Tugumalang.id – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang kembali menuai sorotan. Wali murid siswa di salah satu sekolah wilayah Lowokwaru mengeluhkan adanya pisang busuk dalam paket menu MBG yang didistribusikan pada Jumat (6/3/2026).
Dalam paket menu MBG itu, berisi burger, susu, kurma dan pisang. Buah pisang itulah yang dikeluhkan wali murid lantaran sudah busuk. Kondisi itu ditemukan salah satu wali murid usai anaknya membawa pulang menu MBG tersebut.
Baca Juga: Wali Kota Malang Panggil SPPG Usai Ramai Temuan Belatung di Menu MBG
“Burgernya saya kasihkan ponakan, susu saya taruh kulkas. Untuk pisang dan kurma sudah saya buang. Soalnya pisangnya busuk dan kurmanya kering dan gak layak,” ungkapnya.
Menurutnya, tak semua wali murid berani mengadukan keluhan soal menu MBG. Sebab, ada ketakutan bahwa keluhan nantinya bisa menyeret nama baik sekolah.
“Ya kalau mengeluh biasanya dibilang gak bersyukur, tapi ya gimana. Takut nama sekolah jelek juga,” ujarnya.
Dikatakan, keluhan soal menu MBG bukan sekali ini ditemukan. Sebelumnya, ada beberapa menu yang dinilai kurang layak konsumsi, khususnya menu MBG Ramadan.
“Kemarin-kemarin ada buntelan tepung itu ya alot. Jambunya pernah mentah, terus pernah juga jeruknya itu busuk juga, gak tahu gimana mereka (SPPG) menyiapkannya. Terus ada juga singkong keras. Masak anak SD dikasih itu, gak habis pikir,” urainya.
Baca Juga: SPPG di Lowokwaru Malang Tetapkan Harga Menu MBG Rp 8 Ribu dan Rp 10 Ribu
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG berisi pisang busuk tersebut didistribusikan oleh SPPG yang terletak di Jalan Cengger Ayam, Lowokwaru, Kota Malang.
Namun, SPPG tersebut belum dapat dikonfirmasi. Salah satu petugas menyebut Kepala SPPGnya sedang rapat di ruangan. Tetapi beberapa saat kemudian, seorang petugas menyebut pimpinanya sedang keluar.
Sementara itu, Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso selaku Ketua Satgas MBG Kota Malang menyebut akan segera melakukan pengecekan. “Mohon waktu saya cek dulu,” ucapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























