Jumat, September 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Lahirnya Hari Santri Nasional

Redaksi by Redaksi
Oktober 23, 2021 9:37 am
in Ruang Cendekia
Logo Hari Santri Nasional/tugu jatim

Logo Hari Santri Nasional. (Foto : Kemenag RI)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Abdul Haris Zulkarnain*
Tugujatim.id – Setiap peringatan pasti memiliki sejarah yang panjang, dalam setiap sejarah terkandung nilai-nilai perjuangan dalam mengejar tujuan yang ingin dicapai. Begitu pula peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober 2021, kemarin.

Hari Santri telah diperingati selama 5 tahun. Penetapan Hari Santri dilakukan oleh presiden RI, Joko Widodo dalam Keppres Nomor 22 Tahun 2015. Sejarah ditetapkannya peringatan Hari Santri ini dilatarbelakangi tinta emas perjuangan ulama-ulama besar nasional. Melansir dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), lahirnya Hari Santri bermula dari fatwa yang disampaikan Pahlawan Nasional, KH. Hasyim Asy’ari.

READ ALSO

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Kala itu pada tanggal 22 Oktober 1945, Hasyim Asy’ari memimpin perumusan fatwa “Resolusi Jihad” di kalangan kiai pesantren. Fatwa ini berisikan kewajiban jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan melawan kolonialisme yang ada di Indonesia.

Perlawanan dilakukan untuk mengusir Inggris yang telah menang dalam perang dunia ke-II dan telah mengambil alih tanah jajahan Jepang termasuk di dalamnya Indonesia. Selain itu Belanda yang membonceng sekutu NICA juga datang dan dapat mengancam kedaulatan Indonesia yang telah merdeka.

Sejak seruan Revolusi Jihad oleh Hasyim Asyari, semangat perjuangan umat Islam di sejumlah wilayah kembali bergelora untuk melawan penjajah. Bahkan seruan ini seolah memberikan kekuatan penuh untuk merebut kembali wilayah milik Indonesia.

Revolusi jihad ini merupakan jawaban dari pertanyaan Presiden Soekarno tantang hukum membela tanah air, bukan membela Allah, membela Islam atau membela Alquran. Sekali lagi membela tanah air.

Berdasarkan peristiwa itulah, Hari Santri ditetapkan dan diperingati setiap tanggal 22 Oktober, keputusan presiden tersebut disahkan di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Dengan sejarah perjuangan yang panjang itu, seluruh masyarakat bisa kembali mengingat kembali keteladanan dan semangat jihad pada santri yang digelorakan para ulama di Nusantara.

*Penulis adalah member Pondok Inspirasi.

Editor : Herlianto. A

Tags: 22 OktoberHari Santri NasionalResolusi Jihad

Related Posts

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer
Ruang Cendekia

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer

Jumat, 4 Sep 2026
Siapa yang Berhak Disebut NU?
Ruang Cendekia

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Kamis, 3 Sep 2026
Karya Surya Burhanuddin, 50 Tahun Perjalanan Kasih: Surya & Sjenny (1976-2026). Foto/dok
Ruang Cendekia

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Kamis, 3 Sep 2026
Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan
Ruang Cendekia

Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan

Rabu, 2 Sep 2026
Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Ruang Cendekia

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Ruang Cendekia

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
gribig - Kampung Gribig Religi Gelar Festival Rumat Ramut Wulan Mulud

Kampung Gribig Religi Gelar Festival Rumat Ramut Wulan Mulud

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.