MALANG, Tugumalang.id – Tiga bahan alami, yakni madu, tanaman pucuk (Saussurea costus), dan jintan hitam (Nigella sativa) memiliki potensi untuk mencegah COVID-19. Ketiga bahan alami tersebut menghasilkan daya atau reaksi tanggap kebal terhadap virus SarCov-2, khususnya pada penerima vaksinasi COVID-19.
Ini merupakan hasil penelitian disertasi dr Bobi Prabowo, Sp.Em, KEC, M.Biomed, FICEP saat ia masih menjabat sebagai Plt Direktur RSUD Kanjuruhan.
Pada Jumat (25/7/2025), Bobi berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan tim promotor dan penguji yang beranggotakan enam orang.
Baca Juga: Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Koperasi Merah Putih Bumiayu Jadi Pusat Layanan Ekonomi dan Kesehatan
Tim penguji diketuai Prof. Dr. dr. Sumarno, DMM, Sp.MK (K), dari Departemen Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Berkat disertasi yang digarap selama empat tahun ini, Bobi berhasil menuntasan program doktoral di Program Studi Ilmu Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB).

Judul penelitian disertasi ini adalah Efek Pemberian HSN (Honey, Saussurea Costus, Nigella Sativa) sebagai Imunomudulator Dalam Meningkatkan Respon Imun Seluler, Humoral dan Sitokin Pada Penerima Vaksinasi COVID-19 serta Menghambat Pertumbuhan Virus.
Dari penelitian ini, Bobi menemukan potensi pemberian HSN (Honey, Saussureacostus, Nigella sativa) sebagai imunomodulator dalam meningkatkan respon imun seluler, humoral, dan sitokin serta membantu dalam netralisasi virus SARS-Cov 2 melalui uji sitopatik efek (CPE). Khususnya, bagi seseorang yang telah menerima vaksinasi lengkap Covid-19.
Baca Juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Mental Menurut Psikologi, Lengkap dengan Pandangan Para Ahli
“Pemberian HSN pada subyek post vaksinasi Covid-19 dapat meningkatkan antibodi IgG serum dan sIgA serta Bata Defensin saliva yang berefek mematikan SarCov-2 pada kultur sel Vero E6,” jelas Bobi yang kini menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Jakarta.
Ketua tim penguji, Sumarno mengungkapkan, penelitian tersebut telah menghasilkan novelty atau keterbaruan pada ilmu kesehatan dan bidang teknologi kesehatan. Kebaruan tersebut adalah temuan bahwa HSN telah menghasilkan daya atau reaksi tanggap kebal terhadap virus SarCov-2.
Reaksinya, bisa meningkatkan daya kebal tubuh baik dalam sel maupun seluler. Dalam kurun waktu tertentu, formulasi HSN bahkan bisa mematikan atau membunuh virus infeksi paru-paru pada manusia.
“Untuk membuktikan adanya efek HSN, peneliti (Bobi) sudah menerapkan pada 40 orang subjek penelitian,” kata Sumarno.
Ia menilai, hasil penelitian efek HSN ini penting bagi dunia kesehatan, terutama pengobatan infeksi paru-paru. Saat ini, penelitian sudah dimasukkan jurnal internasional Scopus Q 1-2 dan sudah dipublikasi. Hasil penelitian ini juga telah memenuhi syarat untuk mendapatkan sertifikasi hak paten, yakni Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).
Sumarno menambahkan, sebelumnya sudah ada bukti klinis pada penggunaan madu dan jinten hitam untuk mengobati masalah kesehatan. Ada penggunaan dosis yang bisa secara langsung mematikan virus, ada juga yang secara tidak langsung menguatkan imunitas tubuh manusia dari virus.
Dalam penelitian ini, terbukti HSN juga bisa membantu ketahanan tubuh dari virus Sarcov-2. Penelitian ini relevan dengan kondisi saat ini yang sempat terjadi lonjakan kasus COVID-19 varian baru, Nimbus NM 1.8.1.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























