Jakarta, Tugumalang.id – ParagonCorp bersama Corpora Science mulai mengembangkan pendekatan multi-omics untuk memperkuat riset beauty berbasis sains di Indonesia dan memahami kondisi kulit masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan data biologis.
Kolaborasi tersebut merupakan kelanjutan riset advanced research ParagonCorp yang dimulai pada 2021 melalui penelitian genomik kulit masyarakat Indonesia. Pengetahuan dari riset itu kemudian menjadi salah satu landasan pengembangan salah satu produk ParagonCorp yang diluncurkan pada 2024.
Kini, pendekatan multi-omics dikembangkan untuk memperoleh pemahaman lebih komprehensif mengenai berbagai faktor biologis yang memengaruhi kondisi kulit.
Multi-omics membantu peneliti memahami kondisi biologis manusia dari berbagai sudut pandang. Jika genomik membaca salah satu bagian dari “cerita biologis” manusia, multi-omics menghubungkan berbagai lapisan informasi biologis, seperti metabolomik, proteomik, dan lipidomik.
Pendekatan tersebut menghasilkan gambaran lebih utuh mengenai proses yang terjadi di dalam tubuh. Kondisi kulit sendiri tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga paparan sinar matahari, iklim tropis, lingkungan, gaya hidup, pola aktivitas, hingga berbagai proses biologis di dalam tubuh.
Pemahaman terhadap masyarakat Indonesia menjadi fondasi dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Sebagai purposeful beauty tech company, ParagonCorp meyakini inovasi yang bermakna lahir dari fondasi ilmu pengetahuan yang kuat.
Perusahaan juga memperkuat kapasitas riset melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk membangun ekosistem penelitian yang mendorong lahirnya inovasi berbasis sains di Indonesia.
“Bagi ParagonCorp, kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama, melainkan langkah awal membangun ekosistem riset di Indonesia. Kami berharap semakin banyak penelitian berkelas dunia dapat lahir dari Indonesia. Pengembangan ekosistem riset merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk menghadirkan inovasi yang benar-benar bermanfaat dan relevan bagi masyarakat,” ujar dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO ParagonCorp.
Baca juga: ParagonCorp Berangkatkan 135 Karyawan Umrah, Program Apresiasi bagi Paragonian yang Mengabdi Tujuh Tahun
Menurut dr. Sari, kolaborasi tersebut menjadi milestone penting dalam membangun fondasi riset jangka panjang ParagonCorp. Penguatan kapabilitas ilmiah dipandang sebagai proses berkelanjutan agar setiap inovasi memiliki landasan penelitian yang semakin komprehensif dan relevan dengan karakteristik masyarakat Indonesia.
“Perjalanan dari genomik menuju multi-omics mengingatkan kami bahwa membangun ilmu pengetahuan tidak pernah instan. Setiap tahapan riset adalah fondasi yang memungkinkan kita memahami manusia dengan lebih utuh dan menghadirkan inovasi yang semakin berbasis sains, sehingga dapat semakin personalized, precise, dan relevant bagi konsumen,” lanjutnya.
Melalui kerja sama tersebut, ParagonCorp dan Corpora Science akan mengembangkan penelitian berbasis multi-omics yang menghubungkan berbagai lapisan data biologis secara bertahap. Kolaborasi mencakup pemanfaatan fasilitas laboratorium, pertukaran pengetahuan dan keahlian antarpeneliti, pengembangan metodologi penelitian, serta penyusunan publikasi ilmiah bersama.
Direktur Operasional Corpora Science Saptogiri mengatakan kemajuan riset membutuhkan kolaborasi yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu dan kompetensi.
“Setiap lapisan data biologis memberikan informasi yang berbeda. Ketika berbagai informasi itu mulai dihubungkan, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai proses biologis yang terjadi. Kapabilitas seperti ini tidak dapat dibangun secara instan, tetapi melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan metode penelitian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sinergi antara industri dan lembaga riset tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas penelitian sekaligus mendorong berkembangnya ekosistem riset beauty berbasis sains di Indonesia.
Kolaborasi itu juga diharapkan memperluas ekosistem penelitian nasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan jejaring antara industri dan lembaga riset, serta lahirnya publikasi ilmiah yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Baca juga: ParagonCorp dan ITB Revitalisasi 360° Dome Theater Museum ITB
Bagi ParagonCorp, investasi pada riset merupakan investasi jangka panjang. Perjalanan dari penelitian genomik pada 2021 hingga pengembangan pendekatan multi-omics menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membangun fondasi ilmu pengetahuan sebagai dasar setiap inovasi.
‘‘Kami berharap dapat memperkuat kapabilitas riset Indonesia sekaligus menghadirkan inovasi beauty berbasis sains yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia di masa depan,’’ harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























