Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Lebaran Bersama Muhammadiyah dan NU

Redaksi by Redaksi
April 20, 2023 3:15 pm
in Catatan
Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi M.Ag atau biasa dipanggil Ahmad Inung.

Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi M.Ag atau biasa dipanggil Ahmad Inung. Foto/dok. for TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi M.Ag (Ahmad Inung)*

Tugumalang.id – Saya baru saja mendapat kiriman informasi bahwa Pesantren Miftahul Huda, Gading Pesantren, Malang, menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat, 21 April 2023. Berarti Pesantren Gading Malang (begitu biasa disebut) akan melaksanakan salat Ied bareng dengan kawan-kawan Muhammadiyah.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Apakah Pesantren Gading Muhammadiyah? Pesantren Gading adalah salah satu pesantren dengan ke-NU-an 24 karat.

Saat kuliah S1, saya nyantri di pondok ini. Memang, salah satu kekuatan pondok ini adalah dalam bidang falak. Sejak dulu hingga kini, pesantren ini menggunakan metode hisab untuk menentukan 1 Syawal.

Apakah hanya karena hisab kemudian pesantren ini dicoret dari daftat pesantren NU? Sekedar informasi, salah satu ustaz pesantren Gading yang jago di bidang falak adalah Ustaz Ali Murtadho (Allah yarham).

Ustaz Ali Murtadho adalah salah satu pendiri dan pengasuh Pesantren Sabilur Rosyad, bersama dengan KH. Marzuki Mustamar. KH Marzuki Mustamar adalah Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur masa khidmat 2018-2023.

Terjadi beberapa kali di mana Pesantren Gading merayakan Lebaran berbeda dengan yang diputuskan pemerintah. Apakah terjadi kegaduhan dengan masyarakat sekitar? Selama saya menjadi santri dulu sampai sekarang tidak pernah mendengar ada peristiwa kegaduhan apa pun, baik dengan alasan sosial maupun agama. Semua berjalan baik-baik saja.

Biasanya yang ikut jemaah salat Ied di pesantren ini adalah para santri dan masyarakat sekitar yang mengakuinya. Hasil hisab hanya berlaku bagi internal pesantren. Sekalipun demikian, tak ada keharusan juga bagi setiap santri untuk mengikutinya. Sekalipun sebagian besar santri Gading akan mengikuti keputusan 1 Syawal pesantren daripada pihak lain, termasuk pemerintah.

Apakah mereka tidak tahu hadis Bukhari “shumu li ru’yatihi wa’fthiru li ru’yatihi” (berpuasalah [dengan patokan] melihat hilal dan akhirilah berpuasa [juga dengan patokan] melihat hilal)?

Mereka pasti tahu, bahkan hafal. Tapi sejauh yang saya tahu, hampir tidak ada perdebatan tentang hisab dan rukyah di kalangan santri senior yang kalau musyawarah kitab sangat mendalam ilmunya. Bagi mereka, mengikuti pandangan kiai juga adalah jaminan kebenaran dalam beragama. Khas ketawadhu’an santri-santri NU kepada kiainya.

Saya masih ingat sebuah peristiwa ketika NU memutuskan Idul Fitri berbeda dengan keputusan pemerintah (tahun tepatnya lupa, mungkinn1992 ataun1993). Kabar keputusan NU ini sangat telat tiba di desa saya.

Pagi itu sekitar pukul 7 ayah memutuskan untuk salat Ied. Ayah saya adalah seorang kiai NU. Kecuali beberapa keluarga Muhammadiyah, semua orang di desa akhirnya membatalkan puasa dan melaksanakan salat Idul Fitri saat itu juga, sekalipun sudah agak siang.

Rupanya keputusan ayah ini membuat tokoh Muhammadiyah di desa saya gusar. Dia mengirim anaknya yang seumuran saya untuk mencegah ayah menunaikan salat Ied hari itu. Sebagai kiai NU level kampung, ayah tetap mengikuti keputusan PBNU. Ayah hebat!

Entah mengapa, saat itu saya memutuskan ikut keputusan pemerintah. Saya tetap melanjutkan puasa dan rencananya besok mau salat Ied di masjid Muhammadiyah. Ayah dan ibu membiarkan saya tetap puasa.

Tak sepatah kata pun keluar dari lisan ayah dan ibu untuk memengaruhi saya. Bahkan saat maghrib, ibu tetap menyiapkan kolak untuk buka saya, sebagaimana kebiasaannya setiap Ramadan.

Malam harinya, ibu dengan suara lirih meminta saya untuk membatalkan rencana ikut salat Ied di masjid Muhammadiyah esok hari. Beliau tidak mengeluarkan dalil-dalil agama tentang hisab dan rukyah. Beliau hanya menjelaskan bahwa saya harus menjaga perasaan ayah.

Oh ibu, betapa engkau jauh lebih mengerti makna Idul Fitri. Sejak peristiwa itu, saya memahami bahwa saat Lebaran adalah saat untuk saling memaafkan, bukan saling sindir dan mengumbar makian.

Bukankah kita sudah terbiasa dengan perbedaan. Mengapa kita tak pernah bisa mengambil pelajaran. Jika saudara-saudara Muhammadiyah telah memutuskan 1 Syawal jatuh di Jumat 21 April 2023, mari kita sepenuh hati menghargainya.

Untuk saudara-sadaraku Muhammadiyah, jika ada yang mengolok dan melarang-larangmu, hatiku juga terluka. Karena kita saudara. Aku mengikuti teladan Gusku, Gus Menteri Agama, Gus Yaqut Cholil Qoumas, yang segera bersuara memberi pembelaan saat saudara-saudara Muhammadiyah dilarang menggunakan lapangan untuk salat Ied di Sukabumi dan Pekalongan.

Lebaran adalah saatnya berbagi, bukan memaki. Saatnya bersalaman, bukan bermusuhan. Saatnya saling memaafkan, bukan saling menghamburkan sindiran.

*Penulis adalah Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Editor: Herlianto. A

Tags: 1 SyawallebaranMuhammadiyahNU

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
Spot spot yang ada di destinasi Malang Sky Land.

Destinasi Baru Malang Sky Land Segera Dibuka Sambut Libur Lebaran

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.