MALANG, Tugumalang.id – Di antara hutan pinus yang ada di lereng Gunung Kawi, berdiri sebuah kafe dengan konsep yang menyatu dengan alam. Alas Pakis, seperti namanya, kafe ini dipenuhi dengan tumbuhan pakis yang menjulang tinggi.
Kafe ini bisa ditemui di sisi kanan jalan di jalan penghubung antara Kota Malang dengan Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Lokasi tepatnya di Jalan Kenongo, Dusun Ngemplak, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Baca Juga: Ziarah Hingga Kulineran, Ini 5 Alasan untuk Berkunjung ke Pesarean Gunung Kawi
Begitu masuk, pengunjung dimanjakan dengan suara gemericik sungai kecil yang airnya sangat jernih. Di dalam area kafe, pengunjung bisa memilih tempat duduk lesehan di pondok bambu atau duduk di meja kursi yang tersebar di kebun pakis.

Kafe ini bisa menjadi tempat istirahat andalan setelah menempuh perjalanan panjang dari Kota Malang ke Gunung Kawi dan sebaliknya. Teduhnya pepohonan dan hijaunya semak-semak membuat rasa penat dan capek segera memudar.
Meski terlihat sederhana dari luar, kafe ini memiliki fasilitas yang lengkap. Mulai dari toilet hingga musala. Pengunjung pun tak perlu khawatir mencari tempat salat saat bersantai di Alas Pakis.
Baca Juga: Perayaan Cap Go Meh di Klenteng Gunung Kawi Hadirkan Lontong Cap Go Meh dan Pertunjukan Barongsai
Harga makanan dan minuman yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Mulai dari Rp5 ribu untuk minuman hingga Rp15 ribu untuk makanan berat.
Konsep menyatu dengan alam yang ditawarkan Alas Pakis bukan hanya sekedar untuk menarik pengunjung. Kafe ini dibuat sedemikian rupa agar bisa melestarikan alam di Desa Sumbersuko.

Alas Pakis dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumbersuko. Selain kafe, Alas Pakis juga memiliki camp area untuk berkemah.
“Kami pengelola belum merasakan hasilnya secara materi. Namun kami merasa bangga karena bisa melestarikan alam, khususnya menjaga kelestarian pohon pakis,” kata Ketua Pokdarwis Sumbersuko, Suprayitno, Selasa (15/7/2025).
Di hari kerja, Alas Pakis terlihat sepi dan tenang. Akan tetapi, kafe ini kerap dibanjiri pengunjung di saat akhir pekan.
Suprayitno menyebut, pengunjung saat akhir pekan bisa mencapai 200-300 orang. Sementara di hari kerja, pengunjung Alas Pakis tak lebih dari 60 orang.
“Kalau musim liburan tak ada kenaikan yang signifikan,” kata Suprayitno.
Saat Tugu Malang ID berkunjung ke Alas Pakis, sepasang kekasih terlihat tengah melakukan sesi foto prewedding di sana. Konsep yang mereka usung cukup sederhana tapi serasi dengan konsep Alas Pakis, yakni menyatu dengan alam.
“Konsep kami adalah casual outdoor,” ujar calon pengantin pria, Ahmad Nur Lutfi.
Pasangan yang berasal dari Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang ini memilih Alas Pakis sebagai lokasi foto prewedding karena lokasinya cantik, hijau, dan segar. Kafe ini juga tidak mengenakan tarif bagi pengunjung yang ingin berfoto.
Mereka mengetahui Alas Pakis dari video-video yang diunggah di media sosial Tiktok. Seketika mereka menilai lokasi ini cocok dengan angan-angan mereka untuk foto prewedding dengan pemandangan alam yang asri.
“Di sini banyak spot foto, pemandangannya bagus, dan pencahayaannya juga bagus. Tempatnya juga tidak terlalu ramai,” terang calon pengantin perempuan, Alfina Lailatul Hasanah.
Sebelum ini, mereka juga sudah pernah berkunjung ke Alas Pakis untuk bersantai bersama teman dan keluarga. Selain nyaman, makanan dan minuman di Alas Pakis dinilai lezat dan sangat murah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























