Kamis, September 10, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Lebih dari 1 Dekade, Ratusan Warga Manfaatkan Gas Metana dari TPA Talangagung untuk Memasak

Redaksi by Redaksi
September 23, 2023 12:09 pm
in News
Dian Mustofa menunjukkan kompor gas metana miliknya.

Dian Mustofa menunjukkan kompor gas metana miliknya. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Sebanyak 260 kepala keluarga (KK) di Dusun Kasin Rekesan, Desa Talangagung, Kabupaten Malang telah menikmati gas metana gratis yang disalurkan oleh pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung. Selama 14 tahun, gas ini mereka manfaatkan untuk memasak sebagai pengganti gas LPG.

Jumlah warga yang memanfaatkan gas metana ini bertambah secara bertahap. Di awal pencanangan program, hanya 25 KK yang mendapatkan gas metana gratis ini. Seiring berjalannya waktu, jumlah warga terus bertambah hingga kini mencapai 260 KK.

READ ALSO

Kebakaran RSSA Malang Hanguskan 300 Meter Persegi Area Rumah Sakit

RSSA Malang Kebakaran, 19 Pasien Anak Dievakuasi

“Dulu masih sedikit, ada beberapa warga yang ketakutan, takut gas metana meledak. Tapi setelah tahu tetangganya pakai gas metana dari TPA, mereka akhirnya ikut pakai,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Renung Rubiyataji saat dihubungi Tugu Malang ID melalui sambungan telepon, Jumat (22/9/2023) sore.

Baca Juga: 7 Kabupaten Penghasil Durian Terbanyak di Jawa Timur, Kabupaten Malang Masuk Tiga Besar!

Gas metana ini dihasilkan oleh sampah-sampah yang memiliki unsur organik. Dekomposisi dari sampah organik ini menghasilkan gas metana yang kemudian ditangkap dengan menggunakan pipa dan disalurkan ke warga sekitar.

Pipa gas metana terpasang di sepanjang jalan di sekitar TPA Talangagung.
Pipa gas metana terpasang di sepanjang jalan di sekitar TPA Talangagung. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Proses pembentukan gas metana ini terjadi secara alami, kami hanya menangkap gas tersebut,” kata Renung.

Agar gas bisa sampai ke rumah warga yang berjarak hingga satu kilometer, TPA Talangagung menggunakan blower untuk mendorong gas tersebut. Laju gas metana yang disalurkan berkisar antara 8-10 meter kubik per jam.

Baca Juga: Regenerasi Relawan Pos Gizi DASHAT Menjadi Perhatian DPPKB Kabupaten Malang

Saat ditanya berapa potensi gas metana yang bisa dihasilkan sampah di TPA Talangagung, Renung mengatakan pihaknya belum mengetahui hal tersebut. “Harus dilakukan penelitian dulu oleh perguruan tinggi,” kata Renung.

Ketua RT 2/RW 1 Dusun Kasin Rekesan, Dian Mustofa mengatakan bahwa gas metana dari TPA Talangagung sangat membantu warga, terutama dalam menghemat dana untuk membeli gas LPG. Bahkan, saat ada warga yang memiliki hajatan, mereka akan mendapat pinjaman hingga empat kompor yang dialiri gas metana, sehingga mereka bisa memasak dengan nyaman.

Namun, meski telah menggunakan gas metana, Dian mengatakan warga biasanya masih membeli gas LPG. Ini disebabkan setiap hari Minggu aliran gas metana melemah karena petugas TPA Talangagung libur.

“Gas metana sangat membantu. Biasanya beli gas LPG dua minggu sekali, sekarang bisa dua bulan sekali,” kata Dian saat ditemui di rumahnya.

Saat terjadi kelangkaan tabung LPG, Dian mengaku warganya tidak ada yang panik. Mereka tidak terlalu terpengaruh dengan stok dan harga LPG.

“Nggak (terpengaruh), santai saja. Nggak ribut cari ke sana kemari,” ujarnya.

Gas metana dari TPA Talangagung dialirkan melalui pipa yang biasanya digunakan untuk mengalirkan air. Sebagian pipa tersebut tertanam di tanah, namun ada juga pipa yang terlihat berada di atas tanah.

Menurut Dian, dulu sempat ada keluhan aliran gas metana kurang kuat. Namun, setelah TPA Talangagung menggunakan blower, aliran semakin stabil dan kuat sehingga kompor warga bisa menyala dengan api besar.

“Kalau hari-hari seperti ini nyalanya besar. Kalau hari Minggu nyalanya nggak besar, tapi tetap nyala. Makanya banyak yang masih pakai LPG,” jelas Dian.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: gas metanakabupaten malangTPA Talangagungwarga

Related Posts

Kebakaran Rssa Malang Hanguskan 300 Meter Persegi Area Rumah Sakit 35
News

Kebakaran RSSA Malang Hanguskan 300 Meter Persegi Area Rumah Sakit

Rabu, 9 Sep 2026
RSSA Malang Kebakaran, 19 Pasien Anak Dievakuasi
News

RSSA Malang Kebakaran, 19 Pasien Anak Dievakuasi

Rabu, 9 Sep 2026
Kebakaran Hutan Gunung Butak Meluas hingga Kawinajang
News

Karhutla Gunung Butak Meluas hingga Kawinajang, 100 Personel Diterjunkan

Rabu, 9 Sep 2026
RSSA Malang Kebakaran, 4 Armada Damkar Dikerahkan
News

RSSA Malang Kebakaran, 4 Armada Damkar Dikerahkan

Rabu, 9 Sep 2026
DPRD Kabupaten Malang Dorong Penambahan Pos Damkar Jadi 7 Titik
News

DPRD Kabupaten Malang Dorong Penambahan Pos Damkar Jadi 7 Titik

Rabu, 9 Sep 2026
Dentuman Misterius Terdengar di Malang, Ini Penjelasan BMKG
News

Dentuman Misterius Terdengar di Malang, Ini Penjelasan BMKG

Rabu, 9 Sep 2026
Next Post
Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema) Supriatna Adhisuwignjo ST MT bersama wisudawan.

Kukuhkan 920 Wisudawan Tahap II 2023, Direktur Polinema Paparkan Sederet Prestasi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua PW Ansor Jatim Geram, Sebut Banyak Kadernya ‘Dipersekusi’ Menteri dari PAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.