Mahasiswa KKN UM 2021 Tingkatkan Nilai Jual Biji Kopi Desa Selorejo dengan Pelatihan Packaging

  • Whatsapp
Salah satu mahasiswa KKN UM 2021 saat melaksanakan Pelatihan Packaging kepada warga Desa Selorejo. Foto: dok

Tugumalang.id – Kontribusi nyata Universitas Negeri Malang (UM) dalam kepedulian masyarakat terus digaungkan. Diantaranya, lewat Pelatihan Packaging untuk warga Desa Selorejo, guna mendongkrak nilai jual biji kopi hasil pertanian mereka.

 

Bacaan Lainnya

Siapa sangka, pelatihan tersebut digagas oleh mahasiswa KKN UM 2021. Yang mana, dalam satu tim KKN ini, terdiri dari 5 orang mahasiswa dengan berbeda program studi (prodi).

Mereka adalah Mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual, Aura Nebula Safinatunnajah, Bobby Aland Pratama, dan Yasotama Osa Jinendra.

 

Lalu, Mahasiswa Prodi Teknik Sipil, Rhamadani Ryan Yudhatama Putra dan Mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Otomotif, Risky Martha Ardiyan.

 

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Pengabdian Masyarakat UM, Andika Bagus Nur Rahma Putra MPd, mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk mendorong para petani kopi agar lebih inovatif dalam memasarkan produk unggulannya.

 

Dengan demikian, warga Desa Selorejo semakin maju dan mempunyai nilai jual kopi yang tinggi, tak hanya di skala lokal, namun juga global.

 

“Sebenarnya mereka (warga Selorejo) punya banyak produk unggulan, seperti oleh-oleh jeruk dan kopi ini. Tapi masyarakat di luar banyak mengenal Selorejo dengan jeruknya, sehingga kami buatkan pelatihan ini untuk meningkatkan eksistensi produk biji kopinya sehingga lebih dikenal dan mudah memasarkannya,” ujarnya.

 

Pelatihan tersebut, lanjut Andika, menggali tingkat kreativitas para petani untuk membuat packaging hingga konten promosi berupa video untuk pengenalan produk.

 

“Yang paling penting supaya masyarakat bisa membuat packaging yang lebih bagus dan membuat konten promosi sendiri, jadi mereka (warga Selorejo) bisa bersaing dengan brand lainnya,” jelasnya.

Baca Juga  UIN Malang Targetkan Semua Dekan Menjadi Guru Besar

 

Sementara itu, Penanggungjawab Program, Bobby Aland Pratama, mengatakan bahwa pelatihan ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan citra dari produk biji kopi tersebut akan pentingnya packaging, sehingga membawa produk itu menjadi berbeda dan lebih menarik di mata konsumen.

 

“Dikarenakan salah satu tujuan packaging adalah selain melindungi produk, juga sebagai sarana promosi secara tidak langsung, menarik minat konsumen supaya mau membeli produk kita. Packaging juga berguna sebagai pembeda branding satu penjual dengan penjual lainnya,” tambahnya.

 

Lebih jauh, produk yang dihasilkan oleh Desa Selorejo diharapkan dapat diklaim sebagai aset dan produk khas daerah sehingga mudah dikenali oleh masyarakat luas.

 

“Ditambah dengan adanya trend coffee shop di Malang yang sedang menjamur, bisa jadi peluang bisnis bagi Desa Selorejo untuk masuk, membaca pasar, dan menargetkan hasil pertaniannya mulai dari pemilik usaha lokal coffee shop tersebut,” tandasnya.(ads)

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Lizya Kristanti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *