Sabtu, Juli 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Internasional

PBB Bahas Kecerdasan Buatan di Dewan Keamanan, Dunia Waspadai Risiko dan Manfaat AI

Redaksi by Redaksi
September 25, 2025 11:31 am
in Internasional
Kecerdasan Buatan
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

New York, Tugumalang.id – Kebangkitan kecerdasan buatan (AI) menjadi sorotan utama dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (24/9/2025). Para pemimpin dunia dan diplomat sepakat bahwa AI memiliki potensi besar untuk mendukung perdamaian, pembangunan, hingga penelitian medis. Namun, di sisi lain, teknologi ini juga membawa risiko besar jika jatuh ke tangan yang salah, terutama terkait penggunaan militer dan penyebaran disinformasi.

Seperti dilansir Associated Press (AP), Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dalam pidato pembukaan menegaskan bahwa AI akan memengaruhi perdamaian dan keamanan internasional. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana dunia mengarahkan pengaruh AI agar digunakan secara bertanggung jawab.

READ ALSO

Acoustic Kitty, Saat CIA Jadikan Kucing sebagai Mata-mata di Era Perang Dingin

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini 10 Fakta Menariknya

“AI dapat memperkuat pencegahan konflik, mengantisipasi kerawanan pangan, mendukung pembersihan ranjau, hingga mendeteksi potensi kekerasan. Namun, tanpa batasan, AI juga bisa menjadi senjata,” tegas Guterres.

PBB
Bendera PBB. foto/freepik

AI: Antara Harapan dan Ancaman

Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy menyebut AI mampu menjaga logistik real-time, menganalisis sentimen dengan akurat, dan menyediakan sistem peringatan dini. Meski demikian, ia memperingatkan risiko serius jika AI digunakan dalam konflik bersenjata, seperti salah perhitungan militer, eskalasi tak terduga, hingga munculnya bot obrolan bertenaga AI yang dapat memicu konflik.

Sejak kemunculan ChatGPT sekitar tiga tahun lalu, AI telah menjadi topik utama di dunia. Perusahaan teknologi terus mengembangkan sistem yang lebih canggih, meski para pakar memperingatkan ancaman eksistensial—mulai dari pandemi rekayasa, misinformasi berskala besar, hingga risiko AI yang lepas kendali.

Baca juga: Menjelajahi Kekuatan Kecerdasan Buatan (AI): 13 Panduan Penggunaan yang Bijak dan Bertanggung Jawab

Upaya Tata Kelola Global AI

PBB kini tengah mendorong pembentukan arsitektur tata kelola baru untuk mengendalikan penggunaan AI. Bulan lalu, Majelis Umum mengesahkan resolusi pembentukan dua badan utama: forum global dan panel ahli ilmiah independen. Langkah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya tata kelola internasional AI.

Pertemuan Dewan Keamanan PBB kali ini juga menyoroti bagaimana AI bisa diterapkan sesuai hukum internasional dan mendukung misi perdamaian. Menteri Luar Negeri Sierra Leone, Timothy Kabba, menekankan pentingnya memastikan AI tidak digunakan militer tanpa pengawasan manusia.

“Dewan harus mendorong praktik terbaik, memastikan peran manusia tetap dominan dalam operasi militer, dan menjamin kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional,” ujar Kabba.

Baca juga: Seperti Inilah Kecerdasan Buatan (AI) Bagi Siswa di Masa Depan

Kekhawatiran Negara Berkembang: “Kolonialisme Digital”

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis membandingkan tantangan AI dengan senjata nuklir, menegaskan bahwa Dewan harus berperan besar dalam pengaturannya.

Sementara itu, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud memperingatkan risiko “kolonialisme digital” di Afrika. Ia menekankan perlunya kemitraan global agar AI tidak memperlebar kesenjangan, melainkan menjadi alat kemajuan bersama.

Kekhawatiran serupa diungkapkan Menteri Luar Negeri Aljazair Ahmed Attaf, yang menyebut hanya 10 dari 55 negara anggota Uni Afrika yang memiliki regulasi terkait teknologi informasi. Menurutnya, hal ini mengancam kedaulatan digital di benua Afrika.

Kesimpulan

Pertemuan Dewan Keamanan PBB menegaskan bahwa AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan isu global yang akan menentukan arah perdamaian, keamanan, dan keadilan di masa depan. Dengan tata kelola yang tepat, AI bisa menjadi alat untuk kesejahteraan manusia. Namun tanpa regulasi, teknologi ini berpotensi menjadi ancaman baru bagi dunia.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

redaktur: jatmiko

Tags: AIAntonio GuterresDewan Keamanankecerdasan buatankolonialisme digitalkonflik bersenjataPBBrisiko AItata kelola AI

Related Posts

Kucing sebagai mata-mata
Internasional

Acoustic Kitty, Saat CIA Jadikan Kucing sebagai Mata-mata di Era Perang Dingin

Selasa, 7 Apr 2026
Fakta menarik Mojtaba Khamenei
Internasional

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini 10 Fakta Menariknya

Senin, 9 Mar 2026
Potret Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Foto: Pinterest @zahra)
Internasional

Fakta-Fakta Penting Tewasnya Ali Khamenei dalam Serangan Udara di Teheran

Selasa, 3 Mar 2026
Bendera Iran, Amerika, dan Israel (Foto: Dado Ruvic/ Reuters)
Internasional

Dulu Sahabat, Kini Saling Serang: Sejarah Hubungan Iran, Amerika dan Israel

Selasa, 3 Mar 2026
Demonstrasi massa dalam Revolusi Iran 1978–1979 yang menuntut perubahan pemerintahan. (Foto: Pinterest @Eliza Annette)
Internasional

Perjalanan Revolusi Iran 1978–1979 dan Lahirnya Republik Islam

Selasa, 3 Mar 2026
Asap hitam terlihat membumbung di kawasan perkotaan di tengah eskalasi Perang Iran–Israel. (Foto: Mahmud HAMS/ AFP)
Internasional

Fakta Serangan Amerika dan Balasan Iran serta Dampaknya

Selasa, 3 Mar 2026
Next Post
tiket flash sale

Ada yang Berangkat dari Malang! Ini Cara Beli Tiket Flash Sale Promo HUT KAI 2025

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.