Jumat, Juli 24, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Lebih dari 1 Dekade, Ratusan Warga Manfaatkan Gas Metana dari TPA Talangagung untuk Memasak

Redaksi by Redaksi
September 23, 2023 12:09 pm
in News
Dian Mustofa menunjukkan kompor gas metana miliknya.

Dian Mustofa menunjukkan kompor gas metana miliknya. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Sebanyak 260 kepala keluarga (KK) di Dusun Kasin Rekesan, Desa Talangagung, Kabupaten Malang telah menikmati gas metana gratis yang disalurkan oleh pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung. Selama 14 tahun, gas ini mereka manfaatkan untuk memasak sebagai pengganti gas LPG.

Jumlah warga yang memanfaatkan gas metana ini bertambah secara bertahap. Di awal pencanangan program, hanya 25 KK yang mendapatkan gas metana gratis ini. Seiring berjalannya waktu, jumlah warga terus bertambah hingga kini mencapai 260 KK.

READ ALSO

Buya Yahya: Pastikan Anak-Anak Mau Mondok di Pesantren

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kecelakaan Maut Hiace di Tol Pandaan-Malang

“Dulu masih sedikit, ada beberapa warga yang ketakutan, takut gas metana meledak. Tapi setelah tahu tetangganya pakai gas metana dari TPA, mereka akhirnya ikut pakai,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Renung Rubiyataji saat dihubungi Tugu Malang ID melalui sambungan telepon, Jumat (22/9/2023) sore.

Baca Juga: 7 Kabupaten Penghasil Durian Terbanyak di Jawa Timur, Kabupaten Malang Masuk Tiga Besar!

Gas metana ini dihasilkan oleh sampah-sampah yang memiliki unsur organik. Dekomposisi dari sampah organik ini menghasilkan gas metana yang kemudian ditangkap dengan menggunakan pipa dan disalurkan ke warga sekitar.

Pipa gas metana terpasang di sepanjang jalan di sekitar TPA Talangagung.
Pipa gas metana terpasang di sepanjang jalan di sekitar TPA Talangagung. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Proses pembentukan gas metana ini terjadi secara alami, kami hanya menangkap gas tersebut,” kata Renung.

Agar gas bisa sampai ke rumah warga yang berjarak hingga satu kilometer, TPA Talangagung menggunakan blower untuk mendorong gas tersebut. Laju gas metana yang disalurkan berkisar antara 8-10 meter kubik per jam.

Baca Juga: Regenerasi Relawan Pos Gizi DASHAT Menjadi Perhatian DPPKB Kabupaten Malang

Saat ditanya berapa potensi gas metana yang bisa dihasilkan sampah di TPA Talangagung, Renung mengatakan pihaknya belum mengetahui hal tersebut. “Harus dilakukan penelitian dulu oleh perguruan tinggi,” kata Renung.

Ketua RT 2/RW 1 Dusun Kasin Rekesan, Dian Mustofa mengatakan bahwa gas metana dari TPA Talangagung sangat membantu warga, terutama dalam menghemat dana untuk membeli gas LPG. Bahkan, saat ada warga yang memiliki hajatan, mereka akan mendapat pinjaman hingga empat kompor yang dialiri gas metana, sehingga mereka bisa memasak dengan nyaman.

Namun, meski telah menggunakan gas metana, Dian mengatakan warga biasanya masih membeli gas LPG. Ini disebabkan setiap hari Minggu aliran gas metana melemah karena petugas TPA Talangagung libur.

“Gas metana sangat membantu. Biasanya beli gas LPG dua minggu sekali, sekarang bisa dua bulan sekali,” kata Dian saat ditemui di rumahnya.

Saat terjadi kelangkaan tabung LPG, Dian mengaku warganya tidak ada yang panik. Mereka tidak terlalu terpengaruh dengan stok dan harga LPG.

“Nggak (terpengaruh), santai saja. Nggak ribut cari ke sana kemari,” ujarnya.

Gas metana dari TPA Talangagung dialirkan melalui pipa yang biasanya digunakan untuk mengalirkan air. Sebagian pipa tersebut tertanam di tanah, namun ada juga pipa yang terlihat berada di atas tanah.

Menurut Dian, dulu sempat ada keluhan aliran gas metana kurang kuat. Namun, setelah TPA Talangagung menggunakan blower, aliran semakin stabil dan kuat sehingga kompor warga bisa menyala dengan api besar.

“Kalau hari-hari seperti ini nyalanya besar. Kalau hari Minggu nyalanya nggak besar, tapi tetap nyala. Makanya banyak yang masih pakai LPG,” jelas Dian.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: gas metanakabupaten malangTPA Talangagungwarga

Related Posts

Buya Yahya: Pastikan Anak-Anak Mau Mondok di Pesantren
News

Buya Yahya: Pastikan Anak-Anak Mau Mondok di Pesantren

Kamis, 23 Jul 2026
Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kecelakaan Maut Hiace di Tol Pandaan-Malang
News

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kecelakaan Maut Hiace di Tol Pandaan-Malang

Kamis, 23 Jul 2026
GOR Ganesha
News

GOR Ganesha Batu Disiapkan Jadi Mal UMKM dan Pusat Ekonomi Kreatif

Kamis, 23 Jul 2026
Cara Unik Warga Lowokwaru Jaga Keamanan, Sayembara Tangkap Maling Berbuah Delapan Pengungkapan Narkoba
News

Cara Unik Warga Lowokwaru Jaga Keamanan, Sayembara Tangkap Maling Berbuah Delapan Pengungkapan Narkoba

Kamis, 23 Jul 2026
Pelepasan tukik di Pantai Bajulmati
News

Unikama dan BSTC Lepasliarkan 100 Tukik, Libatkan Siswa SD di Pantai Bajulmati

Rabu, 22 Jul 2026
Pkl Alunalun
News

Viral Dugaan Penjual Ronde Curang di Alun-alun Kota Batu, Pemkot Lakukan Evaluasi Layanan

Rabu, 22 Jul 2026
Next Post
Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema) Supriatna Adhisuwignjo ST MT bersama wisudawan.

Kukuhkan 920 Wisudawan Tahap II 2023, Direktur Polinema Paparkan Sederet Prestasi

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.