Minggu, Oktober 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Membumikan Kembali Tut Wuri Handayani di Dunia Pendidikan

Pasca Pandemi COVID-19

Redaksi by Redaksi
Mei 6, 2022 9:00 am
in Pendidikan
tut wuri handayani

Pakar Pendidikan Universitas Brawijaya Malang, Aulia Luqman Aziz. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Dunia pendidikan punya tanggung jawab baru setelah didera pandemi COVID-19 berkepanjangan selama dua tahun kemarin. Pandemi membuat proses belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh yang mana berdampak pada karakter siswa.

Kini, seiring penurunan kasus aktif COVID-19, Kemendikbudristek telah menginstruksikan sekolah kembali menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Selain itu, wali murid tetap diberikan pilihan untuk mengizinkan anaknya ikut PTM atau PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) saja.

READ ALSO

10 PTS Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2027, Ada Universitas di Malang

PSGAD UIN Malang Dampingi Sekolah Orang Tua Hebat Kelurahan Tunjungsekar

Kebijakan PTM ini mendapat sambutan positif dari Pakar Pendidikan Universitas Brawijaya, Aulia Luqman Aziz. Pasalnya, sekolah tatap muka mengembalikan lagi ruh pendidikan yang dicetuskan Bapak Pendidikan Bangsa, Ki Hajar Dewantoro, yakni Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

Menurut Dosen Ilmu Administrasi ini, prinsip itu hanya bisa diwujudkan lewat interaksi tatap muka langsung antara guru dan murid. ”Bagi saya, sekolah tatap muka ini menjadi tanda kembalinya ruh asal pendidikan,” kata pria yang akrab disapa Luqman ini.

Meski memang teknologi mampu menjawab masalah ini, namun menurut Luqman, tetap tidak akan pernah bisa menggantikan ruh pendidikan yaitu interaksi guru dan murid yang punya dampak besar karena ini bukan soalan transfer ilmu semata.

”Ada hal lain yang tidak akan didapat melalui metode daring. Misalnya pendidikan karakter seperti cara berbicara dan bersikap, sopan santun, adab belajar, kedisiplinan, dan keteladanan lainnya yang hanya bisa didapat dari interaksi,” paparnya.

Luqman menganalogikan hal ini seperti perguruan silat. Di mana seorang murid tidak hanya belajar soal jurus-jurus silat saja, tapi juga belajar sikap. Sikap ini, jelas Luqman, akan membuat murid dalam perjalanannya tidak keblinger dan disalahgunakan untuk melakukan kejahatan.

Sebab itulah, seorang murid harus berinteraksi, mengenal lebih dalam, mengamati, dan meneladani sikap gurunya. Dalam tahap inilah kemudian seseorang bisa disebut sebagai pendekar sejati.

Adanya interaksi guru dan murid ini, kata Luqman, juga bermanfaat bagi guru untuk mengarahkan peserta didik untuk dapat mengembangkan bakat dan minat mereka. Terutama bagi peserta didik di desa yang tidak dijangkau akses internet memadai.

Pendidik, sambung dia, hari ini sudah harus berubah. Dari yang awalnya menjadi guru atau bersifat teacher centered learning, dibalik menjadi student centered learning. Artinya, pusat pembelajaran ada pada siswa. Sementara fungsi guru sudah berganti peran menjadi fasilitator.

”Peranan fasilitator inilah yang cocok dengan prinsip pendidikan Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani,” papar pria asli Malang ini.

Dalam dunia pendidikan berkurikulum Merdeka Belajar saat ini, peran itu dinamakan metode inquiry di mana guru memberi dorongan berupa permasalahan, kemudian murid mencari jawaban, dan menyampaikan hasil eksplorasinya kepada guru dalam bentuk tugas, project, portofolio, makalah, atau esai.

Luqman menjelaskan, metode ini sudah dilakukan di UB Malang dengan nama Problem Based Learning (PBL), di mana dosen memberi permasalahan yang riil, relate dengan kehidupan sehari-hari.

Metodr kedua, di UB Malang juga mempraktekkan Case Based Method. Di mana mahasiswa diberikan kasus untuk kemudian harus melaksanakan project, diskusi, dan membuat laporan pengerjaan kasus tersebut.

“Guru harus mulai mengubah mindset. Tidak lagi menjadi sumber ilmu utama tapi seorang fasilitator. Dengan metode tersebut, murid otomatis juga akan mengubah mindset menjadi seorang pencari ilmu yang aktif, tidak lagi pasif,” kata editor bahasa dan konsultan jurnal ini.

Sebab itu, kebijakan Mendikbudristek terkait sekolah tatap muka ini, menjadi kabar baik dunia pendidikan. Kabar baik ini juga ditanggapi positif oleh Rektor UB, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS. Namun, pihaknya sendiri masih akan memulai pembelajaran luring pada semester depan.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 2 Mei ini, Nuhfil berharap UB bisa terus berkiprah dalam memajukan dan mencerdaskan anak bangsa dengan memberikan pendidikan yang lebih berkualitas.

“Selain itu diharapkan UB mampu menghadirkan inovasi yang bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.

 

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: kota malangmalangtut wuri handayani

Related Posts

10 PTS Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2027, Ada Universitas di Malang
Pendidikan

10 PTS Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2027, Ada Universitas di Malang

Minggu, 4 Okt 2026
PSGAD UIN Malang Dampingi Sekolah Orang Tua Hebat Kelurahan Tunjungsekar
Advertorial

PSGAD UIN Malang Dampingi Sekolah Orang Tua Hebat Kelurahan Tunjungsekar

Minggu, 4 Okt 2026
Rektor UIBU Malang Nurcholis Sunuyeko Terpilih Jadi Ketua Umum Y37
Pendidikan

Rektor UIBU Malang Nurcholis Sunuyeko Terpilih Jadi Ketua Umum Y37

Minggu, 4 Okt 2026
Oshika Maba Pascasarjana Unisma 2026 Dihadiri Menag Nasaruddin Umar
Pendidikan

Oshika Maba Pascasarjana Unisma 2026 Dihadiri Menag Nasaruddin Umar

Jumat, 2 Okt 2026
Serunya Detektif Cilik PAUDIT Insan Permata Malang Belajar Mandiri lewat Petualangan dan Kemah
Advertorial

Serunya Detektif Cilik PAUDIT Insan Permata Malang Belajar Mandiri lewat Petualangan dan Kemah

Jumat, 2 Okt 2026
Kawal Tata Ruang Laut Maluku, Pakar ITN Malang Dipercaya KKP
Advertorial

Kawal Tata Ruang Laut Maluku, Pakar ITN Malang Dipercaya KKP

Jumat, 2 Okt 2026
Next Post
Tanah Longsor

Akibat Longsor, Akses Menuju Sendang Biru dibuka Satu Jalur

BERITA POPULER

  • 3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.