Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Membangun Keluarga Positif ala Pakar Psikologi Perkembangan UIN Maliki Malang

Redaksi by Redaksi
Maret 10, 2021 9:26 pm
in Berita
Membangun Keluarga Positif ala Pakar Psikologi Perkembangan UIN Maliki Malang

Irham Thariq, CEO Tugu Media Group sebagai host (atas) dan Wakil Dekan III Fakultas Psikologi UIN (Universitas Islam Negeri) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Dr Elok Halimatus MSi.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Membangun keluarga mungkin bukan perkara gampang bagi sebagian orang, bahkan ada beberapa kasus dimana rumah tangga yang dibangun untuk menaungi keluarga di dalamnya justru memiliki nuansa negatif di dalamnya.

Pakar Psikologi Perkembangan sekaligus Wakil Dekan III Fakultas Psikologi UIN (Universitas Islam Negeri) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Dr Elok Halimatus MSi, menyebut itu merupakan negative home.

READ ALSO

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

“Negatif Home sendiri muncul karena rasa tidak nyaman di rumah, meskipun rumah mungkin besar atau mewah tapi tidak ada interaksi di sana. Istilahnya They are in house, but they aren’t in home,” terangnya saat live Instagram bersama tugumalang.id dalam diskusi bertema Membangun Keluarga yang Positif, pada Rabu malam (10/03/2021).

House yang dimaksud Elok sendiri hanya sebagai bangunannya saja, tapi home adalah nuansa yang ada di dalamnya rumah tersebut.

“Dan jika mereka tidak ada di home, maka mereka akan mencari home-home lain di luar sana. Bisa saja home di warung kopi di rumah teman, tapi akan jadi masalah jika ia menemukan home di tempat lawan jenis yang bukan pasangannya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, untuk memperbaiki nuansa dalam rumah tersebut yang pertama dengan memperbaiki komunikasi.

“Sehingga yang perlu dilakukan pertama adalah memperbaiki komunikasi di rumah. Gampangnya pasangan suami-istri setiap hari berkomunikasi,” bebernya.

“Bahkan ngomongin hal-hal kecil tidak masalah, karena ngobrol hal-hal tidak penting itu penting. Tidak hanya ngobrolin hal-hal berat seperti keuangan, seks dan kerjaan. Perlu juga bercanda antara pasangan suami-istri,” sambungnya.

Selain itu, didalam hubungan suami-istri menurut Elok ada yang namanya tanki cinta. Dimana cinta yang tersimpan dalam tanki itu bisa bertambah atau berkurang seiring berjalannya pernikahan.

“Kalau dalam pernikahan saya menyebutnya ada tanki cinta, jadi cinta itu dalam pernikahan itu seperti saldo ATM. Artinya cinta bisa bertambah dan berkurang seperti saldo ATM,” jelasnya.

“Kenapa cinta bisa berkurang, bisa saja karena pasangan mengetahui kebiasaan-kebiasaan kita yang waktu pacaran tidak terlihat. Seperti mendengkur saat tidur atau ternyata pasangan lebih pemalas daripada saat pacaran,” imbuhnya.

Sehingga diperlukan bagi pasangan untuk memiliki kepekaan agar bisa mengartikan setiap bahasa cinta yang ditunjukkan pasangannya agar tanki cinta tersebut bisa bertambah.

“Jadi, saldo cinta ini bisa bertambah kalau kita bisa memahami bahasa-bahasa cinta pasangan kita. Bisa berupa dengan tindakan atau ungkapan dan lainnya, sesuai dengan tipe pasangan kita,” tuturnya.

Meluangkan waktu di tengah-tengah kesibukan juga dipandang sebuah hal yang penting untuk membangun keluarga yang positif.

“Meluangkan waktu juga perlu banget, karena yang diperlukan bukan hanya kualitas waktu saja, tapi kuantitas waktu juga diperlukan,” tutur perempuan berkerudung ini.

Ia menegaskan jika pasangan suami-istri harus banyak-banyak pacaran meskipun sudah menjalani bahtera rumah tangga bertahun-tahun.

“Kita perlu menyepakati kapan waktu untuk meluangkan waktu bersama-sama kalau pasangan suami-istri memiliki kesibukan yang sama-sama padat. Intinya banyak-banyak pacaran aja sama pasangan kita,” tegasnya.

Namun, pasangan tetap harus diberikan waktu untuk menyendiri tanpa kehadiran pasangannya. Karena itu juga diperlukan setiap orang untuk me time.

“Tapi kita tetep memperhatikan me time pasangan kita, karena setiap orang pasti membutuhkan waktu untuk sendiri tanpa kita. Jadi, gak bisa kita ngikutin pasangan kita kemana aja, dia juga butuh kumpul sama teman-temannya,” pungkasnya.

Related Posts

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik
Berita

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
malang - Polres Malang Minta Gus Idris Hapus Video Settingan Penembakan

Polres Malang Minta Gus Idris Hapus Video Settingan Penembakan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.