Malang, Tugumalang.id – Marching Band Ekalavya Suara Brawijaya (MB ESB) dari Universitas Brawijaya (UB) Malang sukses menyabet Juara Umum Piala Raja Hamengku Buwono X 2025. Tak hanya tampil memukau, mereka juga membawa konsep unik dan elegan bertajuk “Prince of Egypt” yang memadukan seni, budaya, dan kisah kolosal dalam satu pertunjukan megah.

Tampilkan Konsep “Prince of Egypt” yang Spektakuler
Dalam pertunjukan yang digelar di Yogyakarta pada 10–12 Oktober 2025, MB ESB menampilkan nuansa Mesir kuno yang kental. Mereka menghadirkan berbagai properti autentik seperti mumi, Firaun, hingga Ratu Mesir lengkap dengan tata kostum khas dan koreografi artistik.
Pertunjukan ini mengisahkan mukjizat Nabi Musa saat membelah Laut Merah untuk melawan kezaliman Raja Firaun. Perpaduan antara musik, gerak, dan cerita berhasil menciptakan performa kolosal yang membuat para juri dan penonton terpukau.

Baca juga: Spektakuler! 6 Ribu Kembang Api Hiasi Langit Pembukaan Porprov Jatim 2025 di Malang
🏅 Marching Band UB Borong 13 Penghargaan Sekaligus
Dominasi MB ESB terlihat dari hasil akhir. Mereka memborong 13 piala sekaligus di ajang nasional bergengsi tersebut, di antaranya:
1st Place Marching Field Show (Display)
1st Color Guard
1st Visual Ensemble
1st Overall Effect
2nd Field Commander
3rd Music Winds
3rd Music Percussion
2nd Place Street Parade
2nd Music Analysis
2nd Marching Performance
2nd Place Showmanship, dan beberapa kategori lainnya.
Capaian ini sekaligus mengembalikan kejayaan MB ESB yang terakhir menjadi Juara Umum pada tahun 2022. Tahun sebelumnya, mereka harus puas di posisi runner-up.

🎶 Genre Baru, Tetap Elegan dan “ESB Banget”
Tahun ini, MB ESB mencoba keluar dari zona nyaman. Mereka membawakan empat repertoire indah yang memperkuat tema Prince of Egypt, seperti:
Deliver Us – Mercedesz Csampai
Dance to The Day – Christine Allado
Make It Right – Liam Tamne & Luke Brandy
When You Believe – Mariah Carey
Menurut Alifia Zahra, Ketua Pelaksana MB ESB Goes To PRHB X 2025, pemilihan tema ini menandai transformasi karakter MB ESB yang biasanya mengusung konsep glamor dan jazz.
“Kami ingin keluar dari kesan glamour & jazz yang selama ini identik dengan ESB. Prince of Egypt kami pilih untuk menampilkan sisi lain ESB yang tetap elegan, berkelas, dan berkesan,” ujar Fia, sapaan akrabnya (17/10/2025).
Baca juga: Tim Doktor Mengabdi UB Latih Eks-Napiter Jadi Barista

💪 Latihan Nonstop Selama Setahun
Keberhasilan ini tak lepas dari dedikasi luar biasa seluruh anggota. Selama setahun penuh, tim MB ESB berlatih setiap hari hingga larut malam.
“Kami benar-benar tidak menyangka bisa jadi juara umum. Target awal kami hanya juara dua. Tapi hasil kerja keras setahun terakhir terbayar lunas,” ungkap Fia.
Persaingan di ajang ini sangat ketat. MB ESB harus berhadapan dengan lawan tangguh seperti MB UGM, MB Universitas Udayana, hingga Tiyadhita Marching Brass Pemkot Tangerang.
Sementara Wahyu Durahman, Ketua Umum UKM MB ESB, menambahkan bahwa timnya telah mempersiapkan diri sejak April 2025.
“Setengah tahun kami fokus hanya pada satu kompetisi ini. Semua detail, dari konsep, aransemen, hingga properti, disiapkan matang,” jelasnya.
🥁 Sekilas Tentang MB Ekalavya Suara Brawijaya
MB Ekalavya Suara Brawijaya merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Brawijaya yang berdiri pada 2010 dan disahkan melalui SK Rektor pada 25 Februari 2011.
Nama Ekalavya diambil dari tokoh pejuang dalam mitologi Hindu, yang melambangkan semangat juang dan dedikasi tinggi. Sementara Suara Brawijaya mencerminkan semangat UB dalam menggaungkan prestasi di bidang seni dan olahraga.
Sejak berdiri, MB ESB telah menorehkan sederet prestasi bergengsi, antara lain:
Delta Marching Open Festival Indonesia 2015
Thailand World Marching Championship 2016
Adian Music Games, dan berbagai kompetisi nasional maupun internasional lainnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























