Malang, Tugumalang.id – Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Program Studi Akidah dan Filsafat Islam Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Ngawi, Jawa Timur, menggelar Studi Akademik bertajuk “Peran Akal dan Jiwa dalam Menjawab Krisis Spiritual Postmodern”. Kegiatan yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2025 ini diikuti oleh mahasiswa semester dua sebagai bagian dari pengembangan wawasan akademik dan intelektual.
Eksplorasi Pemikiran Kritis di STF Al-Farabi Malang
Pada hari pertama, kegiatan digelar di STF Al-Farabi/Pesantren Luhur Baitul Hikmah Malang dengan subtema “Logical Fallacy: Tantangan dalam Berpikir Kritis dan Rasional.” Diskusi dimulai pukul 09.00 WIB dan menghadirkan dua narasumber, yakni Ach. Khoiron Nafis dan Herlianto. A, dengan moderator yang memandu jalannya diskusi secara interaktif dan inspiratif.
Moderator membuka acara dengan penegasan pentingnya kemampuan berpikir kritis di era digital, mengingat masyarakat kini hidup di tengah banjir informasi yang kerap menyesatkan. “Setiap orang perlu mampu memilah mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan,” ujarnya.
Pandangan Islam dan Filsafat Barat Tentang Rasionalitas
Dalam penyampaiannya, Ach. Khoiron Nafis menyoroti bahwa kesalahan berpikir (logical fallacy) sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Ia menjelaskan bahwa dalam teologi Islam, manusia memiliki batas dalam berpikir; hakikat Tuhan tidak bisa dijangkau oleh akal, namun sifat-sifat-Nya dapat dipelajari dan direnungkan.
“Yang perlu dikhawatirkan bukanlah berpikir, tapi malas berpikir,” ujarnya disambut tawa peserta seminar.
Sementara itu, Herlianto. A, mengulas perkembangan filsafat dari era klasik hingga postmodernisme. Ia menegaskan bahwa pemikiran postmodern membawa semangat baru dalam menafsirkan ulang berbagai aspek kehidupan tanpa terpaku pada satu kebenaran tunggal.
Menurutnya, kebebasan berpikir justru menjadi pintu untuk menemukan kedalaman spiritual di tengah krisis makna modernitas.
Baca juga: STF Al Farabi, Kampus Filsafat di Malang Buka Pendaftaran, Cek Biaya dan Cara Daftarnya!
Antusiasme dan Keberlanjutan Kegiatan
Kegiatan di STF Al-Farabi berlangsung penuh antusiasme. Para mahasiswa aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar logika, rasionalitas, dan relevansinya dengan teologi Islam.
Setelah sesi ini, rombongan akan melanjutkan kunjungan akademik ke Gubuk Sufi dengan tema “Aktualisasi Nilai Sufisme untuk Menghadapi Degradasi Moral” serta ke Lingkar Studi Filsafat Discourse Malang dengan tema “Nalar Kebenaran dan Konsekuensi Dakwah.”
Menumbuhkan Keseimbangan Akal dan Spiritualitas
Melalui kegiatan ini, Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor berharap para mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis berbasis epistemologi Islam.
Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai spiritualitas yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan global, terutama fenomena degradasi moral di era modern.
Baca juga: 7 Rekomendasi Buku Filsafat Ringan untuk Pemula, Bikin Paham Tanpa Pusing!
Fakultas Ushuluddin terus mendorong mahasiswanya untuk membangun keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas, sehingga tercipta keselarasan antara keilmuan dan keimanan.
Keserasian inilah yang menjadi fondasi penting dalam membentuk intelektual muslim yang berkarakter, berakal sehat, dan berjiwa religius.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Muhammad Jazuli (Magang)
Redaktur: Jatmiko





























