Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Pahlawan Nasional Mohammad Tabrani, Wartawan Asal Madura yang Gagas Bahasa Indonesia jadi Bahasa Nasional

Redaksi by Redaksi
November 10, 2023 1:09 pm
in News
Mohammad Tabrani Soerjowitjirto ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada peringatan Hari Pahlawan Nasional 2023.

Mohammad Tabrani Soerjowitjirto ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada peringatan Hari Pahlawan Nasional 2023. (Foto/MUSEUM SUMPAH PEMUDA)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Sosok Mohammad Tabrani sangatlah penting dalam sejarah gerakan pemuda di era kemerdekaan. Atas jasanya, tokoh Jong Java asal asal Madura Jawa Timur ini menjadi salah satu nama yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada momen peringatan Hari Pahlawan Nasional 2023.

Nama Tabrani ditetapkan bersamaan dengan nama pahlawan lainnya, yakni Ida Dewa Agung Jambe (Bali), Bantaha Santiago (Sulawesi Utara), Ratu Kalinyamat (Jawa Tengah), K.H. Abdul Chalim (Jawa Barat) dan K.H Ahmad Hanafiah (Lampung).

READ ALSO

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Lantas, seperti apa sosok dan profil dari Mohammad Tabrani? Berikut ini kisah perjalanan hidup, perjuangan dan kontribusinya bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga: Abdul Manan Wijaya, Pahlawan Nasional Asli Malang yang Ahli Strategi Perang

Riwayat Hidup Mohammad Tabrani

Nama lengkapnya adalah Mohammad Tabrani Soerjowitjirto yang kemudian disingkat menjadi M. Tabrani S. Pria kelahiran Pamekasa, 10 Oktober 1904, ini adalah seorang politikus muda sekaligus jurnalis yang memberi pengaruh besar pada penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Lahir dari pasangan R Pandji Soeradi Soerowitjitro dan R Ayu Siti Aminah, Tabrani kecil menghabiskan masa kecilnya dengan bersekolah di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) di Surabaya karena pada masa itu, di Madura belum terdapat MULO.

Dikemudian hari, Tabrani pulang kampung dan mendirikan Neutrale MULO sehingga anak-anak Madura tak perlu jauh-jauh ke Surabaya usai lulus dari Hollandsch-Inlandsche School (HIS).

M. Tabrani (Duduk nomor 3 dari Kiri) sebagai ketua Kongres Pemuda 1 pada tahun 1926.
M. Tabrani (Duduk nomor 3 dari Kiri) sebagai ketua Kongres Pemuda 1 pada tahun 1926. (Foto/Dok. Museum Sumpah Pemuda)

MULO merupakan sebutan bagi pendidikan dasar atau sekolah menengah pertama yang masuk dalam program pendidikan dasar 9 tahun. Usai bersekolah di Surabaya, Tabrani melanjutkan pendidikan ke Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren atau OSVIA yang ada Bandung.

OSVIA merupakan sekolah khusus bagi pribumi yang nantinya diproyeksikan menjadi pegawai negeri sipil. Sekolah untuk calon pegawai bumiputra ini dikemudian hari kita kenal dengan nama Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN.

Baca Juga: KH Masjkur, Pahlawan Nasional Asal Malang yang Sempat Jadi Menteri di Era Kemerdekaan

Jejak Karir Tabrani Sebagai Jurnalis

Mengutip catatan Soebagijo I.N (1981) dalam karyanya berjudul “Jagat Wartawan Indonesia”, minat jurnalistik Tabrani mulai muncul usai ia menamatkan sekolahnya di OSVIA pada 1925. Kala itu, ia sudah memimpin Harian Baroe.

Setelahnya, saat ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Köln di Eropa, Tabrani masih berkontribusi dan membantu surat kabar Indonesia selama periode 1926 hingga 1930. Di Eropa, Tabrani menempuh pendidikan Ilmu Jurnalistik yang kala itu tak terlalu populer dan hanya ada beberapa orang, seperti Djamaluddin Adinegoro dan Jusuf Jahja

Sosok Mohammad Tabrani memang lekat dengan dunia jurnalistik. Usai menamatkan pendidikan dan kembali ke tanah air, karir Tabrani sebagai jurnalis dan redaksi media terus menanjak. Ia pun dipercaya menjadi pimpinan majalah Reveu Politik Jakarta pada 1930 hingga 1932.

