Tugumalang.id – Pergerakan pasar saham naik turun dalam beberapa waktu terakhir. Kini, sebagian investor mulai menunjukkan tren melirik investasi sektor properti. Melihat peluang itu, Metro Point menawarkan peluang bisnis kost premium di Kota Malang yang punya potensi menghasilkan income strategis.
Lokasinya yang strategis, rumah kost di Malang diproyeksikan menjadi properti produktif sebagai salah satu instrumen investasi. Berbeda dengan aset yang nilainya bergerak harian di layar bursa, rumah kost menawarkan arus kas dari sewa sekaligus potensi kenaikan nilai aset dalam jangka panjang.
Baca Juga: Warga Muharto Gelar Upacara HUT RI dengan Kostum Pejuang 45
Kota Malang masih menjadi salah satu daerah dengan prospek investasi rumah kost yang menjanjikan. Melihat peluang itu, Metro Point Sigura Gura hadir menawarkan konsep rumah kost premium yang dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai aset produktif bagi investor.

Berlokasi di Jalan Mertojoyo, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Metro Point berada di koridor utama kawasan pendidikan. Area ini dikelilingi sejumlah perguruan tinggi besar, seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hingga Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Manager Pemasaran Metro Point, Yudi mengatakan bahwa kawasan tersebut dipilih karena memiliki permintaan hunian yang stabil dan terus meningkat setiap tahun. Dikatakan, ada 350 ribu mahasiswa aktif di Kota Malang dan setiap tahunnya lebih dari 45 ribu mahasiswa baru datang untuk melanjutkan pendidikan.
Baca Juga: 5 Toko Kasur Busa Terbaik di Malang
“Kondisi ini menciptakan kebutuhan hunian yang terus berulang sehingga investasi rumah kost memiliki prospek yang sangat baik,” ungkapnya.
Menurutnya, karakter permintaan inilah yang membedakan kost dari banyak instrumen investasi lain. Selama kampus tetap beroperasi dan mahasiswa baru terus berdatangan, kebutuhan akan kamar sewa akan selalu ada, terlepas dari naik turunnya pasar modal.

“Rumah kost bukan sekadar properti, tetapi juga aset produktif yang memiliki pasar nyata, dengan potensi menghasilkan pendapatan sewa sekaligus kenaikan nilai aset dalam jangka panjang,” imbuhnya.
Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa keunggulan lain bisnis kost terlihat saat inflasi meningkat. Ketika harga barang dan jasa naik, nilai tanah dan bangunan umumnya ikut terkerek karena biaya material, upah tukang dan harga lahan juga naik.
Pemilik kost juga memiliki ruang untuk menyesuaikan tarif sewa mengikuti kenaikan harga. Penyesuaian ini lazim dilakukan saat pergantian kontrak tahunan, yang di kota pendidikan bertepatan dengan awal tahun ajaran baru. Dengan begitu, pendapatan sewa bisa bergerak seiring laju inflasi.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Kelinci Hewan Peliharaan Terbaik bagi Gen Z
Kondisi berbeda kerap dialami pasar saham. Inflasi tinggi biasanya diikuti kenaikan suku bunga, yang dapat menekan harga saham. Di sisi lain, laba perusahaan juga bisa tergerus akibat naiknya biaya produksi, sehingga imbal hasil investor ikut tertekan.
Untuk itu, properti produktif seperti kost kerap dipandang sebagai salah satu instrumen lindung nilai (hedging) terhadap inflasi. Aset ini tidak hanya menjaga nilai kekayaan, tetapi juga tetap menghasilkan arus kas rutin.
Yudi menekankan, Metro Point lahir dari pengalaman perusahaan dalam mengelola rumah kost secara profesional sebelum akhirnya menjadi pengembang properti. Pengalaman tersebut membuat perusahaan memahami kebutuhan penghuni, strategi menjaga tingkat okupansi, hingga sistem operasional yang mampu mengoptimalkan performa investasi.
“Investor tidak hanya membeli bangunan, tetapi juga berinvestasi pada aset produktif yang didukung pengalaman operasional dan sistem pengelolaan yang telah teruji,” katanya.
Salah satu kekhawatiran terbesar calon investor kost adalah risiko kamar kosong. Untuk menjawab hal itu, Metro Point didukung oleh manajemen kost berpengalaman yang telah mengelola lebih dari 5 proyek cluster kost dengan total 400 kamar yang terisi penuh. Manajemen kost memungkinkan membantu pemasaran unit, pelayanan penghuni hingga perawatan bangunan.
Selain okupansi, aspek legalitas menjadi pertimbangan utama sebelum membeli properti investasi. Tidak sedikit calon investor yang khawatir terhadap proyek dengan status lahan belum jelas atau sertifikat yang masih dalam proses.
Metro Point memastikan sertifikat lahan proyek sudah on hand atau telah berada di tangan pengembang. Status ini memberikan kepastian hukum bagi investor sejak awal transaksi. Calon pembeli juga tetap dapat memeriksa dokumen kepemilikan secara langsung sebelum mengambil keputusan, sebagai bagian dari langkah kehati hatian dalam berinvestasi properti.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A





































