Tugumalang.id – Mengubah pola pikir masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus berinvestasi bukan perkara mudah. Namun, Bank Sampah Karyoguno di Desa Tulungrejo, Kota Batu, sukses membuktikannya melalui program inovatif konversi pilah sampah menjadi saldo tabungan emas.
Praktik baik itu merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan Bank Sampah Karyoguno dengan PT Pegadaian. Menariknya, inovasi ini sudah berjalan sejak tahun 2018. Bayangkan ratusan warga di sana sudah punya investasi emas sejak lama yang tentu harganya sudah berlipat ganda.
Ketua Bank Sampah Karyoguno Desa Tulungrejo, Sugihartati menuturkan apresiasi atas jalinan kolaborasi bersama PT Pegadaian yang terus terjaga hingga kini. Ia menceritakan, kehadiran kolaborasi Pegadaian menjadi awal arah baru bagi mereka untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Swiss vs Bosnia Herzegovina di Piala Dunia 2026: Sama-Sama Incar Hasil Positif
“Dulu kami belum bisa memilah sampah, yang dijual hanya yang bagus-bagus saja. Tapi sekarang warga mulai paham. Sampah basah diolah menjadi pupuk, sementara sampah kering ditimbang dan dikonversi menjadi saldo emas yang menguntungkan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, jika warga membawa sampah plastik seberat 2 kilogram yang dihargai Rp20.000, maka nominal tersebut langsung dikonversi ke nilai gramasi emas saat itu dan tercatat di buku tabungan Pegadaian mereka.
Hingga saat ini, Bank Sampah Karyoguno memiliki sekitar 200 anggota, dengan tingkat keaktifan sekitar 30 hingga 40 persen. Dari jumlah anggota aktif tersebut, total nilai rupiah yang berhasil dikumpulkan untuk dikonversi menjadi emas telah mencapai angka kisaran Rp30 juta.
Baca Juga: DLH Siapkan Pengelolaan Sampah Kota Malang dari Hulu hingga Hilir
”Kalau di kita tabungan sampahnya dibagi jadi dua, ada tabungan emas, ada juga tabungan Idul Fitri. Untuk tabungan Idul Fitri ini biasanya ditukar dengan bahan sembako dan kue lebaran,” kisahnya.
Ke depan, pihaknya masih memiliki tantangan untuk menyadarkan pola pikir masyarakat dari investasi konvensional seperti tanah ke emas. Menurutnya, realisasi penyadaran pola pikir masyarakat tersebut masih menunjukkan sinyal positif.
”Sinyal masyarakat untuk menjadikan sampah jadi emas ini luar biasa. Kerja sama tabungan emas ini terus jalan dan memberikan dampak positif bagi warga kami,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Departemen Produk Gadai Pegadaian Malang, Mussarifatun menjelaskan kegiatan ini jadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang telah terjalin sejak tahun 2018. Kerja sama ini bukan sekadar upaya pembersihan lingkungan, melainkan juga misi pemberdayaan ekonomi.
“Pembinaan ini kami lakukan sebagai penyemangat motivasi untuk menyadarkan masyarakat bahwa memilah sampah tidak hanya membuat lingkungan sehat, tapi bisa jadi duit, bisa jadi investasi masa depan berupa emas,” terang Iva, mewakili Deputi Bisnis Pegadaian Area Malang, Marselino J Manginsihi.
Iva menambahkan, kemudahan menabung emas di Pegadaian menjadi pilihan investasi yang paling menguntungkan. Hanya dengan saldo Rp10.000, warga sudah bisa memiliki gramasi emas di buku tabungan mereka lewat sampah yang mereka pilah di rumah.
Melalui program ini, PT Pegadaian dan Bank Sampah Karyoguno berharap kebiasaan memilah sampah rumah tangga ini tanpa disadari dapat membangun aset investasi masyarakat yang terus membesar seiring berjalannya waktu.
”Kami berharap kebiasaan aktivitas masyarakat dalam memilah sampah harian ini tanpa sadar akan membuahkan aset investasi yang terus membesar seiring waktu,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A


















