Tugumalang.id – Program pembinaan UMKM yang digencarkan Bakorwil III Malang telah membuka wawasan yang berdampak positif. Ibu-ibu pelaku UMKM di Malang Raya makin melek strategi digital marketing usai mendapatkan materi materi pelatihan dari Bakorwil III Malang.
Setidaknya, 140 pelaku UMKM Malang Raya telah mengikuti kegiatan “Fasilitasi Pemberdayaan UMKM Mendukung Pelaku UMKM Naik Kelas” yang digelar selama dua hari di Gedung Arjuno Bakorwil III Malang pada 3-4 Desember 2025.
Baca Juga: Puluhan Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Kompetisi Bisnis Mekaarpreneur 2025
Mereka diberikan pelatihan terkait penguatan kapasitas manajerial, pengembangan usaha, peningkatan daya saing produk hingga pengenalan strategi pemasaran yang relevan dengan kebutuhan UMKM saat ini. Forum ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan penguatan jejaring pelaku UMKM.
Salah satu pelaku UMKM kriya dari Rumah Seni Budaya Singhasari, Sadhana Devi mengaku senang bisa mengikuti pelatihan yang diinisiasi Bakorwil Malang itu. Ia menyebut, kegiatan ini membuatnya makin melek teknologi digital.
“Kami ini kan usia-usia old ya, jadi kalau ada yang berbau bau teknologi kami ingin banget belajar. Terimakasih telah mewadahi kami,” ucapnya, Kamis (4/12/2025).
Baca Juga: Bakorwil III Malang Gelar Workshop Penguatan Bisnis untuk Dorong UMKM Naik Kelas
Materi materi pelatihan yang diberikan menurutnya cukup relevan untuk pengembangan UMKM. Terutama soal strategi digital marketing dalam memasarkan produk UMKM miliknya.
“Kami itu pengguna WhatsApp tetapi tidak pernah menggunakanya sebagai ajang bisnis. Lewat (pelatihan) ini, kami dibukakan cara-caranya. Mungkin bagi anak muda ini biasa tetapi bagi kami ini sesuatu,” ungkapnya.
Rencananya, ia akan memanfaatkan ilmu dari pelatihan ini untuk mengembangkan strategi memasaran produk UMKM miliknya. Terlebih, produk batik tulis miliknya juga dibuat untuk mengedukasi masyarakat soal budaya dan budi pekerti.
“Kami membuat batik tulis berfilosofi yang kami pakai untuk media pendidikan budi pekerti luhur,” ujarnya.
Senada, pelaku UMKM asal Pakis, Kabupaten Malang yakni Rosyida juga mengaku senang bisa mendapatkan pelatihan soal digital marketing. Ia menyoroti materi soal pengembangan UMKM melalui WhatsApp Bisnis.
“Di WA Bisnis ini ternyata bisa lebih menguntungkan untuk mempromosikan produk kami,” kata pemilik usaha daster Malangan itu.
Selain itu, materi materi pelatihan yang disampaikan oleh pemateri cukup mudah dimengerti dan membuka wawasan baru. Misalnya soal sentuhan teknologi AI yang dapat membuat tampilan produk UMKM kian menarik.
“Jadi emak emak seperti saya ini kalau mau bikin promosi (produk) kan kerepotan. Ternyata tadi diajarin. Ini yang tadinya foto daster biasa, dengan (dipoles) ChatGPT jadi lebih cantik. Ini bisa untuk mempromosikan produk kami,” ucapnya.
Sebagai informasi, kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan UMKM menghadirkan sejumlah narasumber. Mulai dari H Samwil selaku Anggota Komisi C DPRD Jatim, Siktarina Arum Wydianti selaku Mentor Millenium Job Center hingga Djuni Farhan dari Malang Peduli Demokrasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung Nawa Bhakti Satya Provinsi Jawa Timur dalam misi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perluasan lapangan kerja.
Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, S.Hut., M.H., menekankan pentingnya pelatihan pelatihan yang dapat mendorong UMKM semakin berdaya saing dan produktif.
Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung penopang perekonomian Indonesia. UMKM di wilayah Jatim turut berkontribusi menyeimbangkan perekonomian nasional saat pandemi Covid-19 melanda negeri.
“Ingat dulu saat bencana Covid-19 melanda, yang bertahan kuat ya hanya UMKM. Produk Domestik Regional Bruto Jatim saat itu di angka lebih dari 60 persen. Ini menyumbang angka perekonomian besar di Indonesia,” kata Asep.
Untuk itu, UMKM harus dijaga stabilitas dan kualitasnya. Salah satunya melalui kegiatan kegiatan pembinaan UMKM ini. Ia berharap UMKM ke depan semakin berdaya saing bahkan mampu menciptakan lapangan lapangan kerja baru.
Asep memandang UMKM Malang Raya memiliki potensi yang besar. Ia melihat Malang Raya memiliki beragam jenis UMKM yang terus bertumbuh jumlahnya dengan pertumbuhan ekonominya yang stabil.
“Pemprov Jatim sendiri memiliki banyak program yang menyasar UMKM agar bisa berkembang. Seperti Klinik KI (Kekayaan Intelektual) dan Sertifikasi Halal. Ada juga Milenial Job Center bagi Pengembangan Desa Wisata dan banyak lagi yang bisa mendorong pelaku UMKM tumbuh,” paparnya.
“Fasilitasi ini diharapankan bisa meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM semua di wilayah Malang Raya,” imbuhnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























