MALANG, Tugumalang.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melakukan inovasi transformasi perubahan modul Kurikulum 13 menjadi Kurikulum Merdeka dengan menyesuaikan sistem pendidikan Indonesia dengan tantangan global. Termasuk dalam konteks pembelajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).
Kurikulum Merdeka menawarkan pendekatan yang lebih relevan, karena siswa akan diajak untuk lebih aktif, kreatif, dan juga mandiri dalam mengikuti proses pembelajaran. Termasuk menanamkan, memahami, dan mengamalkan ajaran Aswaja.
Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan Info! Universitas Negeri Malang Buka Gelombang 2 Seleksi Mandiri Kelas Internasional 2024-2025
Hal itu dirasa penting mengingat dunia kerja dan dinamika global selalu berubah secara dinamis. Sehingga siswa perlu dibekali dengan kemampuan untuk adaptif dengan perubahan dan melakukan inovasi sesuai dengan nilai-nilai Aswaja.
Alasan itulah yang membuat tiga mahasiswa UM yakni Mochammad Ja’far Amri Amanulloh, Luthfi Maulida Rochmah, Mohamad Irvan Muzakky yang dibimbing oleh Dr. Rochmawati, M.Pd.
Ketiga mahasiswa tersebut merekonstruksi modul ajar Aswaja berbasis competitive learning terintegrasi Merdeka Belajar untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) Raudhatul Muttaqien, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.
Baca Juga: Para Atlet AUG 2024 Beri Kesan Menarik Penyelenggaraan Cabor Badminton di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang
Mochammad Ja’far selaku Ketua Tim Pengembangan Modul Ajar mengatakan Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada guru untuk menentukan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Sehingga dirasa pas untuk menginternalisasi nilai Aswaja ke dalam kegiatan pembelajaran secara lebih personal dan efektif.
“Kurikulum Merdeka menekankan pengembangan kompetensi non-akademis seperti keterampilan berpikir, kritis, kolaborasi, dan kreativitas yang sejalan dengan prinsip-prinsip Aswaja. Dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan berjiwa sosial,” terang mahasiswa yang akrab disapa Ja’far tersebut.
“Selain itu, pembelajaran berbasis proyek yang diusung oleh Kurikulum Merdeka memungkinkan siswa untuk menerapkan pengetahuan Aswaja dalam konteks nyata. Misalnya, siswa dapat terlibat dalam proyek sosial yang menanamkan nilai-nilai kebaikan dan toleransi yang merupakan penting dari ajaran Aswaja,” imbuhnya.
Pihak MTs Raudhatul Muttaqien merasa senang dengan inovasi modul yang dikembangkan oleh mahasiswa UM yang memberikan solusi cara menerapkan Kurikulum Merdeka di madrasah dan mengkombinasikannya dengan ajaran Aswaja sebagai ciri khas pembelajaran dari madrasah.
“Kami haturkan banyak terima kasih kepada tim dari mahasiswa UM ini karena telah memberikan solusi bahan ajar untuk sekolah kami. Selama ini kami menggunakan modul seadanya dan menurut saya kurang sesuai isi materinya ketika mengajar,” terang Kepala MTS Raudhatul Muttaqien, Ricky Habibullah, M.Kom.
“Namun setelah ada modul ajar ini, saya akan lebih mudah dan sangat terbantu dalam mengejar dan mengembangkan potensi belajar siswa dalam Aswaja,” sambungnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