Setelahnya, pada 1932 hingga 1933, Tabrani memimpin media Sekolah Kita yang ada di Pamekasan. Lalu ia juga memimpin redaksi di Harian Pemandangan dan Mingguan Pembangoenan.

Kala itu, melalui harian Pemandangan, Tabrani memperjuangkan dan menyuarakan Petisi Sutardjo. Yang mana berisi tuntutan pada Hindia Belanda untuk memberi kesempatan rakyat Indonesia membentuk parlemennya sendiri pada 1936.

Tabrani menjadi pemimpin majalah Reveu Politik di Jakarta dari tahun 1930 hingga 1932, pemimpin surat kabar Sekolah Kita di Pamekasan dari tahun 1932-1936, dan menjadi direktur sekaligus pemimpin Harian Pemandangan dan Mingguan Pembangoenan.

Di Harian Pemandangan, Tabrani pun menjabat sebagai pemimpin redaksi selama dua periode. Mulai Juli 1936 hingga Oktober 1940 dan Juli 1951 hingga April 1952. Ia pun sempat bergabung dengan bagian jurnalistik Dinas Penerangan Pemerintah. Kiprahnya membuat Tabrani juga dipercaya sebagai ketua umum Persatuan Djurnalis Indonesia atau PERDI pada 1939 hingga 1940.

Beda Pendapat dengan Moh Yamin, Tabrani Usulkan Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Nasional

Jejak perjuangan dan sosok Mohammad Tabrani tak hanya dikenal sebagai jurnalis. Namun juga berdiri di barisan organisasi kepemudaan. Terbukti dengan dipercayanya Tabrani menjadi Ketua Kongres Pemuda 1 yang berlangsung di Loge Ster in Het Oosten atau Lojo Bintang Timur Batavia pada 30 April hingga 2 Mei 1926.

Salah satu momen paling terkenal adalah saat Tabrani berbeda pendapat dengan Mohammad Yamin pada kongres pemuda pertama tersebut. Dalam laman Kemdikbud, disebutkan bahwa Mohammad Yamin sempat naik pitam karena Tabrani menolak butir ketiga pidato Yamin yang berisi “menjunjung bahasa persatuan, bahasa Melayu”.

Alasannya, karena bahasa Melayu lebih merujuk pada salah satu suku bangsa di Nusantara. Ia mencontohkan bahasa Melayu Riau atau bahasa Mardiken yang juga digunakan oleh kolonial Portugis dan Belanda. Menurut Tabrani, harusnya bahasa persatuan adalah bahasa nasional yang dapat digunakan dan dituturkan oleh masyarakat dari Aceh hingga Papua.

Sebagai ketua kongres, Tabrani berpendapat bahwa bahasa persatuan harusnya menggunakan Bahasa Indonesia, bukan Melayu. Perbedaan pendapat ini bahkan membuat pengambilan keputusan ditunda hingga tanggal 28 Oktober 1928 yang kemudian dikenal sebagai ikrar sumpah pemuda. Dimana akhirnya Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa persatuan.

Tabrani pun wafat pada 12 Januari 1984 dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Atasa jasanya, ia dianugerahi tanda jasa perintis kemerdekaan. Hingga pada Jumat, 10 November 2023 ia mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional. Demikianlah sosok Mohammad Tabrani patut menjadi teladan bagi generasi muda.

Penulis: Imam A. Hanifah

Editor: Herlianto. A

Tags: Hari Pahlawan NasionalJurnalis Jadi PahlawanMohammad TabraniPahlawan

Related Posts

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah
News

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Senin, 31 Agu 2026
Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang
News

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Senin, 31 Agu 2026
Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta
News

Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta

Senin, 31 Agu 2026
66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang
News

66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang

Senin, 31 Agu 2026
Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU
News

Muktamar ke-35 NU Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU

Senin, 31 Agu 2026
Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan
Advertorial

Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan penghargaan pada orang-orang yang berjasa.

Peringati Hari Pahlawan, Wahyu Hidayat Deklarasikan Ekraf Sebagai Simbol "Local Heroes"

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.