Sabtu, Juli 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Mengapa Semut Berjalan dalam Garis Lurus dan Bertabrakan Satu Sama Lain?

Redaksi by Redaksi
September 30, 2022 3:14 pm
in Peristiwa
Ilustrasi koloni semut yang sedang berjalan.

Ilustrasi koloni semut yang sedang berjalan. Foto/Pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Anda pasti pernah, entah sekali dalam seumur hidup, termenung sambil memperhatikan sekitar Anda dan atensi Anda jatuh pada koloni semut di dinding maupun di lantai. Mereka bergerak dalam satu garis lurus dan berjalan sambil bertabrakan satu sama lain.

Ternyata, hal itu mereka lakukan bukan tanpa sebab, loh. Penasaran tidak, sih, apa yang menyebabkan semut seperti itu? Mari kita cari tahu, yuk!

READ ALSO

Dahului Kendaraan di Tikungan, Pemotor Tewas Tertimpa Truk Tangki di Karangkates

2 Rumah Warga Desa Pendem Hangus Dilalap Api, Kerugian Capai Rp700 Juta

Meninggalkan feromon

Dilansir dari Critter Control, koloni semut yang Anda lihat berjalan dalam satu garis lurus itu disebut semut pekerja. Saat semut pekerja meninggalkan sarang untuk mencari makanan, mereka meninggalkan jejak kimia yang disebut feromon.

Semut berjalan dalam garis lurus karena mereka mengikuti aroma yang ditinggalkan pemimpinnya. Setelah semut menemukan makanan dan kembali ke sarang, mereka akan menyebarkan jejak feromon lain. Ini memungkinkan semut lain dari koloninya untuk mengambil aroma semut pemimpin dan mengikuti rute yang sama.

Cara mereka berkomunikasi dan mendeteksi kawan

Sedangkan alasan mereka bertabrakan satu sama lain adalah cara lain semut berkorespondensi. Ketika semut ingin memperingatkan semut lain tentang sesuatu yang mungkin berguna bagi koloni mereka, mereka akan menggunakan antena mereka untuk menyentuh atau menabrak semut lain untuk menangkap bau mereka.

Ini memungkinkan mereka mencium aroma unik setiap semut sebelum memberi tahu tentang penemuan mereka.

Memberi makan sesama kawan koloni

Ketika berbicara tentang bahasa tubuh, setelah mendapatkan temuan yang bisa dimakan, seekor semut akan dengan lembut menyentuh semut lain untuk menciptakan refleks rahang.

Ini memungkinkan mereka untuk mencicipi apa yang telah dimakan oleh semut yang telah menemukan makanan terlebih dahulu agar semut-semut lainnya bisa merasakan untuk lebih memahaminya.

Semut bersuara saat berkomunikasi

Terakhir, meskipun kita mungkin tidak dapat mendengar suara semut, mereka memberi sinyal satu sama lain dengan menggosokkan kaki ke tubuh mereka, untuk menciptakan berbagai suara.

Manusia tentu tak bisa mendengarnya karena resonasinya rendah, tetapi semut lain dapat dengan jelas memahami apa arti suara tersebut.

Seperti contoh, seekor semut terjebak di dalam kubangan, ia dapat membuat sinyal bahaya untuk memperingatkan semut satu koloninya tentang lokasi ia berada. Dalam skenario seperti itu, feromon tidak bisa digunakan karena feromon tidak dapat menjangkau semut lain.

Reporter: Nurukhfi Mega Hapsari

Editor: Herlianto. A

Tags: Koloni SemutSemutSemut Bertabrakan

Related Posts

Proses evakuasi truk tangki yang terguling. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Dahului Kendaraan di Tikungan, Pemotor Tewas Tertimpa Truk Tangki di Karangkates

Selasa, 23 Jun 2026
hangus dilalap api
Peristiwa

2 Rumah Warga Desa Pendem Hangus Dilalap Api, Kerugian Capai Rp700 Juta

Senin, 8 Jun 2026
Lokasi tenggelamnya remaja di Embung Babadan Ngajum. Foto: Polsek Ngajum
Peristiwa

Remaja Tewas Tenggelam di Wisata Sumber Embung Babadan Ngajum

Senin, 1 Jun 2026
Kecelakaan Tabrak Belakang
Peristiwa

Dua Kecelakaan Tabrak Belakang Truk di Kabupaten Malang, Satu Tewas dan Pelajar SMP Patah Rahang

Minggu, 31 Mei 2026
Proses evakuasi kakek yang ditemukan tewas di sumur. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Peristiwa

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

Rabu, 27 Mei 2026
Lokasi terjadinya kecelakaan di Sumbermanjing Wetan. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Pelajar SMP di Sumbermanjing Wetan Tewas Usai Serempetan dengan Truk

Selasa, 26 Mei 2026
Next Post
Ilustrasi keramaian wisatawan di Alun-alun Kota Batu.

Industri Pariwisata Kota Batu Meningkat, tapi PAD Melempem

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.