Malang, Tugumalang.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Aisyah Salsabila Ni’mah berhasil meraih penghargaan Best Paper III dalam Seminar Nasional Call for Paper PADMA EKAPITA 2026 yang diselenggarakan oleh UPN Veteran Jawa Timur.
Tak hanya membawa pulang penghargaan, artikel ilmiah yang disusunnya juga dinyatakan layak terbit di JDEP (Journal Dinamika Ekonomi Pembangunan) yang telah terakreditasi Sinta 4.
Kompetisi ilmiah yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada 19–21 Mei 2026 tersebut diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta harus melalui serangkaian tahapan mulai dari seleksi abstrak, penyusunan makalah lengkap, proses review, hingga presentasi di hadapan dewan juri.
“Alhamdulillah, sangat senang ketika mengetahui penelitian yang saya susun mendapat apresiasi sebagai Best Paper urutan ketiga,” ujar Aisyah.
Angkat Potensi Kebun Teh Wonosari dengan Pendekatan Ekonomi Hijau

Dalam penelitian tersebut, Aisyah memilih Kebun Teh Wonosari, Kabupaten Malang, sebagai objek kajian. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi agrowisata karena memadukan sektor perkebunan, wisata alam, dan edukasi.
Baca juga: Borong 8 Medali, Mahasiswa ITN Malang Unjuk Gigi di Malang Edu Fest 2026
Menurutnya, pengembangan agrowisata di kawasan pedesaan kerap menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Melalui metode penelitian deskriptif kualitatif, ia menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan kondisi eksisting kawasan. Selain itu, analisis Value Chain atau rantai nilai diterapkan guna mengidentifikasi peluang peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat lokal.
Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait aksesibilitas, infrastruktur pendukung, dan pengelolaan lingkungan yang perlu ditingkatkan.
Tawarkan Model Agrowisata Berkelanjutan
Sebagai solusi, Aisyah mengusulkan penerapan konsep ekonomi hijau yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengembangan Kebun Teh Wonosari.
Ia menawarkan model kolaborasi antara pengelola perkebunan, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal untuk membangun ekosistem pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mendukung pemulihan lingkungan.
Beberapa rekomendasi yang diajukan antara lain pemanfaatan energi terbarukan skala mikro, pengolahan limbah organik menjadi kompos, serta penerapan sistem pertanian rendah karbon.
Menurut hasil kajiannya, integrasi ekonomi hijau dalam pengembangan agrowisata berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat desa, menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan (green jobs), serta memperkuat ketahanan pangan melalui diversifikasi tanaman.
Tantangan Membuktikan Ekonomi Hijau Bernilai Ekonomis
Aisyah mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam penelitian tersebut adalah membuktikan bahwa ekonomi hijau tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa ITN Malang Raih Juara 2 Sayembara Desain Altar GKJW Tunjungsekar
Karena itu, ia menekankan pentingnya diversifikasi komoditas pertanian serta pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh warga sekitar.
Dari hasil penelitian tersebut, ia menyimpulkan bahwa transisi menuju ekonomi hijau di tingkat desa menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi berbagai tantangan global, sekaligus memperkuat pembangunan pedesaan yang berkelanjutan.
Kolaborasi dan Dukungan Tim
Dalam penyusunan karya ilmiah tersebut, Aisyah tidak bekerja sendiri. Ia mendapat dukungan dari Aura Eka Pratami yang juga merupakan mahasiswa PWK, serta Kevie Desderius yang berperan sebagai Asisten Dosen Studio Kota.
Aisyah berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk mulai aktif meneliti dan menulis karya ilmiah.
“Menurut saya, jangan takut untuk memulai. Banyak ide bagus justru datang dari masalah sederhana yang ada di sekitar kita. Menang itu bonus, tetapi pengalaman dan pembelajaran yang didapat adalah hal yang paling berharga,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
editor: jatmiko


















