Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Padepokan Sastra Tan Tular, Perpustakaan di Wendit Berisi 7 Ribu Buku Koleksi Prof Henricus Supriyanto

Redaksi by Redaksi
Juni 3, 2025 7:03 pm
in News
Seorang pustakawan menata ulang koleksi buku di Padepokan Sastra Tan Tular. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Seorang pustakawan menata ulang koleksi buku di Padepokan Sastra Tan Tular. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Tersembunyi di dalam gang PDAM yang hanya berjarak beberapa meter dari Taman Wisata Air Wendit, berdiri sebuah perpusatakaan yang menyimpan 7 ribu buku. Perpustakaan bernama Padepokan Sastra Tan Tular tersebut berisi koleksi buku milik Prof Henricus Supriyanto.

Semasa hidupnya, Prof Henricus merupakan seorang akademisi dan budayawan yang sangat getol dalam melestarikan kesenian ludruk. Ia pun mendapatkan julukan Profesor Ludruk berkat pengabdiannya terhadap kelestarian ludruk.

READ ALSO

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Baca Juga: Pesona Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya, Tempat Belajar Mahasiswa dengan Fasilitas Lengkap dan Nyaman

Padepokan Sastra Tan Tular didirikan secara informal sejak tahun 1990-an. Padepokan ini bermula dari rumah keluarga Prof. Henricus di Jalan Simpang Bogor, Kota Malang.

Padepokan Sastra Tan Tular menyediakan ruang bagi masyarakat untuk membaca dengan leluasa. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Padepokan Sastra Tan Tular menyediakan ruang bagi masyarakat untuk membaca dengan leluasa. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Awalnya hanya rumah biasa yang penuh buku, tapi kemudian Bapak menambah ruangan khusus di belakang rumah untuk dijadikan kantor sekaligus perpustakaan pribadi,” ujar putri sulung Prof Henricus, Anastasia Priastuti Brannan, beberapa waktu lalu.

Sejak kecil, ia kerap menyaksikan ayahnya menambah koleksi buku di rumah mereka. Menjelang akhir 1990-an, koleksi tersebut mulai dipindahkan ke rumah yang berada di Dusun Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Koleksi sastra lawas di Padepokan Sastra Tan Tular. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Koleksi sastra lawas di Padepokan Sastra Tan Tular. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Perpustakaan pribadi yang dibuka untuk umum secara terbatas

Pada awal 2000-an, koleksi pribadi tersebut mulai dibuka secara terbatas untuk mahasiswa dan peneliti dari berbagai penjuru Indonesia. Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah Mada (UGM) bahkan datang ke sana untuk mencari literatur dan berdiskusi langsung dengan Prof Henricus.

Baca Juga: Cerita 5 Hantu Legendaris di Kampus UB, Ada Sosok Centil Sampai Patah Hati

Guru besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut tak jarang mempersilakan para mahasiswa bermalam agar mereka bisa mendalami riset dengan lebih leluasa. Mahasiswa yang berhasil menyelesaikan skripsi, tesis, dan disertasi lewat melalui riset di perpustakaan ini, menyerahkan salinan karya mereka sebagai bentuk kontribusi.

Foto Prof Henricus Supriyanto di dalam perpustakaan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Foto Prof Henricus Supriyanto di dalam perpustakaan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Prof Henricus tak segan ikut memberi bimbingan tentang teknik penulisan agar tulisan mereka betul-betul mudah dipahami dan semua data tersampaikan dengan gamblang,” tambah Anastasia.

Koleksi kliping majalah lawas dan penelitian mahasiswa

Salah satu keunikan Padepokan Sastra Tan Tular adalah koleksi kliping majalah-majalah lawas dan hasil penelitian mahasiswa. Kliping majalah tersebut telah dikerjakan oleh Prof Henricus sejak tahun 1970-an.

Semasa hidupnya, Prof Henricus rajin membuat kliping tentang banyak hal. Salah satu koleksi kliping yang menonjol adalah potongan berita-berita di majalah tempo yang masih tersimpan dengan rapi.

Koleksi kliping majalah. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Koleksi kliping majalah. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Beliau suka sekali membuat kliping. Kliping dibuat sekitar tahun 1970an hingga awal 2023 sebelum beliau sakit pada Maret 2023,” kata Anastasia.

Seperti yang disebutkan di atas, para mahasiswa yang melakukan riset dengan menggunakan literatur di Padepokan Sastra Tan Tular menyumbangkan satu eksemplar hasil penelitian mereka di perpustakaan ini.

