Nasib 942 Calon Jemaah Haji Masih Terkatung-katung

  • Whatsapp
Ilustrasi haji. Foto: Pixabay

Tugumalang.id – 942 calon jemaah haji asal Kota Malang di tahun 2021 ini masih harus gigit jari. Hingga saat ini, keputusan pemerintah Arab Saudi terkait keberangkatan para calon jemaah haji juga masih belum jelas.

Akibatnya, kuota calon jemaah haji (CJH) ini nanti akan semakin mengalami penumpukan jika jadwal pemberangkatan haji di tahun ini kembali tertunda. Bahkan pendaftar CJH di tahun 2021 dijadwalkan bisa berangkat pada tahun 2052 mendatang.

Bacaan Lainnya

”Setiap hari saja pendaftar CJH terus bertambah antara 10-15 orang. Kalau daftar tahun ini, jadwal berangkat ya tahun 2052. Kalau masih ada penundaan jelas nanti ada penumpukan antrean,” kata Kasi Penyelenggara Haji Umrah Kemenag Kota Malang, Amsiyono, pada Senin (24/5/2021).

Belum lagi, lanjut Amsiyono, kondisi itu juga harus menyesuaikan jumlah kuota tersedia yang juga terbatas. Sementara, permintaan keberangkatan haji selalu meningkat.

“Saat ini, ada 221 ribu kuota nasional. Yang 17 ribu-an itu untuk haji plus dan sisanya untuk reguler itu,” paparnya.

Meski begitu, jika selama masa tunggu antrean itu ada pendaftar haji yang meninggal, sesuai peraturan UU No 8 Tahun 2019, maka porsi haji bisa dialihkan kepada ahli waris, atau juga dana porsi haji bisa dilakukan pengembalian. “Kalau yang sebelumnya uang kembali, sekarang bisa digantikan ahli waris. Seumpama ahli waris tidak berminat, ya tetap boleh diganti uang seperti sebelumnya,” ungkap Amsiyono.

Sebagai informasi, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan bahwa ibadah haji 2021 bisa kembali digelar dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Namun, belum diketahui secara pasti negara mana saja yang mendapatkan izin pemberangkatan jemaah untuk ibadah haji.

Baca Juga  Gunung Bromo Steril Kendaraan Bermotor 3 Hari di Wulan Kapitu

Setidaknya, sudah ada sebanyak 942 CJH di Kota Malang telah didaftarkan untuk diberangkatkan tahun ini. Jika ada kloter pemberangkatan, maka kloter pertama rencananya sudah bisa dijalankan pada 15 Juni 2021 mendatang.

Meski belum ada petunjuk lanjut, pihaknya tetap melakukan serangkaian persiapan. “Kalau sewaktu-waktu ada perintah pemberangkatan, kami siap,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *