Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Lebih dari 1 Dekade, Ratusan Warga Manfaatkan Gas Metana dari TPA Talangagung untuk Memasak

Redaksi by Redaksi
September 23, 2023 12:09 pm
in News
Dian Mustofa menunjukkan kompor gas metana miliknya.

Dian Mustofa menunjukkan kompor gas metana miliknya. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Sebanyak 260 kepala keluarga (KK) di Dusun Kasin Rekesan, Desa Talangagung, Kabupaten Malang telah menikmati gas metana gratis yang disalurkan oleh pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung. Selama 14 tahun, gas ini mereka manfaatkan untuk memasak sebagai pengganti gas LPG.

Jumlah warga yang memanfaatkan gas metana ini bertambah secara bertahap. Di awal pencanangan program, hanya 25 KK yang mendapatkan gas metana gratis ini. Seiring berjalannya waktu, jumlah warga terus bertambah hingga kini mencapai 260 KK.

READ ALSO

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

“Dulu masih sedikit, ada beberapa warga yang ketakutan, takut gas metana meledak. Tapi setelah tahu tetangganya pakai gas metana dari TPA, mereka akhirnya ikut pakai,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Renung Rubiyataji saat dihubungi Tugu Malang ID melalui sambungan telepon, Jumat (22/9/2023) sore.

Baca Juga: 7 Kabupaten Penghasil Durian Terbanyak di Jawa Timur, Kabupaten Malang Masuk Tiga Besar!

Gas metana ini dihasilkan oleh sampah-sampah yang memiliki unsur organik. Dekomposisi dari sampah organik ini menghasilkan gas metana yang kemudian ditangkap dengan menggunakan pipa dan disalurkan ke warga sekitar.

Pipa gas metana terpasang di sepanjang jalan di sekitar TPA Talangagung.
Pipa gas metana terpasang di sepanjang jalan di sekitar TPA Talangagung. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Proses pembentukan gas metana ini terjadi secara alami, kami hanya menangkap gas tersebut,” kata Renung.

Agar gas bisa sampai ke rumah warga yang berjarak hingga satu kilometer, TPA Talangagung menggunakan blower untuk mendorong gas tersebut. Laju gas metana yang disalurkan berkisar antara 8-10 meter kubik per jam.

Baca Juga: Regenerasi Relawan Pos Gizi DASHAT Menjadi Perhatian DPPKB Kabupaten Malang

Saat ditanya berapa potensi gas metana yang bisa dihasilkan sampah di TPA Talangagung, Renung mengatakan pihaknya belum mengetahui hal tersebut. “Harus dilakukan penelitian dulu oleh perguruan tinggi,” kata Renung.

Ketua RT 2/RW 1 Dusun Kasin Rekesan, Dian Mustofa mengatakan bahwa gas metana dari TPA Talangagung sangat membantu warga, terutama dalam menghemat dana untuk membeli gas LPG. Bahkan, saat ada warga yang memiliki hajatan, mereka akan mendapat pinjaman hingga empat kompor yang dialiri gas metana, sehingga mereka bisa memasak dengan nyaman.

Namun, meski telah menggunakan gas metana, Dian mengatakan warga biasanya masih membeli gas LPG. Ini disebabkan setiap hari Minggu aliran gas metana melemah karena petugas TPA Talangagung libur.

“Gas metana sangat membantu. Biasanya beli gas LPG dua minggu sekali, sekarang bisa dua bulan sekali,” kata Dian saat ditemui di rumahnya.

Saat terjadi kelangkaan tabung LPG, Dian mengaku warganya tidak ada yang panik. Mereka tidak terlalu terpengaruh dengan stok dan harga LPG.

“Nggak (terpengaruh), santai saja. Nggak ribut cari ke sana kemari,” ujarnya.

Gas metana dari TPA Talangagung dialirkan melalui pipa yang biasanya digunakan untuk mengalirkan air. Sebagian pipa tersebut tertanam di tanah, namun ada juga pipa yang terlihat berada di atas tanah.

Menurut Dian, dulu sempat ada keluhan aliran gas metana kurang kuat. Namun, setelah TPA Talangagung menggunakan blower, aliran semakin stabil dan kuat sehingga kompor warga bisa menyala dengan api besar.

“Kalau hari-hari seperti ini nyalanya besar. Kalau hari Minggu nyalanya nggak besar, tapi tetap nyala. Makanya banyak yang masih pakai LPG,” jelas Dian.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: gas metanakabupaten malangTPA Talangagungwarga

Related Posts

Candi Kidal
News

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
KEmarau panjang
News

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Senin, 1 Jun 2026
Gus IQdam
News

Gus Iqdam Bakal Isi Pengajian di Stadion Gajayana Kota Malang Peringati Hari Bhayangkara

Senin, 1 Jun 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Senin, 1 Juni 2026 diperkirakan dominan berawan dan udara kabur. /Foto: Ilustrasi dibuat dengan AI.
News

Prakiraan Cuaca Malang Senin 1 Juni 2026: Berawan dan Kabut

Senin, 1 Jun 2026
PEsantren Cabul
News

Tanggapi Pernyataan Soal Banyak Pesantren Cabul di Malang, Gus Fahrur: Tidak Boleh Menggeneralisir!

Minggu, 31 Mei 2026
Satlantas Polres Malang
News

Satlantas Polres Malang Bekali 80 Warga Lewat Coaching Clinic Keselamatan Berkendara

Minggu, 31 Mei 2026
Next Post
Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema) Supriatna Adhisuwignjo ST MT bersama wisudawan.

Kukuhkan 920 Wisudawan Tahap II 2023, Direktur Polinema Paparkan Sederet Prestasi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.