Tugumalang.id – Yayasan Lingkar Gagasan (Lingga) Indonesia terus berupaya menggaungkan sinergi stakeholder di Kota Malang untuk menangulangi penyebaran HIV/AIDS. Terbaru, Lingga Indonesia menggelar FGD bertajuk “Quarterly Stakeholder Meeting” di Alana Hotel Malang pada Kamis (16/10/2025).
Koordinator Program Yayasan Lingga Indonesia, Rifan Ansori menyampaikan bahwa HIV/AIDS merupakan persoalan serius. Untuk itu, penanganan HIV/AIDS perlu dilakukan dengan sinergi yang kuat dari seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: Kasus HIV dan TB Meningkat, Lingga Indonesia Perkuat Kolaborasi Antara Pemerintah dan Komunitas
“Jadi kami ingin mencoba merangkul semua stakeholder di Kota Malang untuk bersama sama menanggulangi HIV/AIDS,” ucapnya.
Pihaknya memandang bahwa kasus HIV/AIDS di Kota Malang terus berkembang setiap tahunnya. Ia menilai keterlibatan stakeholder masih belum optimal dalam penaggulangan HIV/AIDS.
“Catatan kami, kasus HIV di Kota Malang terus meningkat tiap tahunnya. Kami melihat penanganannya masih lambat, sinergi stakeholder masih belum optimal,” imbuhnya.
Lingga Indonesia sendiri menurutnya sempat mencoba melakukan pengecekan di lingkungan lingkungan rawan penyebaran HIV/AIDS sebagai upaya penanganan dan penanggulangan. Namun, pihak pihak di lingkungan rawat penyebaran HIV itu tak berkenan dilakukan pemeriksaan.
Baca Juga: Konsep ‘Keseimbangan’ ala Linggarjanto di Balik Sukses Optik International Bertahan 51 Tahun
Menurutnya, upaya penangulangan tersebut masih perlu dilakukan sosialisasi untuk menyamakan persepsi bahwa HIV/AIDS perlu mendapat intervensi dan perlu diantisipasi melalui pemeriksaan sebagai deteksi dini.
“Jadi upaya kami untuk memutus mata rantai penyebaran HIV itu masih terhambat,” ujarnya.
Kegiatan FGD ini menurutnya menjadi salah satu upaya untuk menggaungkan dan menggugah kesadaran pentingnya penanggulangan HIV/AIDS melalui sinergi yang kuat antar stakeholder.
Pihaknya juga berharap pemerintah daerah bisa segera membentuk Perda tentang penanganan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Malang.
“Semoga rantai penyebaran HIV di Kota Malang ini benar benar bisa diputus,” tandasnya.
Sebagai informasi, FGD bertajuk Quarterly Multi-Stakeholders Meeting itu turut menghadirkan perwakilan OPD OPD Pemkot Malang seperti Dinkes Kota Malang, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Bappeda Kota Malang, Bagian Kesra Setda Kota Malang, Bagian Hukum, Bakesbangpol Kota Malang hingga Baznas Kota Malang.
Selain itu juga mengundang beberapa komunitas sosial seperti Igama, Yayasan Mahameru, TB Care Yabhysa, Wamarapa, Yayasan Sadar Hati hingga Fatayat NU Kota Malang.
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























