Senin, Juni 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Bisnis

Maksimalkan Digital Marketing, Pemuda Tajinan Raup Omzet Rp 400 Juta Per Bulan

Redaksi by Redaksi
Januari 22, 2022 9:22 pm
in Bisnis
Pemuda tajinan Manfaatkan Digital Marketing

Galuh Tri Pamungkas, pendiri CV Reven Kreatif Industri. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Berbekal modal yang minim, Galuh Tri Pamungkas, pemuda berusia 28 tahun asal Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang berhasil mengembangkan bisnis tas dan sepatu kulit yang kini omzetnya mencapai Rp 400 juta per bulan.

Kantor CV Reven Kreatif Industri di Kecamatan Bululawang. Foto: Aisyah Nawangsari

Tugu Malang ID mendapat kesempatan untuk mewawancarai langsung pengusaha yang akrab dipanggil Galih ini di kantor CV Reven Kreatif Industri yang terletak di Desa Karangrejo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

READ ALSO

7 Ide Bisnis Kreatif untuk Anak Muda, Bisa Dimulai dari Hobi dan Skill yang Dimiliki

Dari Steam hingga Anime Jepang, 5 Studio Kreatif Asal Malang yang Mendunia

Meski berada di desa, kantor yang menaungi dua brand, Reven Leather dan Alona Leather ini terlihat cukup luas dan modern dengan desain minimalis yang disukai anak-anak muda.

Mungkin tak banyak yang menyangka bahwa kantor tersebut dimiliki oleh bisnis yang masih berusia kurang dari tiga tahun.

Proses packing produk-produk Reven dan Alona Leather. Foto: Aisyah Nawangsari

“Saya mendirikan bisnis ini bersama sepupu saya. Waktu itu Bulan April 2019. Itu pertama kali kami bikin brand Reven dan Alona,” ujar Galih memulai ceritanya.

Namun ia mengaku bahwa ia dan sepupunya, Fajar Teguh Pribadi telah menekuni bisnis ini sejak tahun 2014 saat keduanya masih duduk di bangku kuliah.

Galih dan Fajar dulunya menjual produk-produk kerajinan kulit di sekitar rumahnya. Kebetulan ia tinggal tidak jauh dari sentra industri kulit yang berada di sebelah timur Pasar Bululawang.

Ia dan sepupunya memotret produk seperti dompet, tas, dan sepatu yang dibuat oleh pengrajin kulit di sana dan mengunggahnya di marketplace.

“Awalnya waktu itu kami jualan di Toko Bagus (sekarang OLX). Penjualannya sekitar 3-5 paket sehari. Kemudian ada Tokopedia, kami juga buka di sana. Penjualan mulai meningkat, sekitar 10 paket sehari. Lalu, ada Shopee yang waktu itu masih promosi, ongkos kirimnya ke seluruh Indonesia sangat murah. Itu penjualan kami langsung melejit,” beber Galih.

Produknya Sempat Dihapus di Marketplace
Di saat bisnis mereka mulai berkembang, muncul satu persoalan yang membuat mereka harus berhenti berjualan.

Produk yang mereka jual dihapus oleh pihak marketplace karena merupakan produk tiruan dari merek sepatu dan tas kulit ternama.

Dari situ akhirnya mereka terpikir untuk berjualan dengan menggunakan brand mereka sendiri.

Salah satu produk Alona Leather. Foto: Instagram Alona Leather

“Kami harus optimasi dari awal lagi. Tapi belum tentu penjualan kami sama seperti sebelumnya. Akhirnya kami berpikir untuk pakai brand sendiri,” tutur Galih.

Saat baru mendirikan brand Reven dan Alona ini, Galih dan Fajar mengawalinya dengan memproduksi 60 buah tas dengan satu model dan tiga warna.

“Waktu itu kami produksi cuma 60 tas. Modalnya itu nggak sampai Rp 10 juta,” ungkapnya.

Berbeda dengan bisnis sebelumnya yang dipromosikan melalui marketplace, Galih dan Fajar memilih mempromosikan Reven dan Alona dengan menggunakan Facebook Ads.

“Waktu itu ada teman yang bilang, pakai ini (Facebook Ads) powerful, lho. Akhirnya saya ikut seminar dan workshop tentang Facebook Ads,” ucap pria lulusan Ilmu Olahraga Universitas Negeri Malang ini.

Berkat iklan di media sosial tersebut, 60 tas yang mereka produksi langsung ludes dalam kurun waktu dua hari. Baru setelah itu mereka cukup percaya diri untuk membuka toko online di marketplace.

Reven dan Alona saat baru berdiri hanya memiliki lima orang pegawai. Perkembangannya yang pesat membuat bisnis ini memiliki sekitar 30 orang pegawai di Bulan Januari 2020 atau delapan bulan setelah berdiri.

