Tugumalang.id – Aan Sjahrir, 55 tahun, tidak sedang berjualan makanan di daerah Karanglo, Kabupaten Malang. Tapi, dia sedang menjual solusi bagi masyarakat agar tetap bisa makan tanpa merogoh kocek terlalu dalam.
Dia jual nasi bungkus seharga Rp7 ribu. Awalnya, harganya cuma Rp6 ribu, namun naik seribu sekitar tiga bulan lalu.
“Dulu ramai hari biasa bisa 40 bungkus, sekarang sekitar 20 bungkus,” kata Aan, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Dua Jemaah Haji Asal Kabupaten Malang Meninggal di Makkah
Aan belum berpikir untuk menaikan harga lagi meski sejumlah bahan kebutuhan, termasuk Pertamax sudah naik sekitar Rp4 ribu beberapa waktu lalu.
Naik dari awalnya Rp12.300 menjadi Rp16.250. Sebelumnya, naik meroket adalah bahan-bahan plastik yang membuat bahan kemasan otomatis juga ikut naik.
Aan berjualan mulai dari jam 06.00 pagi hingga jam 14.00 WIB. Hanya saja, sekitar jam 11.00 siang, dia pindah ke tempat istrinya berjualan sekitar 500 meter dari tempat dia.
”Saat saya pindah itu, istri saya pulang ke rumah untuk istirahat dan persiapan masak buat besok,” katanya.
Baca Juga: Komisi II DPRD Kabupaten Malang Dorong UMKM Perkuat Legalitas dan Pemasaran Digital
Yang dijual Aan mulai dari nasi campur, nasi ayam dan nasi kuning. Dia tidak tahu satu hari bisa untung berapa, atau satu bungkus nasi dia untung berapa. ”Yang tahu istri saya, pokoknya saya tahunya jualan dan minta uang buat beli rokok, semua keuangan aku kasih istri,” katanya.
Sudah lima tahun Aan dan istrinya jualan nasi bungkus dengan harga murah ini. Sebelumnya, dia bekerja sebagai karyawan proyek di Surabaya. ”Alhamdulillah cukup untuk memenuhi keluarga dan satu anak,” pungkasnya.
Wartawan Tugumalang.id mencoba membeli nasi campur usai wawancara. Porsinya memang tidak terlalu banyak, namun cukup untuk sarapan. Sedangkan untuk rasa cukup standar sesuai dengan harga yang kita bayarkan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Irham Thoriq
Editor: Herlianto. A


















