Malang, Tugumalang.id – Mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menunjukkan kreativitasnya dalam menghadirkan karya inovatif.
Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) dengan produk inovasi yang diberi nama STRAWTECH. Mahasiswa Polinema mengembangkan Direct-Plan Bio-Plug dari serat jerami padi sebagai alternatif media semai yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan penelitian ini melibatkan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Teknik Mesin dan Teknik Kimia yang mengintegrasikan rekayasa mesin dan teknologi pengolahan biomassa. Inovasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan material semai berbasis limbah pertanian yang dapat berfungsi sebagai wadah sekaligus media tumbuh tanaman.
Tim Mahasiswa Polinema terdiri dari Stevanus Nefa Ardian, Muhammad Madda Amrulloh, Muchammad Deni Satriyo W, Zanuar Islam Akbar dari Prodi Teknik Mesin dan Perancangan Produksi dan Fadhiil Dwi Febrian dari Prodi Teknik Kimia. Kegiatan PKM ini mendapat pendampingan dari dosen Polinema, Septyana Riskitasari, S.ST. M.Tr.T

Salah satu anggota tim, Stevanus Neva Ardian menjelaskan kegiatan penelitian dilatarbelakangi oleh masih besarnya potensi limbah jerami padi yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Setelah masa panen, jerami umumnya dibuang, dibenamkan kembali ke lahan atau dibakar. Padahal, jerami padi memiliki kandungan selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang berpotensi diolah menjadi bahan biokomposit,” beber Stevanus.
Baca juga: Mahasiswa Polinema Sukses Kembangkan Sistem Monitoring IoT di PT Rapidplast Indonesia
Melalui STRAWTECH, mahasiswa berupaya memberikan nilai tambah terhadap limbah tersebut dengan mengolahnya menjadi material yang dapat digunakan sebagai media semai.
Inovasi ini sekaligus berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan polybag plastik sekali pakai dalam kegiatan pembibitan.
STRAWTECH ini tidak hanya mencoba mengolah limbah jerami menjadi produk baru, tetapi juga menggabungkan pendekatan rekayasa mesin dan teknologi pengolahan material dalam satu inovasi. Potensi pemanfaatannya juga mendapat perhatian dari pelaku di bidang pertanian.
Petani melon asal Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Hanif menyampaikan bahwa bio-plug memiliki potensi yang luas untuk dikembangkan di sektor pertanian, khususnya sebagai media penyemaian.
Baca juga: Mahasiswa Polinema Kembangkan Alat Bantu Pemulihan Stroke Berbasis Robotik
Menurutnya, kebutuhan terhadap media semai semakin penting karena harga beberapa bahan seperti cocopeat dan arang sekam mulai mengalami kenaikan pada tahun ini.
“Bio-plug ini sangat luas potensinya di dunia pertanian, terutama untuk penyemaian yang sangat dibutuhkan. Dengan harga media semai seperti cocopeat dan arang sekam yang mulai melonjak, saya berharap inovasi ini dapat menjadi alternatif yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku pertanian,” jelasnya.
Pengembangan STRAWTECH diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap limbah jerami padi. Selain itu juga mendorong pemanfaatan material biodegradable, sekaligus menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan polybag plastik dalam kegiatan pembibitan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































