MALANG, Tugumalang.id – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Universitas Negeri Malang (PPG UM) sebanyak 704 mahasiswa mengikuti kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara sejak Kamis (9/5/2024) sampai dengan Jumat (10/5/2024) kemarin di Lanal Malang.
Para mahasiswa PPG UM Prajabatan Gelombang 2 tahun 2023 itu menghadiri acara penutupan kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara.
Acara penutupan kegiatan tersebut dihadiri Direktur Sekolah Pascasarjana UM, Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si, Ketua Program Studi Pascasarjana UM, Dr. Muhammad Alfan, S.Pd, M.Pd, beberapa pejabat Sekolah Pascasarjana UM lainnya, dan TNI Lanal Malang, Mayor Laut (T) Eko Wahyu Santoso yang juga didapuk sebagai pembina upacara penutupan.
Baca Juga: Gelar Acara Menari 24 Jam, Cara Unik Universitas Negeri Malang Peringati Hari Tari Sedunia
Mayor Eko mengatakan melalui kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara para mahasiswa PPG UM Prajabatan Gelombang 2 tahun 2023 dapat menjadi guru yang profesional.
Mereka diharapkan memiliki integritas dan komitmen untuk berperan serta dalam mencerdaskan anak bangsa.
Pihaknya menambahkan dengan materi wawasan kebangsaan dan bela negara yang diberikan selama dua hari kegiatan dapat menambah wawasan dan rasa cinta tanah air para mahasiswa PPG UM.
Baca Juga: Prototipe Kapal Penebar Pakan Ikan Next-G Dikembangkan Universitas Negeri Malang
“Diharapkan kegiatan yang diikuti selama dua hari ini dapat menjadi bekal guna menambah wawasan, ilmu pengetahuan, dan keterampilan dalam rangka mencetak generasi baru,” tutur Mayor Eko yang mewakili Komandan Lanal Malang, Kolonel Laut (KH/W) Rinanda Sintasari, S.Sos, M.Tr.Ap.
Yakni guru-guru Indonesia yang memiliki panggilan hati menjadi guru yang profesional, berkomitmen menjadi teladan, cinta terhadap profesi dan pembelajar sepanjang hayat,” imbuhnya.
Salah satu mahasiswa PPG UM, Dharma Prasetya Kasenda Wijaya mengaku memiliki kesan tersendiri setelah mengikuti kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Lanal Malang. Ia merasa dapat belajar bertanggung jawab sebagai calon guru profesional terutama soal kedisiplinan.
“Banyak hal yang kita dapatkan. Kita dituntut bangun pagi berangkat jam 5 untuk ke kampus dan itu melatih kedisiplinan. Adapun pengalaman baru yang tidak pernah didapatkan sebelumnya yaitu ronda malam,” ungkapnya.
“Saya rasa di rumah meskipun sudah dewasa mungkin sebagian besar selalu mengandalkan ibu kita, hari ini kita mengandalkan diri kita untuk masa depan kita sendiri,” jelas Dharma.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























