PATI, Tugumalang.id – Event lomba burung Perkutut bertajuk Gantangan Latihan Pertama (Galatama) yang diselenggarakan di Desa Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Minggu (4/5/2025) kemarin, berlangsung meriah.
Diikuti 256 peserta, event tersebut diselenggarakan Komunitas Perkutut Desa Wedarijaksa, Pati yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi di kalangan sesama penghobi burung Perkutut. Selain itu, digelarnya event lomba Perkutut Galatama juga dalam rangka sedekah bumi.
Baca Juga: 4 Pasar Khas di Kota Malang, Mulai Pasar Burung hingga Roma
Pemrakarsa Event Galatama, Mulyono Rekso mengatakan tujuan dari digelarnya lomba burung Perkutut tersebut untuk merawat silaturahmi sesama komunitas dan pemelihara perkutut, khususnya di wilayah Pati dan sekitarnya.
Selain itu, Mulyono menambahkan digelarnya event Galatama juga bagian dari menjaga kelestarian alam terutama populasi burung Perkutut.
“Tujuan diadakannya lomba perkutut ini adalah sebagai silaturahmi sesama komunitas dan pemelihara perkutut di Kabupaten Pati dan sekitarnya. Kedua, juga sebagai sarana untuk pelestarian alam, karena dengan memelihara Perkutut, jumlah Perkutut akan terjaga,” kata Mulyono.
Baca Juga: Djamal Aziz Dukung Pelestarian Budaya Lomba Burung Berkicau
Beberapa jenis Perkutut seperti Perkutut Lokal, Perkutut Crossing, Perkutut Bangkok meramaikan event Galatama tersebut. Para peserta juga tidak hanya dari Pati tetapi juga dari wilayah lain, seperti Semarang, Demak, Kudus, Blora, Jepara, Grobogan, dan Rembang.
Event Galatama juga semakin meriah dengan puluhan doorprize yang disediakan panitia, dengan doorprize utama sepeda motor yang diraih peserta asal Jepara.
Filosofi Burung Perkutut
Melihat antusiasme yang begitu tinggi dari penghobi Perkutut, khususnya di Desa Wedarijaksa. Mulyono berharap event Galatama dapat konsisten digelar setiap tahun.
Pihaknya juga mengatakan ada filosofi dari memelihara burung Perkutut yang mengajarkan tentang kedamaian, kesabaran, dan kesederhanaan.
“Kami tidak menyangka, animo masyarakat begitu tinggi dan antusias mengikuti lomba yang baru kali pertama ini,” ucap Mantan Kepala Kanwil PT Pegadaian XII Surabaya tersebut.
“Berharap acara ini bisa berkelanjutan, untuk melestarikan burung Perkutut. Filosofi Perkutut adalah tentang kedamaian, kesabaran, dan juga kesederhanaan,” tambahnya.
Antusiasme Peserta Event Lomba Perkutut Galatama
Salah satu peserta asal Kudus, Jawa Tengah, Sukawi menyambut baik digelarnya event Galatama. Sebagai penghobi, ia merasa senang bisa bertemu dengan sesama pecinta burung Perkutut dari berbagai daerah.
“Sebagai bagian dari komunitas Perkutut Kudus menyambut baik Galatama ini, karena sangat ditunggu-tunggu, khususnya di Kabupaten Pati. Ini juga sarana silaturahmi bertemu dengan para penggemar Perkutut,” ungkapnya.
Hal senada juga diutarakan Rofi, salah satu peserta asal Blora, Jawa Tengah. Ia merasa event Galatama sangat meriah dan sangat menyenangkan bisa bertemu dengan sesama penghobi burung Perkutut.
“Lomba ini sangat menyenangkan dan rileks, dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore semua saling memperhatikan burung perkututnya dan tidak membuat suasana yang gaduh. Sehingga burung bisa berkonsentrasi dengan baik di lomba” ucap Rofi.
Event Galatama menyediakan 50 gantangan ditambah dengan 6 cadangan. Memperebutkan kejuaraan yang terbagi dalam Juara 1, 2, dan 3. Kemudian Juara 4 dan 5 sehingga lomba tersebut berlangsung begitu meriah.
Ada 6 kategori lomba yakni Perkutut Lokal Bebas, Lomba Perkutut Campuran Bebas, Lomba Perkutut Lokal 250 Poin, Lomba Perkutut Bebas 350 Poin, Lomba Perkutut Pemula 100 Poin, dan Lomba Perkutut Bebas 50 Poin.
Tiket event Galatama juga cukup murah yakni sebesar Rp 30 ribu, peserta mendapatkan makan siang, snack, dan juga doorprize.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























