Malang, Tugumalang.id – Upaya melestarikan kearifan lokal dilakukan oleh Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB). Mereka berhasil menyusun buku cerita anak yang mengangkat Legenda Telaga Jenon dan Desa Gunungronggo, Kabupaten Malang.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Revitalisasi Perpustakaan MI Darussalamah di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan. Tujuannya memperkaya koleksi bacaan sekaligus meningkatkan literasi siswa sekolah dasar melalui cerita rakyat khas daerah setempat.
Mahasiswa FIB UB Kumpulkan Data Telaga Jenon
Koordinator Desa Kelompok 63, Najwa El Kiromi, menjelaskan bahwa penyusunan buku ini berawal dari wawancara dengan sesepuh desa untuk menggali asal-usul Telaga Jenon yang menjadi identitas Desa Gunungronggo.
“Cerita tersebut kemudian kami tulis ulang dengan bahasa sederhana, komunikatif, dan sesuai tingkat pemahaman anak-anak,” ujar Najwa, Kamis (4/9/2025).
Tidak hanya menulis ulang, mahasiswa juga melengkapi buku dengan ilustrasi berwarna bergaya kartun agar lebih menarik bagi anak-anak. Perpaduan teks sederhana dan gambar visual ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus membantu siswa memahami isi cerita.
Dalam waktu sebulan, proyek tersebut rampung dan diserahkan secara simbolis kepada pihak MI Darussalamah pada 4 Agustus 2025, bertepatan dengan peresmian perpustakaan yang direvitalisasi.
“Respon siswa sangat antusias. Mereka bersemangat membuka halaman demi halaman buku, bahkan ada yang langsung membacakan keras-keras di depan teman-temannya,” tambah Najwa.
Guru dan kepala sekolah turut menyampaikan apresiasi karena buku ini tidak hanya menambah koleksi perpustakaan, tetapi juga menghadirkan konten yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, yaitu cerita rakyat dari desa mereka sendiri.
Dijelaskan Najwa, penyusunan buku ini merupakan salah satu cara sederhana namun bermakna untuk menghadirkan budaya lokal dalam dunia literasi anak-anak.
“Harapan kami, buku ini bisa menjadi bacaan favorit siswa sekaligus sarana untuk menjaga cerita rakyat agar tidak hilang ditelan zaman,” ungkapnya.
Program ini sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) karena mendorong peningkatan literasi dasar siswa melalui penyediaan bahan bacaan yang kontekstual dan edukatif. Dengan adanya buku cerita rakyat ini, diharapkan siswa MI Darussalamah semakin gemar membaca, lebih percaya diri dalam kegiatan literasi, serta memiliki kebanggaan terhadap identitas budaya desanya.
Secara keseluruhan, penyusunan buku Legenda Telaga Jenon dan Desa Gunungronggo menjadi bukti nyata program pendukung dapat memberikan dampak signifikan terhadap keberhasilan revitalisasi perpustakaan. Buku ini tidak hanya berfungsi sebagai media belajar, tetapi juga sebagai penghubung antara literasi, identitas, dan pelestarian budaya lokal.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























