Malang, Tugumalang.id – Parfum dengan merek dan varian yang sama belum tentu menghasilkan aroma identik pada setiap orang. Perbedaan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi kulit, suhu tubuh, produksi minyak alami, hingga perkembangan aroma parfum setelah disemprotkan.
Menurut Fragrance Foundation, aroma parfum juga berubah secara bertahap seiring proses penguapan. Karena itu, wangi yang tercium saat pertama kali disemprotkan bukanlah aroma akhirnya.
Aroma Parfum Berubah Seiring Waktu Setelah Disemprotkan
Parfum umumnya memiliki tiga lapisan aroma, yakni top notes, middle notes, dan base notes. Top notes merupakan aroma pertama yang tercium dan biasanya bertahan sekitar 5–15 menit. Setelah itu muncul middle notes sebagai karakter utama parfum, sebelum akhirnya menyisakan base notes yang bertahan paling lama di kulit.
Kondisi Kulit Memengaruhi Ketahanan Aroma Parfum
Kondisi kulit turut memengaruhi perkembangan aroma parfum. Fragrance Foundation menjelaskan, parfum cenderung bertahan lebih lama pada kulit yang memiliki kelembapan baik karena kandungan minyak dan air membantu memperlambat proses penguapan.
Sebaliknya, kulit yang cenderung kering membuat parfum lebih cepat menguap sehingga aromanya dapat berubah atau menghilang lebih cepat dibandingkan pada kulit yang lebih lembap.
Baca juga: 5 Parfum Floral Murah Tahan Lama dan Cocok untuk Sehari-hari
Suhu Tubuh Membuat Aroma Berkembang Berbeda
Selain itu, suhu tubuh juga memengaruhi penyebaran aroma parfum. Area tubuh yang lebih hangat, seperti leher, belakang telinga, dan pergelangan tangan, membantu aroma berkembang lebih cepat. Karena suhu tubuh setiap orang berbeda, kesan aroma yang dihasilkan pun bisa tidak sama meski menggunakan parfum yang identik.
Minyak Alami Kulit Turut Memengaruhi Aroma Parfum
Produksi minyak alami atau sebum pada kulit juga berpengaruh terhadap cara molekul parfum bereaksi di permukaan kulit. Akibatnya, aroma parfum dapat terasa lebih lembut, lebih tajam, atau lebih tahan lama pada setiap individu.
Kulit yang memiliki kelembapan lebih baik umumnya juga mampu mempertahankan molekul parfum lebih lama dibandingkan kulit yang sangat kering sehingga wanginya tidak cepat memudar.
Baca juga: 5 Toko Parfum di Malang dengan Koleksi Aroma Lengkap dan Harga Beragam
Cara Menggunakan Parfum Juga Berpengaruh
Cara menggunakan parfum turut memengaruhi aroma yang dihasilkan. Menyemprotkan parfum pada titik nadi, seperti leher atau pergelangan tangan, umumnya membantu aroma berkembang lebih baik dibandingkan pada area tubuh yang lebih dingin.
Selain itu, menggosok kedua pergelangan tangan setelah menyemprotkan parfum sebaiknya dihindari karena dapat mempercepat proses penguapan lapisan aroma awal sehingga karakter parfum berubah lebih cepat.
Cobalah Parfum Langsung di Kulit Sebelum Membeli
Sebelum membeli parfum, disarankan mencobanya langsung di kulit. Aroma parfum akan terus berkembang beberapa menit setelah disemprotkan sehingga hasilnya belum tentu sama dengan aroma yang tercium dari blotter atau kertas uji parfum.
Memberikan waktu sekitar 15–30 menit setelah parfum disemprotkan dapat membantu mengetahui bagaimana aroma berkembang pada kulit. Dengan cara tersebut, pengguna dapat menilai apakah karakter parfum sesuai dengan preferensi dan kondisi kulit masing-masing.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Dwiyana Khusnul Qotimah / Magang
editor: jatmiko


























