Tugumalang.id – Jika membahas tentang lukisan, hal pertama yang akan terlintas adalah kanvas. Media lukis yang satu ini memang sangat populer sejak sekitar 1500 sebelum masehi hingga saat ini.
Namun untuk melukis diatas kanvas diperlukan keberanian yang tidak sedikit, karena sekali kita membuat kesalahan akan sulit untuk memeperbaikinya.
Hal ini meyebabkan para pemula yang baru belajar melukis merasa ragu untuk langsung melukis diatas kanvas. Sehingga, mereka memilih untuk beralih ke media kertas cat air atau watercolor paper untuk latihan sebelum kemudian menuangkan kembali karyanya ke dalam kanvas.
Menggapa Watercolor Paper?
Watercolor Paper berbeda dengan jenis kertas lainnya, ia memiliki ketebalan, serta tekstur yang beragam. Selain itu saat digunakan untuk melukis, jenis kertas ini tidak akan melengkung dan tetap ada proporsinya.
Baca Juga: Wali Kota Malang Apresiasi Pameran Lukisan Karya 32 Seniman di Gedung DPRD
Selain ketebalan, tekstur permukaan kerta lukis juga perlu diperhatkan. Ada 3 jenis watercolor paper berdasarkan tekstur permukaanya.
1. Hot Pressed
Jenis pertama yang bisa menjadi pilihan adalah kertas hot press atau sering disingkat HP. Kertas ini memiliki permukaan yang paling halus dan rata karena proses pembuatannya ditekan menggunakan rol logam panas.
Permukaannya yang licin menjadi nilai utama dalam perlimbangan para pelukis yang sangat memeperhatikan detail-detail yang sangat kecil dan presisi. Selain untuk cat air dan akrilik, kertas ini juga bisa untuk digunakan bersama pena, tinta, hingga pensil grafit.
Kelebihan utama dari kertas hot press adalah daya serapnya yang cenderung lebih rendah dibanding jenis lainnya. Kertas ini akan sangat cocok untuk melukis dengan hasil akhir yang smooth dan bersih.
Namun, proses pengeringannya akan memakan waktu lebih lama dan teksturnya yang minim tidak selalu memberikan efek artistik yang diinginkan bagi sebagian orang.
2. Cold Pressed
Selanjutnya ada kertas cold press yang juga sering disebut sebagai kertas ‘NOT’. Jenis ini merupakan pilihan paling populer di kalangan seniman, mulai dari pemula hingga profesional.
Melalui proses penekanan dengan rol logam dingin, kertas ini menghasilkan tekstur medium yang tidak terlalu kasar namun juga tidak terlalu halus.
Baca Juga: Ramaikan Hari Perdamaian Internasional, 4 Siswa SMKN 1 Turen Bakal Pamerkan Lukisan ke Italia
Banyak pelukis memilih kertas cold press karena sifatnya yang sangat memudahkan pengguna, terutama saat ingin memperbaiki kesalahan kecil selama proses melukis.
Teksturnya yang sedikit kasar memberikan daya serap yang pas dan membuat proses layering menjadi jauh lebih mudah.
Hasil akhir lukisan pada media ini biasanya memberikan kesan yang lembut seperti kain beludru. Meskipun begitu, pelukis harus tetap berhati-hati karena terkadang pigmen warna bisa sedikit melebar atau bleeding jika tidak dikontrol dengan baik.
3. Rough Pressed
Bagi yang menyukai hasil lukisan yang ekspresif dan bertekstur kuat, kertas rough press adalah media yang tepat. Sesuai dengan namanya, kertas ini memiliki permukaan yang sangat kasar dengan lekukan-lekukan dalam yang memungkinkan cat air mengendap dan menciptakan efek warna yang artistik. Hal ini memungkinkan lukisan terlihat lebih rill dan hidup.
Kertas jenis ini sangat cocok digunakan untuk gaya melukis yang bebas, seperti pemandangan alam atau lukisan abstrak, karena daya serap airnya yang sangat baik.
Namun, karena teksturnya yang sangat kasar, kertas rough press kurang cocok digunakan untuk pengerjaan detail yang rumit. Selain itu, pelukis mungkin akan merasa sedikit kesulitan untuk mengontrol arah cat dibandingkan saat menggunakan jenis kertas lainnya yang lebih halus.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
Editor: Herlianto. A

