Tentunya ini menjadi keunikan karena hasil penelitian tersebut belum tentu bisa diakses di perpustakaan lain. Hingga saat ini, berbagai penelitian mulai skripsi hingga disertasi masih tersimpan dengan baik di sana.

Koleksi hasil penelitian mahasiswa. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Koleksi hasil penelitian mahasiswa. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Selain itu, perpustakaan ini juga menyimpan buku-buku cetakan lama yang sudah sulit ditemui di pasaran. Karya sastra lawas seperti Sitti Nurbaya dan karya-karya Pramoedya Ananta Toer bisa dengan mudah ditemukan di Padepokan Sastra Tan Tular.

Koleksi buku yang lahir dari semangat berbagi ilmu

Hingga wafatnya pada 2023, Prof Henricus berhasil mengumpulkan lebih dari 7.000 buku. Ini merupakan hasil akumulasi dari minat baca dan kecintaan luar biasa terhadap ilmu pengetahuan.

Menurut Anastasia, ayahnya sangat mencintai buku dan memiliki semangat yang tinggi untuk berbagi ilmu, terutama dengan generasi yang lebih muda. Salah satu ungkapan yang sering disampaikan Prof Henricus adalah, “Mereka menganggap saya gila karena tidak memiliki mobil. Saya menggunakan uang saya untuk membeli buku-buku.”

Anastasia mengatakan, Prof Henricus tidak pernah memiliki mobil yang tergolong mewah semasa hidupnya. Mobil keluarga mereka pun cukup sederhana, namun berfungsi dengan baik.

“Mobil yang kami miliki adalah mobil lama yang masih berfungsi dengan baik membawa kami sekeluarga pergi bersama-sama dengan nyaman, terutama saat cuaca buruk,” kenang Anastasia.

Tan Tular, nama yang sarat makna

Nama Padepokan Sastra Tan Tular bukan dipilih secara sembarangan. Menurut Anastasia, nama ini diberikan sendiri oleh Prof. Henricus di tahun 2001 yang terinspirasi dari seorang pujangga Majapahit legendaris.

Tan Tular dikenal sebagai sosok yang tidak tertular gaya penulisan pujangga sebelumnya, simbol dari kemandirian berpikir dan kebaruan ekspresi. Semangat inilah yang ingin diwariskan Prof Henricus melalui padepokan ini.

“Nama Tan Tular sendiri merupakan sebutan yang diberikan masyarakat padanya, karena tidak ada seorang pun yang mengetahui nama kecilnya,” kata Anastasia.

Setelah wafatnya Prof Henricus, keluarga meneruskan pengelolaan perpustakaan dengan dukungan dua pustakawan muda, Endah dan Nafa. Mereka merapikan katalog, menjaga koleksi, serta membuka akses lebih luas kepada publik.

Padepokan Sastra Tan Tular buka setiap hari Kamis-Minggu pukul 09.00-16.00. Perpustakaan ini dibuka dengan harapan bisa menjadi pusat kebudayaan serta wadah bagi para seniman dan budayawan untuk saling bertukar inspirasi.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: Padepokan Sastra Tan TularperpustakaanPerpustakaan di Wenditsastra

Related Posts

Candi Kidal
News

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
KEmarau panjang
News

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Senin, 1 Jun 2026
Gus IQdam
News

Gus Iqdam Bakal Isi Pengajian di Stadion Gajayana Kota Malang Peringati Hari Bhayangkara

Senin, 1 Jun 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Senin, 1 Juni 2026 diperkirakan dominan berawan dan udara kabur. /Foto: Ilustrasi dibuat dengan AI.
News

Prakiraan Cuaca Malang Senin 1 Juni 2026: Berawan dan Kabut

Senin, 1 Jun 2026
PEsantren Cabul
News

Tanggapi Pernyataan Soal Banyak Pesantren Cabul di Malang, Gus Fahrur: Tidak Boleh Menggeneralisir!

Minggu, 31 Mei 2026
Satlantas Polres Malang
News

Satlantas Polres Malang Bekali 80 Warga Lewat Coaching Clinic Keselamatan Berkendara

Minggu, 31 Mei 2026
Next Post
Salah satu ikon Florawisata Santerra de Laponte. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Dewan Minta Pemkab Malang Segel Florawisata Santerra de Laponte yang Diduga Tak Kantongi Izin Lengkap

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.