Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Kuliner

Mengenal Ladu, Jajanan Khas Ramadan dan Lebaran di Kota Batu

Redaksi by Redaksi
April 25, 2022 5:17 pm
in Kuliner
Kue Ladu, Jajanan Khas Kota Batu

Ladu, jajanan khas Kota Batu yang identik dengan bulan Ramadan dan Idul Fitri. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

TuguMalang.id – Kota Batu, Jawa Timur memiliki kuliner jajanan tradisional khas yang kerap dijumpai saat bulan puasa hingga lebaran. Namanya Ladu. Sampai saat ini, jajanan legendaris ini masih dapat ditemui, khususnya di Desa Gunungsari, Kota Batu.

Hampir setiap rumah di desa yang berada di kaki Bukit Banyak Paralayang itu membuat kudapan ini setiap menjelang bulan ramadan tiba. Hampir di setiap meja rumah, selalu ada setoples ladu. Namun semakin kesini, tradisi membuat kue ladu ini mulai berkurang.

READ ALSO

4 Makanan Penutup Asia Tenggara Berbahan Pandan yang Wangi dan Menggugah Selera

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah yang Perlu Diketahui

Proses pembuatan Kue Ladu di sebuah rumah di Desa Gunungsari Kota Batu. Foto/Azmy

Konon katanya, penamaan Ladu merupakan akronim dari Langgeng Seduluran dalam istilah Jawa. Artinya Persaudaraan yang Abadi atau bermakna sebagai penyambung tali persaudaraan. Melihat arti itu, pantas saja kue ini selalu berkaitan dengan ramadan dan Idul Fitri.

Ladu sendiri merupakan jajanan yang terbuat dari adonan beras ketan dan gula pasir. Pembuatan adonannya dilakukan secara tradisional dengan cara ditumbuk. Setelah jadi, adonan ini dijemur hingga kering dan kemudian dipanggang hingga matang.

Bentuk ladu sendiri hampir mirip seperti keripik kulit yang menggelembung. Tapi rasanya manis dan jika digigit berasa pecah dan bertekstur akhir lembut. Rasanya seperti bernostalgia dengan jajanan di masa tempoe doeloe.

Kue Ladu masih dibuat dengan cara tradisional yakni dengan ditumbuk. Konon rasanya lebih lezat. Foto/Azmy

Resep jajanan ini memang sudah dikenal secara turun-temurun di Desa Gunungsari. Hingga saat ini, belum diketahui sejak kapan jajanan ini ada. ”Ladu sudah jadi kayak tradisi disini sejak dulu. Apalagi menjelang lebaran tiba,” ungkap Ratih Rohaili (36).

Ratih bersama suaminya menjadi generasi penerus pembuat ladu yang tetap bertahan hingga sekarang. Kini, Ratih bersama 6 orang tetangganya tetap aktif memproduksi ladu setiap hari pesanan rutin dari pelanggan dan toko oleh-oleh.

Kue Ladu dimaksukkan ke oven agar masak. foto/Ulul Azmy

Sehari-hari, sambung Ratih, dia bisa memproduksi ladu hingga 50 kilogram atau 200 bungkus ladu jika pesanan ramai. Produk ladu bikinannya kebanyakan merambah di seputaran Malang Raya, Sidoarjo hingga Jombang.

Lebih lanjut, Ladu terbaik, sesuai resep dari nenek buyut, dibuat dari beras ketan kualitas terbaik. Selain itu, konon, ladu yang enak juga harus dibuat dengan cara tradisional. Meski dengah cara itu membutuhkan waktu yang lama.

Ratih menuturkan proses pembuatannya diawali dengan merendam beras ketan selama sehari semalam. Berikutnya, rendaman ini lalu dikeringkan hingga menjadi tepung dan ditumbuk di sebuah lumpang hingga halus. Dalam proses ini juga termasuk dicampur dengan gula. Proses ini hampir memakan waktu selama 3 jam.

Kue Ladu siap disantap. foto/Ulul Azmy

Nantinya, hasil dari adonan ini akan dipipihkan dan dijemur hingga kering selama sehari. ”Setelah kering didiamkan dulu beberapa saat hingga siap untuk dimasak oven. Kalau dulu masaknya masih pakai belanga tanah liat,” paparnya.

Proses tak instan inilah yang kemudian membuat generasi penerus enggan membuat kue ini. Kue ini sendiri sudah menjadi makanan langka di Kota Batu dan bisa dijumpai di toko oleh-oleh dan sejumlah warung.

 

Reporter: Ulul Azmy
editor:jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: Jajanan KHasJajanan Khas Kota BatuKue LaduKue Lebaran

Related Posts

4 Makanan Penutup Asia Tenggara Berbahan Pandan yang Wangi dan Menggugah Selera
Kuliner

4 Makanan Penutup Asia Tenggara Berbahan Pandan yang Wangi dan Menggugah Selera

Rabu, 15 Jul 2026
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah yang Perlu Diketahui
Kuliner

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah yang Perlu Diketahui

Selasa, 14 Jul 2026
Mengenal Decaf Coffee, Kopi Berkafein Rendah yang Tetap Menyimpan Cita Rasa Asli
Kuliner

Mengenal Decaf Coffee, Kopi Berkafein Rendah yang Tetap Menyimpan Cita Rasa Asli

Selasa, 14 Jul 2026
6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan
Kuliner

6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

Selasa, 14 Jul 2026
Kuliner

4 Kuliner dengan Aroma Paling Menyengat di Dunia

Sabtu, 11 Jul 2026
Cappuccino - Perbedaan Flat White, Latte, Cappuccino, dan Macchiato, Jangan Salah Pesan di Kafe
Kuliner

Perbedaan Flat White, Latte, Cappuccino, dan Macchiato, Jangan Salah Pesan di Kafe

Kamis, 9 Jul 2026
Next Post
Kota Batu,Lalu lintas - Pelanggar Lalu Lintas di Kota Batu Akan Ditandai Janur Kuning

Pelanggar Lalu Lintas di Kota Batu Akan Ditandai Janur Kuning

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.