejumlah narasumber hadir memberikan masukan, di antaranya Prof. Candra Fajri Ananda, akademisi pertanian Rahmayani, serta perwakilan instansi terkait.
“Pertanian hari ini bukan lagi urusan sawah dan pupuk semata. Pertanian adalah inovasi, teknologi, dan keberanian membangun ekosistem berkelanjutan,” tegas Cak Nur.
Baca juga: Akselerasi HIPMI Gaungkan Kualitas Petani Muda Kota Batu Mendunia
Program Petani Muda Berjaya (PMB) sendiri bukan sekadar ajang kompetisi ide, melainkan program inkubasi pertanian muda yang bertujuan melahirkan generasi agropreneur tangguh. Para peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh, mulai dari teknik budidaya modern, pelatihan bisnis, pemasaran digital, akses permodalan, hingga peluang beasiswa dan kolaborasi lintas sektor.
“Tujuan akhirnya adalah melahirkan agropreneur muda yang adaptif terhadap perubahan iklim, berdaya saing, dan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal lewat branding serta teknologi digital,” jelas Cak Nur.
Dengan hadirnya program seperti PMB, Pemkot Batu berharap sektor pertanian menjadi semakin menarik bagi anak muda.
“PMB adalah langkah konkret mewujudkan visi Kota Batu sebagai kota agrokreatif. Kami ingin petani muda tidak hanya produktif, tapi juga mandiri, berdaya saing, dan bangga dengan profesinya,” ujarnya.
Program Petani Muda Berjaya sendiri telah menjadi gerakan bersama untuk mencetak generasi penerus sektor pangan. Melalui PMB, Kota Batu ingin berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis pertanian.
“Petani muda adalah kunci masa depan pangan Indonesia. Kita ingin anak-anak muda Batu tidak hanya menjadi petani sukses, tapi juga pengusaha pertanian yang membawa produk lokal naik kelas,” tutupnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























