MALANG, Tugumalang.id – Berbekal ketertarikan pada dunia pendidikan dan pernah menjadi tutor Bahasa Indonesia bagi orang asing membuat Omar Danishwara menemukan passion di bidang pendidikan. Sosok yang pernah bergiat di Rumah Wijaya itu menjadikan bidang pendidikan jalan hidup bagi.
Dia menempuh pendidikan di Jurusan Bahasa Inggris di jenjang Strata 1 (S1) dan Strata 2 (S2) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Di situ Omar aktif di bidang pendidikan. Ia sempat menjadi tutor Bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing di UNY. Selain itu, ia juga aktif sebagai asisten dosen.
Kepada Tugumalang.id, Omar bercerita pengalamannya sempat menjadi tutor program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di UNY yang berperan membantu para peserta program yang berasal dari berbagai negara belajar bahasa dan budaya Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Rektor Unisma Terpilih 2024-2028, Prof. Junaidi Mistar yang Pernah Bekerja Jadi Petugas Patung Demi Dapat Data Riset di Australia
Kemudian takdir Tuhan membawanya ke Tiongkok atau China untuk menjadi dosen tamu di Yunnan Minzu University and Xi’an International Studies in China.
Berada di Negeri Tirai Bambu membuat Omar memiliki pandangan bahwa rasa nasionalisme penting untuk dimiliki setiap anak muda.
Hal itu bukan hanya sekedar ucapan saja, dia melihat dan terlibat langsung bagaimana anak-anak muda berperan penting dari setiap perubahan di China yang didasari oleh rasa nasionalisme terhadap bangsa mereka.
Omar menilai rasa nasionalisme dapat dipupuk melalui bahasa. Bahasa dapat membuat hubungan antar bangsa sebagai alat diplomasi semakin erat.
Ia melihat langsung anak muda di China begitu antusias mengenalkan bahasa mereka secara global. Hal itu dapat menjadi contoh bagi anak muda di Indonesia untuk berkontribusi dalam kemajuan bangsa melalui bahasa.
Baca Juga: Cerita Owner De Jenangs Jaga Eksistensi Usaha, Berawal dari Makanan Favorit Masa Kecil Kini jadi Ladang Rezeki
“Nasionalisme itu memang patut atau mutlak dimiliki oleh setiap bangsa Indonesia dengan latar belakang apa pun. Enggak harus dari Jurusan bahasa untuk bisa mengenalkan bahasa Indonesia ke orang-orang,” tuturnya.
“Membawa bahasa Indonesia mendunia itu bisa dilakukan oleh siapa pun dengan latar belakang apa pun. Nasionalisme itu mutlak dimiliki setiap anak muda dengan mengenalkan bahasa Indonesia. Bahasa itu menjadi alat diplomasi yang kuat untuk bisa membuat hubungan antar bangsa atau negara semakin kuat,” imbuh Omar Danishwara.
Berbekal pengalamannya mengajar di China, Omar bermimpi bisa menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa global. Menurutnya anak muda Indonesia harus berpikiran maju dan bisa membuka diri dengan peluang-peluang di masa depan.
“Saya bermimpi bahasa Indonesia digunakan masyarakat global. Kita mulai berpikir untuk bisa membuka diri dengan segala bentuk kondisi dan juga semangat untuk semakin maju,” terang pria yang saat ini juga aktif di Pemimpin.id tersebut.
Mengapa bahasa menjadi penting sebagai bagian dari kemajuan sebuah bangsa?. Omar melihat bagaimana Pemerintah China memfasilitasi anak muda mereka dengan menjadi tutor bahasa ke beberapa orang asing yang berasal dari negara-negara potensial bagi China.
Diplomasi melalui bahasa dan budaya menjadi jalan lain untuk menguatkan kerja sama dengan negara-negara lain sebagai mitra dan tidak hanya melalui jalur politik maupun ekonomi saja.
Dari situlah, ia melihat ada peluang serupa bagi anak-anak muda Indonesia untuk bisa membawa negaranya semakin maju. Namun tantangannya, anak muda harus siap untuk berkompetisi di persaingan global.
“Pengalaman saya mengajar di China, mereka (pemerintah) sudah menyiapkan segala hal termasuk membuka Prodi (Program Studi) bahasa yang ditutur oleh mereka ke negara-negara potensial untuk mereka. Dari situ kita bisa belajar untuk Indonesia bahwa kita harus siap dengan itu (bahasa),” ujarnya.
“Kita harus siap dengan itu, jadi tidak hanya hal-hal yang sifatnya urusan politik apalagi ekonomi tetapi ada juga sektor budaya dan bahasa yang bisa masuk. Bisa melalui program bahasa atau pertukaran pelajar, ini bisa membuka peluang untuk berkompetisi di kancah global,” lanjut Omar.
Untuk bisa mencapai hal tersebut, menurutnya dibutuhkan peran anak muda yang saling berkolaborasi. Alasan mengapa China bisa berkembang begitu pesat karena berdasarkan pengalaman Omar selama mengajar di China. Anak muda di sana banyak melakukan kolaborasi di berbagai bidang.
Melalui kebersamaan itulah kemudian memberi dampak dan kebermanfaatan besar yang membuat negara mereka semakin maju dan diperhitungan di percaturan internasional.
“Anak muda berperan di banyak hal, mereka sudah disiapkan untuk menghadapi tantangan global tetapi di tahun-tahun selanjutnya setelah itu mereka ambil aksi atau action. Mereka anak muda di China berkolaborasi bersama untuk maju,” jelasnya.
“Itu bisa dilakukan anak muda dari negara-negara lain termasuk Indonesia. Semangat seperti itu yang bisa juga dibawa ke Indonesia untuk memunculkan ide bersama-sama menyiapkan perubahan,” imbuh Omar.
Mimpi Omar tersebut seperti menemukan sebuah jalan saat bertemu dengan CEO Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI) part of Paragon Corp, Salman Subakat yang juga memiliki kepedulian terhadap anak muda melalui semangat kolaborasi dan memberi kebermanfaatan.
Bertemu di tahun 2019, setahun berselang Omar Danishwara mulai terlibat aktif Rumah Wijaya. Kemudian aktif di Pemimpin.id terutama setelah Rumah Wijaya menjadi satu wadah dengan Pemimpin.id.
Dari situ, Omar merasa menemukan lingkungan yang tepat untuk terlibat aktif mendorong anak muda untuk berkolaborasi dan melakukan perubahan yang berkemajuan.
“Saya merasakan dan selalu sadar apa yang menjadi harapan saya tentang anak mudah saling mendukung dan berkolaborasi ada di komunitas Pemimpin.id. Bagaimana kolaborasi belajar di berbagai hal mulai kepemimpinan, kebijakan publik, dan juga pendidikan terutama,” papar Omar.
“Kita bersama sebagai ekosistem, dari situ saya merasa Pak Salman dan mentor yang lain dengan ekosistem yang ada selalu saling berhubungan satu dengan yang lain,” tambahnya.
Walau kini Omar sudah tidak lagi aktif di Rumah Wijaya tetapi ia masih bergiat aktif di Pemimpin.id. Omar berharap mimpinya tentang anak muda Indonesia untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa bisa diwujudkan melalui semangat kolaborasi.
Di akhir obrolan, Omar kembali mengingatkan bahwa anak muda Indonesia perlu menyiapkan diri sebaik mungkin. Karena di masa depan setiap sektor akan diisi oleh anak-anak muda.
“Anak muda itu perlu menyiapkan diri untuk bisa mengisi di setiap lini. Peran mereka itu di setiap sektor dan nggak bisa dielakkan lagi di masa depan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























