Malang, Tugumalang.id – Musik dapat memengaruhi mood seseorang saat menjalani berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari belajar, bekerja, hingga bersantai. Di era teknologi digital, orang kini dapat dengan mudah mendengarkan musik kapan saja dan di mana saja melalui berbagai perangkat. Tidak mengherankan jika musik kemudian menjadi bagian yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang.
Musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Lagu yang didengarkan juga dapat memengaruhi suasana hati atau mood seseorang. Hal ini dibahas dalam sebuah video di channel YouTube ICONIQ Psychology yang menjelaskan bahwa musik mampu memengaruhi emosi karena cara otak memproses berbagai unsur dalam lagu, seperti ritme, melodi, dan harmoni.
Lalu, bagaimana sebenarnya musik dapat memengaruhi suasana hati seseorang? Berikut penjelasannya berdasarkan video dari channel YouTube ICONIQ Psychology.
Baca juga: PCHC Rilis Trilogi Music Video, Perkuat Ekosistem Musik Underground Malang
1. Musik menjadi cara mengekspresikan emosi
Menurut penjelasan dalam video dari channel ICONIQ Psychology, musik sering menjadi sarana untuk menyalurkan atau melampiaskan perasaan. Misalnya ketika seseorang sedang mengalami masa sulit, mereka cenderung lebih sering mendengarkan lagu bernuansa sedih. Sebaliknya, saat seseorang merasa bahagia, lagu dengan nada ceria lebih sering dipilih.
Kondisi ini menunjukkan bahwa musik dapat membantu seseorang mengekspresikan emosi yang terkadang sulit diungkapkan secara langsung melalui kata-kata.
2. Musik ceria dapat memperbaiki suasana hati
Video tersebut juga menyebutkan adanya penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Positive Psychology. Penelitian itu menemukan bahwa orang yang mendengarkan musik ceria cenderung mengalami peningkatan suasana hati dibanding sebelumnya.
Dalam eksperimen tersebut, peserta diminta mendengarkan musik dengan tujuan memperbaiki mood mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa musik dengan tempo atau beat yang lebih cepat terbukti lebih efektif dalam meningkatkan perasaan positif.
3. Otak memproses musik melalui beberapa bagian sekaligus
Pengaruh musik terhadap mood tidak terlepas dari cara otak memproses berbagai unsur dalam lagu. Otak tidak hanya mendengar musik sebagai satu kesatuan, tetapi juga mengolah ritme, melodi, dan harmoni melalui beberapa bagian yang berbeda.
Misalnya ketika seseorang mengikuti ritme lagu dengan mengetuk jari kaki atau tangan, bagian otak yang terlibat adalah korteks motorik dan cerebellum. Sementara itu, untuk mengenali melodi dan harmoni, bagian otak yang berperan antara lain cerebellum serta korteks prefrontal.
4. Memicu zat kimia yang menimbulkan rasa bahagia
Video dari ICONIQ Psychology juga menjelaskan bahwa perubahan mood berkaitan dengan aktivitas bagian otak yang mengatur emosi, yaitu nucleus accumbens dan amigdala.
Nucleus accumbens berperan dalam memunculkan emosi positif serta motivasi. Bagian otak ini melepaskan dopamin, yaitu zat kimia yang berkaitan dengan rasa bahagia. Ketika seseorang mendengarkan lagu yang disukai, pelepasan dopamin dapat meningkat sehingga membuat suasana hati terasa lebih baik.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa musik mampu memicu pelepasan neurotransmitter seperti dopamin yang berkaitan dengan rasa senang dan motivasi.
5. Setiap genre musik memberikan efek mood yang berbeda
Selain cara kerja otak, jenis musik yang didengarkan juga dapat memberikan pengaruh emosional yang berbeda pada setiap orang. Beberapa genre musik bahkan sering dikaitkan dengan efek suasana hati tertentu, antara lain:
Musik klasik dapat memberikan rasa tenang, nyaman, serta membantu mengurangi kecemasan.
Heavy metal dan hard rock memiliki tempo yang kuat dan agresif. Bagi sebagian orang, musik ini dapat meningkatkan kecemasan setelah mendengarnya. Namun bagi penggemarnya, genre ini justru dapat membakar semangat dan membantu meredakan stres.
Musik pop biasanya memiliki ritme yang mudah diikuti dan sering memberikan efek positif terhadap suasana hati.
Musik jazz dapat membantu meningkatkan fokus, sekaligus mendorong produktivitas dan kreativitas.
Rap atau hip hop yang energik sering dikaitkan dengan peningkatan semangat, sehingga banyak orang memilih genre ini saat berolahraga.
Berdasarkan penjelasan dalam video channel ICONIQ Psychology, musik dapat memengaruhi mood seseorang karena otak memproses berbagai unsur lagu melalui beberapa bagian yang berkaitan dengan emosi dan gerakan. Selain itu, musik juga mampu memicu pelepasan zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa bahagia.
Tidak hanya itu, setiap genre musik juga dapat memberikan efek emosional yang berbeda bagi pendengarnya. Karena itu, memilih musik yang sesuai dengan kondisi perasaan dapat menjadi cara sederhana untuk membantu mengatur suasana hati saat menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Intan Adelia / Magang
redaktur: jatmiko





























