Malang, Tugumalang.id – Dokumen, foto, email, hingga aplikasi terus bertambah seiring meningkatnya aktivitas melalui perangkat digital. Jika tidak dikelola secara berkala, tumpukan aset tersebut dapat membuat ruang penyimpanan kurang tertata dan memicu digital clutter.
Digital clutter dapat berupa aplikasi yang sudah tidak digunakan, foto, pesan, maupun email yang menumpuk di perangkat. Menurut Cleveland Clinic, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada kesehatan mental.
Psikolog Cleveland Clinic, Dr. Susan Albers, menjelaskan bahwa penelitian menunjukkan digital clutter dapat berdampak pada kesehatan mental, sebagaimana ruang fisik yang berantakan. Kondisi tersebut dapat memicu rasa kewalahan serta membuat seseorang lebih sulit untuk fokus dan tetap produktif.
Salah satu cara mengelola ruang digital adalah digital decluttering. Kebiasaan ini dilakukan dengan merapikan dan mengelola aset digital agar lebih mudah digunakan sekaligus mengurangi gangguan yang tidak diperlukan.
Bukan Sekedar Menghapus File
Digital decluttering bukan berarti menghapus seluruh isi ponsel atau komputer. Praktik ini lebih menekankan pengelolaan ruang digital agar lebih rapi, teratur, dan sesuai kebutuhan.
University of Bath menjelaskan, digital clutter merupakan kondisi ketika file, perangkat, atau akun digital tidak tertata dengan baik. Bentuknya bisa berupa email yang belum dibaca, aplikasi yang sudah tidak digunakan, file duplikat atau memiliki penamaan kurang jelas, serta unduhan dan foto yang tidak tertata dengan baik.
Baca juga: Mengenal Cara Kerja Iklan Digital untuk Meningkatkan Promosi UMKM
Merapikan ruang digital secara berkala dapat membantu pengguna lebih mudah menemukan informasi yang dibutuhkan. Kebiasaan itu bisa dimulai dari langkah kecil, seperti menghapus tangkapan layar yang sudah tidak diperlukan, memindahkan dokumen ke folder yang sesuai, atau membersihkan folder unduhan yang dipenuhi file lama.
Digital decluttering juga tidak harus dilakukan sekaligus. Pengguna dapat memulainya dengan menghapus aplikasi yang sudah lama tidak digunakan. Selain menghemat ruang penyimpanan, cara tersebut dapat mengurangi jumlah notifikasi yang muncul setiap hari.
Dokumen juga dapat dikelompokkan ke dalam folder berdasarkan kategori, misalnya pekerjaan, kuliah, atau dokumen pribadi. Penamaan file yang jelas membantu proses pencarian menjadi lebih cepat.
Baca juga: 5 Sumber Passive Income Selain Investasi, Mulai dari Produk Digital hingga Royalti
Kotak masuk email bisa dibersihkan dengan menghapus pesan yang tidak diperlukan atau berhenti berlangganan newsletter yang sudah tidak relevan. Langkah tersebut membuat inbox lebih mudah dikelola.
Notifikasi yang aktif di ponsel juga dapat ditinjau kembali. Menonaktifkan pemberitahuan dari aplikasi yang jarang digunakan dapat membantu mengurangi distraksi ketika bekerja maupun belajar.
Menjadikan Digital Decluttering sebagai Kebiasaan
Merapikan ruang digital tidak cukup dilakukan sekali. Seperti membersihkan rumah, ruang digital juga memerlukan perawatan secara berkala agar tidak kembali dipenuhi file dan informasi yang sudah tidak dibutuhkan.
International Telecommunication Union (ITU) dalam A Guide to Digital Wellbeing menjelaskan bahwa digital wellbeing berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi secara sadar, seimbang, dan bertanggung jawab agar mendukung kesejahteraan pengguna. Kebiasaan mengelola ruang digital, seperti menata file dan mengurangi gangguan yang tidak diperlukan, dapat menjadi salah satu langkah yang sejalan dengan prinsip tersebut.
Pengguna dapat meluangkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit setiap minggu untuk menghapus file yang tidak diperlukan, menata folder, atau membersihkan galeri foto. Rutinitas sederhana tersebut dapat membantu menjaga kerapian perangkat.
Di tengah semakin banyaknya aktivitas yang berlangsung secara digital, digital decluttering menjadi salah satu kebiasaan praktis yang dapat diterapkan siapa saja. Dengan ruang digital yang lebih tertata, berbagai dokumen lebih mudah ditemukan, penyimpanan menjadi lebih efisien, dan penggunaan perangkat sehari-hari dapat terasa lebih nyaman.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maura Sampetoding/ Magang
editor: jatmiko

