Pada Maret 2020, hampir setahun setelah Reven berdiri, pandemi COVID-19 datang dan menumbangkan industri-industri baik yang raksasa maupun yang kecil dan menengah. Namun Galih mengaku bisnisnya tidak terkena imbas dari pandemi tersebut.

Salah satu produk Reven Leather. Foto: Instagram Reven Leather

“Dari omzet dan profit kami tidak ada terdampak sama sekali. Hanya saja kami sering menerima komplain karena pengiriman terhambat lockdown dan penyekatan,” ujar Galih.

Justru saat itu penjualan meningkat pesat karena berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri. “Mungkin karena orang nggak berani keluar, jadi mereka belanja online,” kata Galih.

Mendekati Idul Fitri di tahun 2020, Galih mengaku dalam sehari bisa mengirimkan 600 paket. “Saya sampai minta tolong para tetangga buat bantu packing,” ujarnya.

Masuk Pasar Internasional
Untuk pasar Internasional, Galih mengatakan tokonya mengikuti program ekspor di salah satu marketplace. Ia berharap ke depannya bisa memiliki agen sendiri di negara lain agar penjualan bisa semakin meningkat.

“Pesanan biasanya dari Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam. Hampir setiap hari ada pesanan ekspor,” tuturnya.

Berbicara tentang omzet, Galih mengungkapkan bahwa saat ini pendapatan Reven berada di angka sekitar Rp 400 juta per bulan.

“Tiap bulan naik turun, tapi tidak terlalu signifikan perbedaannya. Masih stabil lah. Minimal Rp 300-400 juta sebulan,” ungkapnya.

Paket berisi produk Reven dan Alona yang siap dikirim ke pelanggan. Foto: dok.

Meskipun bisnisnya telah berkembang pesat, Galih tak mau berhenti berpromosi. Selain Facebook Ads, ia juga mengoptimalkan iklan di platform Tiktok dan Instagram.

Saat ini ia juga memperkuat tim kreatif untuk mendukung digital marketing. “Sekarang kami memperkuat tim konten atau tim kreatif, seperti videografer dan fotografer,” ujar Galih.

Ia menjelaskan bahwa promosi besar-besaran jika tidak diiringi dengan konten media sosial yang apik tidak akan bisa menarik perhatian konsumen.

Reven dan Alona menjadi satu contoh bisnis yang mampu berkembang dengan pesat berkat ketekunan dan juga pemanfaatan dunia digital.

Untuk ke depannya, Galih berharap Reven dan Alona bisa menjadi brand terbaik di industri kulit di Indonesia.

“Kami ingin menjadi yang terbaik dari hulu sampai hilir. Mulai dari bahan, produksi, tim, hingga marketing, kami ingin jadi yang terbaik,” tutupnya.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: digital marketingHeadlinekabupaten malangpengrajinperajinreventajinantas dan dompet

Related Posts

Ilustrasi content creator yang sedang membuat konten promosi UMKM. (Foto: Pexels)
Bisnis

7 Ide Bisnis Kreatif untuk Anak Muda, Bisa Dimulai dari Hobi dan Skill yang Dimiliki

Senin, 1 Jun 2026
Faerie Afterlight, Salah Satu Karya Studio Game Asal Malang yang Mendunia (Foto: Pinterest)
Bisnis

Dari Steam hingga Anime Jepang, 5 Studio Kreatif Asal Malang yang Mendunia

Senin, 1 Jun 2026
CEO JADE Indopratama Rachmad Santoso didapuk jadi Top 10 Printerpreneur Indonesia Awards 2026. Foto: Dok.
Bisnis

37 Tahun Berkarya, Bos JADE Indopratama Didapuk Jadi Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026

Selasa, 12 Mei 2026
Ilustrasi rekomendasi HP terbaik. Foto/dok
Bisnis

Jelang 2026, Ini Rekomendasi HP Terbaik Akhir 2025

Kamis, 25 Des 2025
QRIS Bank Indonesia
Bisnis

QRIS, Inovasi Bank Indonesia yang Ubah Wajah Transaksi Digital Nasional

Kamis, 13 Nov 2025
Ilustrasi Investasi Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Bisnis

Investasi Kota Malang Capai Rp2,5 Triliun, Sektor Perhotelan Jadi Primadona

Sabtu, 8 Nov 2025
Next Post
Mutasi Perwira Tinggi TNI, Empat Jendral Koneksi Kuat Presiden Jokowi

Mutasi Perwira Tinggi TNI, Empat Jendral Koneksi Kuat Presiden Jokowi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UIN Malang Gelar Buka Puasa Bersama Media, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.