Kota Batu, Tugumalang.id – Dinamika pariwisata di Kota Batu menghadapi tantangan baru selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Data terbaru menunjukkan masa tinggal atau length of stay wisatawan cenderung lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meski jumlah kunjungan justru mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut tercermin dari data okupansi hotel sepanjang 2025 yang menurun jika dibandingkan periode 2024. Penurunan tingkat hunian ini tidak sejalan dengan lonjakan jumlah wisatawan yang tercatat naik sekitar 10 persen selama momen Nataru.
“Iya, periode Nataru kemarin tingkat okupansi hotel menurun. Kalau di tahun 2024 lalu kisaran angka 67 persen, tahun ini range-nya hanya mentok di 50-60 persen, bahkan sempat fluktuatif di angka 48 persen,” jelas Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata.
Baca juga: Dijamin Enak Pol! 6 Spot Kuliner Khas Kota Batu yang Wajib Dicoba Wisatawan
Pola One-Day Trip Kian Dominan
Andi Yudha menyebut, penurunan okupansi tersebut selaras dengan data lalu lintas yang juga fluktuatif. Berdasarkan koordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), fenomena ini dipicu perubahan pola perjalanan wisatawan.
“Infrastruktur yang semakin baik mendukung sistem one-day trip. Banyak wisatawan berangkat pagi dan pulang sore. Pemesanan kamar seringkali dadakan, dan itu terjadi jika mereka tidak bisa mengejar waktu pulang,” imbuhnya.
Perubahan pola tersebut berdampak langsung pada rata-rata masa tinggal wisatawan. Target length of stay di angka 1,14 hari pun dinilai sulit tercapai. Dari kecenderungan yang ada, rata-rata masa tinggal wisatawan justru berpotensi terus menurun.
Data Lalu Lintas dan Kunjungan Wisata
Pola kunjungan wisatawan juga tercermin jelas dari pergerakan arus lalu lintas. Puncak volume kendaraan terjadi pada 24-25 Desember 2025, lalu turun drastis pada 26 Desember. Arus sempat kembali meningkat pada 27 Desember sebelum kembali menurun di hari-hari berikutnya.
Pergerakan ini paralel dengan volume kendaraan dari luar daerah yang keluar melalui tiga pintu tol utama, yakni Singosari, Madyopuro, dan Pakis. “Grafik volume kendaraan per jam dan grafik okupansi hotel hampir mirip. Pola wisatawan di Kota Batu memang memiliki kemiripan dari tahun ke tahun, tetapi dengan dinamika tersendiri,” paparnya.
Sementara itu, berdasarkan data sementara Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, sejak 13 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 tercatat sebanyak 674.195 wisatawan berkunjung ke Kota Batu. Data tersebut dihimpun dari laporan 91 jasa usaha akomodasi atau hotel serta 44 daya tarik wisata.
Baca juga: Pelebaran Jalan Secara Masif, Kota Batu Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan Nataru 2024
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, menjelaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena belum seluruh destinasi dan akomodasi menyetorkan laporan kunjungan.
“Sebanyak 600 ribu orang ini masih 90 persen dari data keseluruhan. Sampai saat ini tim Disparta masih terus melakukan pengumpulan data untuk melengkapinya,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah dan pelaku pariwisata berharap dapat menemukan formula untuk meningkatkan nilai tambah sektor wisata agar wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga terdorong untuk tinggal lebih lama di Kota Batu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























