MALANG, Tugumalang.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mematangkan strategi efisiensi anggaran guna menjaga ketahanan fiskal daerah di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Sejumlah skenario mulai disiapkan, mulai dari penggunaan kendaraan listrik, pengurangan kendaraan operasional, pemanfaatan sepeda motor hingga penambahan skema work from home (WFH).
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengakui kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, Pemkot Malang dituntut mampu mengelola anggaran secara efektif, efisien, dan tepat sasaran tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kondisi keuangan kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Pemkot Malang harus bisa kreatif, inovatif, dan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Wahyu.
Baca juga: Wali Kota Malang Tegaskan Tak Ada Kenaikan Tarif Opsen PKB dan BBNKB
Kenaikan Harga BBM Jadi Pertimbangan Efisiensi Anggaran
Wahyu menjelaskan, kenaikan harga BBM menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi perencanaan keuangan daerah. Saat ini, Pemkot Malang tengah melakukan perhitungan ulang terhadap kebutuhan dan pengeluaran BBM untuk kendaraan operasional di lingkungan pemerintah kota.
Menurutnya, berbagai opsi sedang dikaji guna menekan beban pengeluaran sekaligus menjaga efektivitas operasional pemerintahan.
“Kami sedang menghitung karena memang ada kenaikan harga BBM. Kami berupaya dengan berbagai skenario yang diperhitungkan, apakah nanti menggunakan energi nonfosil untuk mengurangi pengeluaran BBM,” jelasnya.
Mobil Listrik hingga WFH Masuk Opsi Kajian
Dalam pembahasan perubahan APBD mendatang, sejumlah alternatif efisiensi mulai dipertimbangkan. Salah satunya adalah penggunaan kendaraan listrik sebagai pengganti sebagian kendaraan berbahan bakar fosil.
Baca juga: Pembangunan Jalan Kembar Pasar Gadang Dimulai, Wali Kota Malang: Semoga Bisa Urai Kemacetan
Selain itu, Pemkot Malang juga mengkaji kemungkinan pengurangan kendaraan operasional, penggunaan sepeda motor untuk mobilitas tertentu, hingga penambahan penerapan sistem kerja jarak jauh atau work from home (WFH).
“Apakah nanti menggunakan mobil listrik, mengurangi mobil operasional, kembali naik sepeda motor atau menambah penerapan WFH. Itu skenario-skenarionya,” kata Wahyu.
Meski sejumlah opsi telah muncul, Wahyu menegaskan bahwa seluruh skenario masih dalam tahap kajian oleh perangkat daerah dan pihak terkait. Kajian tersebut dilakukan secara detail agar kebijakan yang nantinya dipilih benar-benar mampu memberikan dampak efisiensi tanpa mengganggu pelayanan publik.
Menurutnya, proses perhitungan tidak mudah karena harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan operasional hingga efektivitas penggunaan anggaran daerah.
“Ini sedang dihitung dan perhitungannya juga tidak mudah,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


















