Malang, Tugumalang.id – Peningkatan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda dinilai penting untuk menjaga kualitas demokrasi Indonesia. Generasi milenial dan Gen Z memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang, Mahrus Ali, menilai generasi muda perlu dibekali pendidikan dan pemahaman politik yang matang agar mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi. Hal ini penting di tengah berbagai tantangan, mulai dari ketimpangan sosial-ekonomi, penyebaran hoaks bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), hingga melemahnya sikap kritis masyarakat.

Menurutnya, salah satu tantangan yang perlu diatasi adalah stigma negatif anak muda terhadap dunia politik. Politik kerap dipandang sebagai arena perselisihan, sarat kebohongan, hingga identik dengan praktik korupsi.
“Drama perebutan kekuasaan yang tersaji di media sosial semakin memperkuat keengganan mereka untuk terlibat, bahkan melahirkan sikap apatis yang menganggap politik sebagai ‘monster’ yang patut dihindari,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Baca juga: DPRD Kabupaten Malang Dorong Penambahan Pos Damkar Jadi 7 Titik
Mahrus menegaskan, kesadaran politik tidak cukup dimaknai sebatas menggunakan hak pilih dalam pemilihan umum (pemilu) setiap lima tahun sekali. Generasi muda juga perlu memahami proses penyelenggaraan negara, menganalisis kebijakan publik secara kritis, serta mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
Partisipasi Politik Tidak Sebatas Pemilu
Partisipasi anak muda dalam pemilu, lanjut Mahrus, diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas lima tahunan. Keterlibatan tersebut juga menjadi bentuk partisipasi untuk mendorong kepemimpinan yang adil dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Di luar pemilu, generasi muda memiliki peluang menjadi agen advokasi berbagai persoalan publik. Mereka dapat terlibat dalam pengawalan isu reformasi hukum, perlindungan lingkungan, serta berbagai kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Mahrus juga mengingatkan bahwa budaya demokrasi perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dalam kegiatan politik formal. Di lingkungan keluarga, nilai demokrasi dapat ditanamkan melalui musyawarah dan sikap saling menghargai pendapat.
Baca juga: Pendapatan Kabupaten Malang Lampaui Target, Tembus Rp4,86 Triliun pada 2025
Empat Modal Dasar Kesadaran Demokrasi Generasi Muda
Sementara itu, di sekolah dan kampus, nilai demokrasi dapat diterapkan dengan membangun interaksi tanpa diskriminasi. Menghormati perbedaan pandangan serta menolak kekerasan dan perundungan juga merupakan bagian dari penerapan nilai demokrasi.
Untuk memperkuat peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi, Mahrus menyebut empat modal dasar yang perlu dimiliki, yakni komitmen, integritas, kompetensi, dan jaringan atau konstituensi.
“Pemuda harus tetap menjaga independensi dan kedaulatan pikirannya. Baik bertindak sebagai penyelenggara, pengawas, maupun peserta dalam pesta demokrasi,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko


















