Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Merawat Seni Budaya, Seribu Jaranan Guncang Alun-alun Tugu Kota Malang

Redaksi by Redaksi
Desember 11, 2022 3:36 pm
in Budaya
seribu seniman jaranan

Penampilan seribu seniman Jaranan di Alun Alun Tugu Kota Malang (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang – Seribu seniman Jaranan mengguncang bundaran Alun-alun Tugu Kota Malang. Para seniman itu membuat decak kagum para penonton saat tampil serentak dalam ‘Gelaran Agung Jaranan Malang Raya pada Minggu (11/12/2022).

Dalam gelaran seni budaya itu, mereka menampilkan kesenian khas Jawa mulai Jaranan Dor Kidalan, Bantengan hingga Reog Ponorogo. Mereka tampil serentak mengitari bundaran Alun Alun Tugu Kota Malang. Ribuan penonton juga tampak memadati lokasi itu.

READ ALSO

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Seniman jaranan. foto/M Sholeh

Ketua Pelaksana Gelaran Agung Jaranan Malang Raya, Ratmoko mengatakan bahwa kegiatan ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan persatuan ratusan grup kesenian Jaranan di Malang Raya.

Menurutnya, Jaranan merupakan kesenian yang pernah digunakan para wali sebagai media dakwah dalam menyebarkan ajaran Islam. Untuk itu, kegiatan ini juga sebagai wadah merawat warisan peninggalan leluhur.

“Jaranan itu ajaran kebenaran. Dulu Jaranan ini sebagai media dakwah oleh para wali untuk mempererat persatuan, kerukunan dan toleransi,” ucapnya.

Sementara itu, Jaran Dor Kidalan sendiri berasal dari Jaran Dor Desa Kidal yang berkaitan erat dengan kerajaan Singhasari. Tepatnya Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Seniman jaranan. foto/M Sholeh

Desa Kidal yang ada sejak tahun 1200-an merupakan saksi bisu lahir dan berkembangnya kesenian khas Malang tersebut. Jaranan yang disimbolkan sebagai kuda itu konon merupakan kendaraan Raja Anusapati saat sedang singgah di Desa Kidal. Seiring berjalannya waktu, Jaranan dikembangkan menjadi kesenian rakyat.

“Jadi berawal pada tahun sekitar 1200-an itu. Dulunya menjadi tempat istirahat Raja Anusapati di Desa Kidal dan munculah kesenian Jaranan,” bebernya.

Melalui kegiatan Gelaran Agung Jaranan Malang Raya ini, dia berharap seni budaya asal Jawa ini tetap bisa lestari. Sebab menurutnya, setiap kesenian memiliki historis dan sejarah yang bisa menjadi ilmu pengetahuan.

“Jadi kita harus terus memperkenalkan historis dan arti dari Jaranan ini ke masyarakat dan para pelaku keseniannya juga,” tandasnya.

Hujan Lebat Tak Surutkan Penampilan

Langit yang awalnya cerah tiba tiba berubah mendung saat mereka tampil. Tak berselang lama hujan lebat turun. Para penonton yang menyaksikan mereka sebagian berlari mencari tempat berteduh. Namun sebagian bertahan dengan berlindung di bawah payung hingga alas tikar plastik yang mereka bawa.

Para penonton kesenian Jaranan yang masih bertahan saat hujan mulai mengguyur (M Sholeh)

Dalam kondisi itu, para seniman tetap melanjutkan penampilan mereka hingga rampung. Suara lantunan gamelan pengiring tari Jaranan itu juga tak berhenti menggema. Hujan yang turun bukan menjadi penghalang bagi mereka.

“Ini adalah kesempatan saya untuk tampil pertama kali sejak pandemi. Saya sudah lama tidak tampil. Jadi tidak masalah ada hujan turun,” kata Rahmad Abdul Setiawan, salah satu seniman Jaranan asal Kota Malang yang turut tampil di bawah guyuran hujan.

Dia mengaku sudah menjadi seniman Jaranan sejak 2012 lalu. Namun sejak pandemi melanda, dia sudah tidak pernah memainkan Jaranan yang memang juga dia gandrungi sejak kecil itu.

Baginya, beraksi dalam kesenian Jaranan ini bisa membuatnya merasakan ketenangan batin. Terlebih, kesenian Jaranan juga merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Kesenian ini bisa menenangkan batin saya. Ini juga adalah warisan leluhur kita. Saya juga ingin terus melestarikannya,” ujarnya.

Penampilan seniman Jaranan di tengah hujan yang mulai mengguyur di bundaran Alun Alun Tugu Kota Malang (M Sholeh)

Penampilan seniman Jaranan di tengah hujan yang mulai mengguyur di bundaran Alun-alun Tugu Kota Malang (M Sholeh)Melalui kegiatan Gelaran Agung Jaranan Malang Raya ini, dia berharap nilai nilai luhur dan keberadaan kesenian ini bisa diketahui oleh generasi muda. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu merawat budayanya sendiri.

“Saya harap kesenian ini terus maju dan lestari. Kita juga harus merawat kesenian lokal ini,” tandasnya

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

 

Tags: Alun-Alun Tugu Kota Malangalun-alun tugu malangGelaran Agung Jaranan Malang Rayakerajaan Singhasarikesenian Jaranankota malangMalang Rayamedia dakwahRaja AnusapatiReog Ponorogoseni budayaseniman jaranan

Related Posts

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Budaya

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Senin, 20 Jul 2026
Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Next Post
kesenian

Gubernur Jatim Dorong Eksistensi Pelaku Seni Ludruk Agar Kembali Mendunia

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.