Kamis, November 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Lebih dari 1 Dekade, Ratusan Warga Manfaatkan Gas Metana dari TPA Talangagung untuk Memasak

Redaksi by Redaksi
September 23, 2023 12:09 pm
in News
Dian Mustofa menunjukkan kompor gas metana miliknya.

Dian Mustofa menunjukkan kompor gas metana miliknya. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Sebanyak 260 kepala keluarga (KK) di Dusun Kasin Rekesan, Desa Talangagung, Kabupaten Malang telah menikmati gas metana gratis yang disalurkan oleh pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung. Selama 14 tahun, gas ini mereka manfaatkan untuk memasak sebagai pengganti gas LPG.

Jumlah warga yang memanfaatkan gas metana ini bertambah secara bertahap. Di awal pencanangan program, hanya 25 KK yang mendapatkan gas metana gratis ini. Seiring berjalannya waktu, jumlah warga terus bertambah hingga kini mencapai 260 KK.

READ ALSO

Bukan Cuma untuk Orang Kaya, Investasi Emas di Pegadaian Bisa Dimulai dari Rp10 Ribu

Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Polres Batu Instruksikan Aktifkan Lagi Destana

“Dulu masih sedikit, ada beberapa warga yang ketakutan, takut gas metana meledak. Tapi setelah tahu tetangganya pakai gas metana dari TPA, mereka akhirnya ikut pakai,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Renung Rubiyataji saat dihubungi Tugu Malang ID melalui sambungan telepon, Jumat (22/9/2023) sore.

Baca Juga: 7 Kabupaten Penghasil Durian Terbanyak di Jawa Timur, Kabupaten Malang Masuk Tiga Besar!

Gas metana ini dihasilkan oleh sampah-sampah yang memiliki unsur organik. Dekomposisi dari sampah organik ini menghasilkan gas metana yang kemudian ditangkap dengan menggunakan pipa dan disalurkan ke warga sekitar.

Pipa gas metana terpasang di sepanjang jalan di sekitar TPA Talangagung.
Pipa gas metana terpasang di sepanjang jalan di sekitar TPA Talangagung. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Proses pembentukan gas metana ini terjadi secara alami, kami hanya menangkap gas tersebut,” kata Renung.

Agar gas bisa sampai ke rumah warga yang berjarak hingga satu kilometer, TPA Talangagung menggunakan blower untuk mendorong gas tersebut. Laju gas metana yang disalurkan berkisar antara 8-10 meter kubik per jam.

Baca Juga: Regenerasi Relawan Pos Gizi DASHAT Menjadi Perhatian DPPKB Kabupaten Malang

Saat ditanya berapa potensi gas metana yang bisa dihasilkan sampah di TPA Talangagung, Renung mengatakan pihaknya belum mengetahui hal tersebut. “Harus dilakukan penelitian dulu oleh perguruan tinggi,” kata Renung.

Ketua RT 2/RW 1 Dusun Kasin Rekesan, Dian Mustofa mengatakan bahwa gas metana dari TPA Talangagung sangat membantu warga, terutama dalam menghemat dana untuk membeli gas LPG. Bahkan, saat ada warga yang memiliki hajatan, mereka akan mendapat pinjaman hingga empat kompor yang dialiri gas metana, sehingga mereka bisa memasak dengan nyaman.

Namun, meski telah menggunakan gas metana, Dian mengatakan warga biasanya masih membeli gas LPG. Ini disebabkan setiap hari Minggu aliran gas metana melemah karena petugas TPA Talangagung libur.

“Gas metana sangat membantu. Biasanya beli gas LPG dua minggu sekali, sekarang bisa dua bulan sekali,” kata Dian saat ditemui di rumahnya.

Saat terjadi kelangkaan tabung LPG, Dian mengaku warganya tidak ada yang panik. Mereka tidak terlalu terpengaruh dengan stok dan harga LPG.

“Nggak (terpengaruh), santai saja. Nggak ribut cari ke sana kemari,” ujarnya.

Gas metana dari TPA Talangagung dialirkan melalui pipa yang biasanya digunakan untuk mengalirkan air. Sebagian pipa tersebut tertanam di tanah, namun ada juga pipa yang terlihat berada di atas tanah.

Menurut Dian, dulu sempat ada keluhan aliran gas metana kurang kuat. Namun, setelah TPA Talangagung menggunakan blower, aliran semakin stabil dan kuat sehingga kompor warga bisa menyala dengan api besar.

“Kalau hari-hari seperti ini nyalanya besar. Kalau hari Minggu nyalanya nggak besar, tapi tetap nyala. Makanya banyak yang masih pakai LPG,” jelas Dian.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: gas metanakabupaten malangTPA Talangagungwarga

Related Posts

Bukan Cuma untuk Orang Kaya, Investasi Emas di Pegadaian Bisa Dimulai dari Rp10 Ribu
News

Bukan Cuma untuk Orang Kaya, Investasi Emas di Pegadaian Bisa Dimulai dari Rp10 Ribu

Rabu, 4 Nov 2026
Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa saat berkoordinasi terkait kesiapsiagaan bencana. Foto: Azmy
News

Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Polres Batu Instruksikan Aktifkan Lagi Destana

Rabu, 4 Nov 2026
Dito Arief Desak Pemkot Malang Percepat Penyerahan PSU Perumahan
News

Dito Arief Desak Pemkot Malang Percepat Penyerahan PSU Perumahan

Rabu, 4 Nov 2026
Sadap
News

Kasus Penyadapan Prabowo, Ini 6 Alat Sadap Canggih di Dunia

Rabu, 4 Nov 2026
Pemkot Batu Tunggu Rekomendasi 3 Desa untuk Beli Lahan Umbul Gemulo
News

Pemkot Batu Tunggu Rekomendasi 3 Desa untuk Beli Lahan Umbul Gemulo

Selasa, 3 Nov 2026
Polres Batu Bentuk Satgas Polisi Jogo Sekolah untuk Cegah Bullying dan Judi Online
News

Polres Batu Bentuk Satgas Polisi Jogo Sekolah untuk Cegah Bullying dan Judi Online

Selasa, 3 Nov 2026
Next Post
Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema) Supriatna Adhisuwignjo ST MT bersama wisudawan.

Kukuhkan 920 Wisudawan Tahap II 2023, Direktur Polinema Paparkan Sederet Prestasi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.