Selasa, Oktober 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Mahasiswa UM Terbitkan Manuskrip Desa Talok

Sejarah Desa Talok, Malang

Redaksi by Redaksi
Agustus 9, 2021 9:56 pm
in Pendidikan
Mahasiswa kkn di desa talok

Para mahasiswa KKN dan kepala Desa Talok, di depan pohon Talok. /dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kisah berdirinya sebuah desa tentu memiliki jejak yang kental akan sejarah. Seperti Desa Talok yang berada di Kecamatan Turen Kabupaten Malang ini. Desa Talok telah meninggalkan jejak sebuah Pohon Taloka yang langka.

Sebuah Manuskrip Desa Talok, berhasil diterbitkan sebagai pedoman sejarah desa berkat 15 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mulai menggali data sejak 25 Juni 2021.

READ ALSO

FH UB Perkuat Kerja Sama Hukum Lingkungan Indonesia–India melalui Program Dosen Berkarya 2026

225 Siswa SDIT Insan Permata Malang Ikuti Kemah Eksplorasi Juara 2026

“Berdasarkan bahasa Jawa Kuno, Taloka tersirat, ta memiliki arti tembung aran dan loka artinya dunia atau dimensi yang berhubungan dengan kahyangan,” ujar Muhammad Ahsan Thoriq, mahasiswa UM, penanggungjawab pembentukan manuskrip itu.

Pohon Taloka yang ditemukan di Gunung Petung, Kabupaten Malang (dok)

Kentalnya jejak sejarah di Desa Talok dan dorongan warga setempat menginisiasi ke-15 mahasiswa itu menggali sejarah Desa Talok. Dalam menggali data, mereka menggunakan metode meditasi, wawancara ahli sejarah dan berdasarkan literatur legal.

Metode meditasi itu dilakukan oleh Kepala Desa Talok, sejarawan era 45 dan tokoh desa. Dari meditasi itu kemudian memunculkan sebuah nama yaitu Resi Sang Reca Bhuwana yang merupakan sosok penanam biji taloka pertama kali di Gunung Petung pada 956 masehi.

“Awalnya kami mengira desa ini adalah bekas Kerajaan Taloka yang disebut di Pararaton. Makanya kami gali terus dengan wawancara ke beberapa ahli sejarah dan budaya dan mencocokkan hasil wawancara dengan kitab kitab yang sudah legal,” ucapnya.

“Ternyata kami menemukan bahwa taloka ini bukan jejak Kerajaan Taloka. Tapi dari sebuah nama biji taloka yang ditanam oleh Resi Sang Reca Bhuwana. Jadi dia mendapatkan titah dari para dewata untuk menanamkan biji ini disebuah bukit,” ungkapnya.

Resi Sang Reca Bhuwana ini ternyata menanam biji taloka tersebut di Gunung Petung. Disebutlah daerah itu menjadi wilayah Taloka yang letaknya berada di sebelah timur Gunung Kawi. Dimana, Desa Talok juga termasuk dalam wilayah Taloka tersebut.

“Kami menemukan, pada zaman Kerajaan Singosari masih disebut Taloka, Mataram Islam juga masih Taloka. Setelah itu pada era penjajahan mulai disebut Desa Talok,” paparnya.

“Kami juga menemukan tiga situs sejarah di Gunung Petung, Gunung Jati dan makam mbah Surogawe. Selain itu juga menemukan pohon taloka ada di tiga zaman berbeda. Yaitu zaman Singosari, Mataram Islam dan penjajahan,” imbuhnya.

Yang paling mencengangkan, di Gunung Petung ternyata masih ditemui Pohon Taloka yang sudah hilang sejak 50 tahun lalu. Pohon Taloka ini memiliki ranting seperti pohon jati namun daunnya seperti daun pohon pisang.

Disana juga ditemui situs punden pembabatan yang diduga merupakan pemandian para leluhur yang melakukan babat alas.

Di Gunung Jati juga ditemui situs punden dan situs tradisi tayuban. Sementara di makam Mbah Surogawe yang juga tersirat dalam Pararaton atau kitab sastra Jawa yang menyebutkan bahwa Mbah Surogawe merupakan Sang Hyang Lohgawe yaitu guru dari Ken Arok.

Dari beberapa temuan dan kajian yang ada, dibuatlah sebuah Manuskrip Desa Talok. Dari manuskrip ini bahkan telah diterbitkan sebuah Surat Keputusan Kepala Desa Talok tentang Penetapan Manuskrip “Babat Tlatah Taloka” dan Sejarah Berdirinya Desa Talok.

“Kepala Desa sangat mengapresiasi hasil kajian ini dengan menjadikan manuskrip ini menjadi pedoman desa. Jadi semua sejarah baik kesenian dan sejarah harus berpedoman dengan manuskrip ini. Bahkan akan dijadikan pedoman sejarah bagi siswa di sana,” paparnya.

“Kami berharap manuskrip ini menjadi pemicu desa lain agar melek lagi dengan sejarahnya. Sebenarnya semua desa memiliki sejarah berbeda dengan karakteristik masing masing. Dimana sejarah desa merupakan ciri khas dari desa itu,” tutupnya.

Reporter: M Sholeh
Editor: Sujatmiko

Tags: Desa Talokkabupaten malangUMUniversitas Negeri Malang

Related Posts

FH UB Perkuat Kerja Sama Hukum Lingkungan Indonesia–India melalui Program Dosen Berkarya 2026
Advertorial

FH UB Perkuat Kerja Sama Hukum Lingkungan Indonesia–India melalui Program Dosen Berkarya 2026

Selasa, 20 Okt 2026
225 Siswa SDIT Insan Permata Malang Ikuti Kemah Eksplorasi Juara 2026
Advertorial

225 Siswa SDIT Insan Permata Malang Ikuti Kemah Eksplorasi Juara 2026

Selasa, 20 Okt 2026
190 Siswa SMPIT Insan Permata Malang Belajar Mengabdi dan Nyantri Lewat Gema Qur’ani Berkhidmat
Advertorial

190 Siswa SMPIT Insan Permata Malang Belajar Mengabdi dan Nyantri Lewat Gema Qur’ani Berkhidmat

Selasa, 20 Okt 2026
ITN Malang Perluas Pemberdayaan Masyarakat Lewat Inovasi Teknologi
Advertorial

ITN Malang Perluas Pemberdayaan Masyarakat Lewat Inovasi Teknologi

Senin, 19 Okt 2026
ITN Malang dan Pemkab Manggarai Timur Perkuat Kerja Sama Penanganan Permukiman Kumuh
Advertorial

ITN Malang dan Pemkab Manggarai Timur Perkuat Kerja Sama Penanganan Permukiman Kumuh

Senin, 19 Okt 2026
FKIP Unisma Perkuat Kompetensi Digital Dosen melalui SPADA
Advertorial

FKIP Unisma Perkuat Kompetensi Digital Dosen melalui SPADA

Senin, 19 Okt 2026
Next Post
Ilustrasi orang mengajar/tugu jatim

Anda Penggemar Film Pendidikan Indonesia, 3 Film Ini Rekomended

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.